MODUS OPERANDI TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MODUS OPERANDI TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Said Amirul Bakri - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurhafifah - 197710092003122001 - Dosen Pembimbing I
M. Iqbal - 198005182005011002 - Penguji
Darmawan - 196205251988111001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2203101010377

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Said Amirul bakri
(2025)
MODUS OPERANDI TINDAK PIDANA
PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (Suatu
penelitian di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kota
Banda Aceh.
(Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala)
(v,58),pp.,bibl.,tabl.
(Nurhafifah, S.H., M.H.)
Berdasarkan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
disebutkan bahwa diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun
pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman
kekerasan, terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau
mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan
melarikan diri sendiri atau peserta lainnya, atau untuk tetap menguasai barang yang
dicuri. Meskipun sudah diatur namun, masih ada 17 kasus yang berhasil ditangani
salah satunya pencurian dengan menggunakan air cabai yang ditangani di wilayah
hukum Kepolisian Resor Kota Banda aceh.
Tujuan Penulisan skripsi ini untuk menjelaskan tentang modus operandi
yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana pencurian dengan
kekerasan di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, Faktor yang mendasari pelaku
dalam memilih modus operandi pencurian dengan kekerasan di wilayah Kepolisian
Resor Kota Banda Aceh, dan juga penegakan hukum yang dilakukan oleh Polresta
Banda Aceh terhadap kasus pencurian dengan kekerasan.
Data dari kasus ini diperoleh dari penelitian lapangan dan penelitian
kepustakaan, penelitian lapangan dilakukan dengan cara melakukan wawancara
terhadap Responden dan juga informan dan penelitian kepustakaan dilakukan
dengan cara membaca: Buku, jurnal, dan juga peraturan Perundang-Undangan.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa Modus Operandi yang digunakan
dalam kasus di Banda Aceh memperlihatkan jenis modus yang di mana pelaku
berpura-pura sebagai pembeli lalu melumpuhkan korban dengan air cabai. Pelaku
melakukan berbagai pertimbangan mendasar, seperti pemetaan lokasi, identifikasi
potensi hambatan, penyusunan strategi kelompok, serta rencana cadangan, yang
menunjukkan tingkat perencanaan matang dan membedakannya dari pencurian
oportunistik yang bersifat spontan serta dipicu dengan faktor situasional atau
ekonomi, Penegakan hukum atas pencurian dengan kekerasan di Polresta dilakukan
secara terstruktur sesuai hukum acara pidana, dari Visum et Repertum hingga
pelimpahan ke Kejaksaan, dengan Laporan Model A sebagai wujud komitmen
perlindungan hukum yang proaktif.
Penelitian ini menyarankan sinergi aparat, pemerintah, dan masyarakat
untuk mencegah pencurian dengan kekerasan. Aparat perlu meningkatkan
pengawasan dan investigasi digital, masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan
pelaporan, serta pemerintah memperkuat pendidikan moral dan pemberdayaan
ekonomi guna menekan faktor pemicu kejahatan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK