ANALISIS KESIAPAN GURU GEOGRAFI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA KURIKULUM MERDEKA PADA SMA DI KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KESIAPAN GURU GEOGRAFI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA KURIKULUM MERDEKA PADA SMA DI KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

Ruwaida - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Novia Zalmita - 198711152015042002 - Dosen Pembimbing I
M. Hafizul Furqan - 199106092023211019 - Dosen Pembimbing II
Fitriani Yulianti - 198307132015012101 - Penguji
Mirza Desfandi - 198212132010121001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2006101040012

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Geografi (S1) / PDDIKTI : 87202

Penerbit

Banda Aceh : Falkultas KIP Pendidikan Geografi., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

375.0001

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Ruwaida. (2024). Analisis Kesiapan Guru Geografi Dalam Mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka Pada SMA di Kabupaten Bireuen. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Novia Zalmita, S.Pd., M.Pd dan Dr. M. Hafizul Furqan S.Pd., M.Pd.

Penelitian ini dilatar belakangin dengan permasalahan yang di hadapi guru dengan perubahan kurikulum (K-13) menjadi kurikulum merdeka belajar memberikan hambatan baru bagi guru dalam mengimplementasikan projek penguatan profil pelajar pancasila yaitu lingkungan yang tidak bagus, kurangnya rasa tanggung jawab dan penguasan emosi pada peserta didik. Dari permasalahan tersebut menyebabkan bentuk hambatan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan projek penguatan profil pelajar pancasila yang melibatakan terbatasnya sumber daya seperti anggaran, bahan ajar, dan fasilitas yang dapat menghambat kemampuan guru dalam mengimplementasikan projek penguatan profil pelajar pancasila dengan efektif. Kurangnya waktu pembelajaran yang tersedia dalam kurikulum merdeka dapat membuat sulit bagi guru untuk menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar pancasila dengan baik tanpa mengorbankan materi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana kesiapan guru geografi dalam menerapkan kurikulum Merdeka yang baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei dan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada guru geografi di beberapa SMA di wilayah Kabupaten Bireuen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan guru geografi dalam mengimplementasikan P5 berada pada kategori "siap" dengan persentase 33,33% dan "cukup siap" dengan persentase 27,77%. Sedangkan tingkat perindikator kesiapan guru geografi dalam mengimplementasikan P5 dengan indikator pelatihan guru dengan presentase 50%, untuk indikator kompentesi guru dengan presentase 72,2%, pada indikator sarana dan prasarana dengan presentase 72,2%, sedangkan indikator motivasi kerja dengan presentase 55,5% dan indikator perangkat kurikulum berada di presentase 83,3%. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas guru memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep dan tujuan P5 serta mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran, secara keseluruhan P5 berada pada tahap siap dalam mengimplementasikan P5 dikarenakan memasukkan pendapat dan ide siswa untuk mengadaptasi modul proyek yang ditawarkan kementerian Pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan kodisi, kebutuhan dan minat siswa setempat. Proyek dimulai identifikasi masalah dengan dukungan guru, dan kegiatan proyek mulai fokus pada pemahaman konsep atau pemecahan masalah seputar tema (problem solving).

Kata kunci: Kesiapan guru, Geografi, Projek P5, Kurikulum Merdeka.

Ruwaida. (2024). Analysis of Geography Teacher Readiness in Implementing the Independent Curriculum Strengthening the Pancasila Student Profile (P5) Project in Senior High Schools in Bireuen Regency. [Skripsi. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Novia Zalmita, S.Pd., M.Pd and Dr. M. Hafizul Furqan S.Pd., M.Pd. This research is backgrounded by the problems faced by teachers with the change from the K-13 curriculum to the Merdeka Belajar curriculum, which presents new obstacles for teachers in implementing the Pancasila Student Profile strengthening project, such as an unfavorable environment, lack of responsibility, and emotional regulation among students. These issues lead to obstacles faced by teachers in implementing the Pancasila Student Profile strengthening project, including limited resources such as budget, teaching materials, and facilities, which can hinder teachers' ability to effectively implement the Pancasila Student Profile strengthening project. The lack of available learning time in the Merdeka curriculum can make it difficult for teachers to conduct the Pancasila Student Profile strengthening project well without sacrificing other subjects. This study aims to evaluate the extent of geography teachers' readiness in implementing the new Merdeka curriculum. This study uses a quantitative approach with a survey research type and data collection through questionnaires distributed to geography teachers in several high schools in the Bireuen Regency area. The research results show that the level of readiness of geography teachers in implementing P5 is categorized as "ready" with a percentage of 33.33% and "sufficiently ready" with a percentage of 27.77%. Meanwhile, the level of readiness indicators for geography teachers in implementing P5 includes the teacher training indicator with a percentage of 50%, the teacher competency indicator with a percentage of 72.2%, the facilities and infrastructure indicator with a percentage of 72.2%, the work motivation indicator with a percentage of 55.5%, and the curriculum device indicator with a percentage of 83.3%. This indicates that the majority of teachers have a good understanding of the concept and objectives of P5 and are able to apply it in the learning process. Overall, P5 is at the readiness stage for implementation because it incorporates students' opinions and ideas to adapt the project modules offered by the Ministry of Education and Culture according to the local conditions, needs, and interests of the students. The project began with problem identification supported by teachers, and the project activities started to focus on understanding concepts or solving problems related to the theme. (problem solving). Key words: Teacher readiness, Geography, P5 Project, Merdeka Curriculum.

Citation



    SERVICES DESK