Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
TANGGUNG JAWAB NEGARA TERHADAP ANAK YANG MENGIKUTI IBUNYA SEBAGAI NARAPIDANARNDI LEMBAGA PEMASYARAKATANRN(SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM LEMBAGA PEMASYARAKATAN RNWANITA KELAS II B SIGLI)
Pengarang
Miftahul Jannah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Rizanizarli - 196011151989031002 - Dosen Pembimbing I
Muazzin - 197002081998021001 - Dosen Pembimbing II
Zahratul Idami - 197012081997022001 - Penguji
Mohd. Din - 196412311990021006 - Penguji
Iskandar A. Gani - 196606161991021001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1803201010024
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S2) / PDDIKTI : 74101
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2022
Bahasa
Indonesia
No Classification
341.48
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
TANGGUNG JAWAB NEGARA TERHADAP ANAK YANGMENGIKUTI IBUNYA SEBAGAI NARAPIDANA
DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
(Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Lembaga Pemasyarakatan
Wanita Kelas II B Sigli)
Miftahul Jannah*
Dr. Rizanizarli, S.H., M.H.**
Dr. Muazzin, S.H., M.H.***
ABSTRAK
Hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada manusia, yang wajib dipenuhi oleh negara, termasuk anak yang mengikuti ibunya di lembaga pemasyarakatan, Pasal 20 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, menyatakan: bahwa anak dari narapidana wanita yang dibawa ke dalam lapas dapat diberi makanan tambahan atas petunjuk dokter, paling lama sampai anak berumur 2 (dua) tahun. Selanjutnya dinyatakan, anak sebagaimana dimaksud di atas, telah mencapai umur 2 (dua) tahun, harus di serahkan kepada bapaknya atau sanak keluarga, atau pihak lain atas persetujuan ibunya dan dibuat dalam suatu berita acara. Namun dalam pelaksanaanya belum terakomodir dengan baik. Maka perlu diteliti dan dibahas terkait tanggung jawab negara terhadap anak yang mengikuti ibunya di lembaga pemasyarakatan dan bagaimana pemenuhan hak terhadap anak yang mengikuti ibunya di lembaga pemasyarakatan.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tanggung jawab negara terhadap anak yang mengikuti ibunya di lembaga pemasyarakatan dan untuk menjelaskan pemenuhan hak terhadap anak yang mengikuti ibunya di lembaga pemasyarakatan.
Metode penelitian yang digunakan adalah Yuridis Empiris, data yang diperoleh melalui penelitian kepustakaann dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder, sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer yang dilakukan melalui wawancara, selanjutnya data diolah dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tanggung jawab negara dalam memenuhi hak anak yang mengikuti ibunya di lembaga pemasyarakatan belum berjalan maksimal. Hal ini ditandai dengan masih kurangnya asupan makanan yang
* Mahasiswi, Program Magister Ilmu Hukum
** Ketua Komisi Pembimbing, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
*** Anggota Komisi Pembimbing, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
sehat bagi anak, kurangnya tenaga kesehatan, lingkungan yang tidak baik bagi perkembangan anak, dan hal yang paling krusial adalah tidak adanya peraturan khusus mengenai pembinaan terhadap anak yang mengikuti ibunya di lembaga pemasyarakatan, seharusnya dalam hal ini, negara hadir untuk memastikan bahwa hak-hak anak yang mengikuti ibunya selama menjalani masa hukuman tepenuhi, karena negara berkewajiban melindungi individu dan anggota masyarakat sepeti yang ditegaskan dalam hukum kodrat. Pada dasarnya, narapidana di Lapas harus diperlakukan dengan baik, oleh karena itu sistem pemasyarakatan harus menitikberatkan pada upaya pembinaan dan perawatan, dengan tujuan untuk mengembalikan keutuhan hubungan hak asasi manusia antara narapidana dan masyarakat, dalam hal ini terutama anak-anak yang mengikuti ibunya di lapas, karena mereka belum memahami konsep penjara yang dijalankan. Hal ini sesuai dengan asas kebijakan hukum pidana yang mempunyai fungsi mengarahkan aparat penegak hukum dalam mengurus, mengatur dan menyelesaikan masalah masyarakat serta mentaati hukum dengan tujuan yang mengarah pada upaya warga negara mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Sehingga lembaga pemasyarakatan terus berupaya dalam hal pemenuhan hak terhadap anak yang mengikuti ibunya di lembaga pemasyarakatan, hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator yakni, hak hidup, kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak, hak untuk mendapatkan identitas dan kewarganegaraan, hak untuk diasuh dan dibesarkan oleh orang tua, serta hak untuk memperoleh air susu ibu.
Direkomendasikan bahwa: Perlu adanya peraturan perundang-undangan yang jelas mengenai pembinaan terhadap anak yang mengikuti ibunya di lembaga pemasyarakatan, anggaran dan petugas yang terampil di bidangnya, sehingga terwujudnya perlindungan anak yang mengikuti ibunya di lembaga pemasyarakatan, disamping ini Lembaga Pemasyarakatan dalam pemenuhan hak anak, dapat menjalin kerjasama dengan dinas sosial.
STATE RESPONSIBILITY FOR CHILDREN LIVING WITH THEIR IMPRISONED MOTHERS AT THE CORRECTIONAL INSTITUTION (A Legal Research in Woman Correctional Institution Jurisdiction Class II B Sigli) Miftahul Jannah* Dr. Rizanizarli, S.H., M.H.** Dr. Muazzin, S.H., M.H.*** ABSTRAK Human rights are rights inherent in humans that must be fulfilled by the state, including the rights of children who follow their imprisoned mothers. Article 20 of the Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 32 of 1999 concerning the Terms and Procedures for the Implementation of the Rights of Prison Inmates states that: Children of female prisoners who are brought into prison may be given additional food on the instructions of a doctor, at the longest, until the child 2 years old. Furthermor, the child as referred to above, has reached the age of 2 years old, he must be handed over to his father or relatives, or other parties with the consent of his mother, and must be made in an official report. However, in practice it has not been accommodated properly. So it is necessary to research and discuss the state's responsibilities and how to fulfill the rights of children living with their imprisoned mothers at the correctional institution. This study aims to explain the responsibility of the state and the fulfillment of the rights of children living with their imprisoned mothers at the correctional institution. This research uses empirical juridical research method, and data obtained through library research and field research. Literature research was conducted to obtain secondary data, while field research, which was conducted through interviews, was conducted to obtain primary data. Furthermore, the data is processed and analyzed with qualitative descriptive analysis techniques. The results of this study indicate that the responsibility of the state in fulfilling the rights of children living with their imprisoned mothers at the correctional institution has not run optimally. This is indicated by the lack of healthy food intake for run optimally. This is indicated by the lack of healthy food intake for children,and * Students, Master’s Program In Law ** Supervisor Commission Leader, Syiah Kuala University Faculty Of Law *** Member of Supervisor Commission, Syiah Kuala University Faculty Of Law the most crucial thing is the absence of special regulations regarding the development of children. Should in this regard, the state is present to unsure that the rights of the child who follows his mother while serving the sentence is fulfilled, because the state is obliged to protect individuals an membersof society as affirmed in natural law. Basically, inmates at the correctional institution should be treated well, therefore the correctional system should focus on fostering and treatment efforts, with the aim of restoring the integrity of human rights relations between inmates and community, in this case espesially children who follow their mothers in prison, because they have not understood the concept of prisons being run. This is in accordance with the principle of criminal law policy that has the function of directing law enforcement officials in managing regulating and solving community problems and obeying the law with the aim that leads to efforts of citizens to achieve happiness and well-being. So that the correctional institution continues to strive in terms of fulfillment the rights of children who follow their impridoned mothers at the correctional institutions, this can be seen from several indicators, are the right to life, the right to survival and child development, the right to obtain identity and citizenship, the right to be cared for and raised by parents, and the right to obtain breast milk. It is recommended that: In order to realize a good child protection, there needs to be a clear legislation related to the budget and the procurement of officers who have the right qualifications. Furthermore, in the fulfillment of children's rights, correctional institutions can cooperate with social services.
TANGGUNG JAWAB NEGARA TERHADAP ANAK YANG MENGIKUTI IBUNYA SEBAGAI NARAPIDANARNDI LEMBAGA PEMASYARAKATANRN(SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM LEMBAGA PEMASYARAKATAN RNWANITA KELAS II B SIGLI) (Miftahul Jannah, 2022)
PEMENUHAN HAK NARAPIDANA WANITA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA KLAS III SIGLI (Mutia Sari, 2016)
PEMBINAAN NARAPIDANA WANITA (SUATU PENELITIAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIB SIGLI) (DARA RAIHAN WIDYA, 2021)
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA DI BANDA ACEH (Rizqi Fauzi Pradana, 2015)
GAMBARAN PENGETAHUAN NARAPIDANA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS III LHOKNGA TERHADAP PENYELAMATAN DIRI SAAT KEBAKARAN (Fashiha Qurrotul Aini, 2023)