Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI KUE PADA USAHA RUMAHAN DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
MUHAMMAD FATHIN RAHMATILLAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Teuku Saiful - 197401042000031001 - Dosen Pembimbing I
Lena Farsia - 197505052000122001 - Penguji
Eka Kurniasari - 197105152003122002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1803101010341
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
346.022
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), pengertian ganti rugi lebih menitik beratkan pada tidak terpenuhinya suatu transaksi, yakni kewajiban debitur atau pihak yang menanggung ganti rugi untuk mengganti kerugian kreditur atau pihak yang dirugikan akibat kelalaian pihak debitur tersebut., namun pada kenyataannya, kasus mengenai pembatalan pemesanan sebelah pihak terjadi pada usaha rumahan , dan pelaku usaha tidak mendapatkkan ganti rugi atas kejadian tersebut.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan mengenai penyebab wanprestasi dalam jual beli kue di usaha rumahan, bentuk-bentuk wanprestasi dalam proses jual beli kue di usaha rumahan, dan penyelesaian terhadap wanprestasi jual beli kue di usaha rumahan.
Skripsi ini menggunakan metode yuridis empiris yang diperoleh dengan melakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan yaitu menggunakan data sekunder dengan cara mempelajari literatur dan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian lapangan dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui proses wawancara dengan responden dan informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyebab wanprestasi dalam jual beli kue di usaha rumahan dikarenakan beberapa faktor, yaitu keterbatasan sumber daya produksi, kendala bahan baku, kesalahan dalam komunikasi pesanan, dalam, dan gangguan teknis, bencanaalam Bentuk-bentuk wanprestasi dalam proses jual beli kue di usaha rumahan yaitu adanya pembatalan secara sepihak dan keterlambatan membayar sisa pelunasan. Penyelesaian wanprestasi dalam jual beli kue rumahan umumnya dilakukan secara kekeluargaan dan musyawarah berupa permintaan maaf, membuat kesepakatan baru atau pembatalan perjanjian biasanya mengutamakan komunikasi terbuka antara kedua pihak agar hubungan usaha tetap terjaga.
Disarankan kepada pelaku usaha agar meningkatkan kualitas manajemen dan memperjelas kesepakatan dengan pembeli agar risiko sengketa dapat diminimalisir. Penting bagi pelaku usaha rumahan untuk mulai menerapkan perjanjian tertulis atau dokumentasi pesanan secara jelas guna mengurangi kesalahpahaman dan memperkuat posisi hukum jika terjadi wanprestasi. Penyelesaian wanprestasi yang bersifat damai dan kekeluargaan tetap menjadi pendekatan terbaik dalam skala usaha rumahan, namun pelaku usaha juga perlu memahami hak dan kewajibannya agar dapat menyelesaikan masalah secara adil dan profesional.
Tidak Tersedia Deskripsi
WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI ANTARA PELAKU USAHA SABLON DENGAN PELANGGAN (SUATU PENELITIAN DI KOTA LANGSA) (Muhammad Rafi, 2024)
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PARA PIHAK YANG DIRUGIKAN AKIBAT WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI SECARA LISAN (SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN ACEH SELATAN) (Ziaul Varizta, 2023)
KAJIAN TENTANG WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BAHAN BANGUNAN DI KECAMATAN ULEE KARENG (TAUFIQ ALQAWIY, 2022)
WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI MOBIL BEKAS ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DI KOTA LHOKSEUMAWE (AHLAN HABIBI, 2024)
WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI IKAN MAS DI DESA KUTAMBARU KECAMATAN LAWE BULAN KABUPATEN ACEH TENGGARA (LOLA SEPTYADI ISTIQOMAH. R, 2022)