Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KECELAKAAN LALU LINTAS KARENA KELALAIAN MENGAKIBATKAN KEMATIAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SUKA MAKMUE, NAGAN RAYA)
Pengarang
ELZA DWINA PUTRI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nurhafifah - 197710092003122001 - Dosen Pembimbing I
Rizanizarli - 196011151989031002 - Penguji
Iskandar A. Gani - 196606161991021001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1903101010232
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan bahwa “Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah)”. Namun pada faktanya, masih banyak terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.
Tujuan dari peneitian ini adalah untuk menjelaskan penerapan pidana terhadap pelaku tindak pidana kecelakaan lalu lintas karena kelalaian mengakibatkan kematian serta untuk menjelaskan hambatan dan upaya oleh kepolisian dalam menanggulangi angka kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum bersifat yuridis normatif dan yuridis empiris. Penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dan melalui studi lapangan dengan memperoleh data secara langsung melalui responden dan informan.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa penerapan pidana terhadap pelaku kecelakaan lalu lintas karena kelalaian mengakibatkan kematian berpedoman dalam Pasal 310 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Hakim dalam menjatuhkan pidana bagi pelaku mempertimbangkan aspek yuridis dan aspek non-yuridis sebagai dasar penjatuhan putusan. Hambatan kepolisian dalam menanggulangi angka kecelakaan lalu lintas yaitu kurangnya kepedulian masyarakat terhadap himbauan yang diberikan terkait kehati-hatian dalam berlalu lintas, orangtua yang membiarkan anaknya berkendara tanpa SIM dan kurangnya pemahaman tentang aturan lalu lintas yang berlaku. Upaya yang dilakukan kepolisian berupa mengadakan sosialisasi rutin di sekolah-sekolah, melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai peraturan lalu lintas yang berlaku, memasang spanduk-spanduk, melakukan razia kelengkapan kendaraan secara rutin serta berjaga di pos penjagaan pada wilayah yang rawan kecelakaan lalu lintas.
Diharapkan agar aparat penegak hukum lebih tegas dalam menerapkan pidana kecelakaan lalu lintas supaya dapat memberi manfaat sekaligus efek jera serta dapat memberikan peningkatan kesadaran hukum dan dapat menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian.
Article 310 paragraph (4) of Law Number 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation states that "In the event of an accident as intended in paragraph (3) which results in the death of another person, a maximum imprisonment of 6 (six) years shall be punished." and/or a maximum fine of IDR 12,000,000.00 (twelve million rupiah).” However, in fact, there are still many traffic accidents due to negligence which cause the loss of other people's lives. The aim of this research is to explain the application of punishment to perpetrators of criminal traffic accidents because negligence results in death and to explain the obstacles and efforts by the police in overcoming the number of traffic accidents that result in death. The type of research used in this research is normative juridical and empirical juridical legal research. This research was conducted through literature study and through field studies by obtaining data directly through respondents and informants. The results of the research explain that the application of criminal penalties to perpetrators of traffic accidents due to negligence resulting in death is guided by Article 310 paragraph (4) of Law no. 22 of 2009 concerning LLAJ. Judges in imposing sentences on perpetrators consider juridical and non-juridical aspects as the basis for handing down decisions. Obstacles for the police in overcoming the number of traffic accidents include the public's lack of awareness of the advice given regarding traffic caution, parents allowing their children to drive without a driver's license and a lack of understanding of the applicable traffic rules. Efforts made by the police include holding routine outreach in schools, educating the public regarding applicable traffic regulations, putting up banners, carrying out routine vehicle equipment raids and standing guard at guard posts in areas prone to traffic accidents. It is hoped that law enforcement officers will be more assertive in implementing traffic accident crimes so that they can provide benefits as well as a deterrent effect and can increase legal awareness and avoid the possibility of traffic accidents resulting in death.
TINDAK PIDANA KELALAIAN DALAM BERKENDARA YANG MENYEBABKAN HILANGNYA NYAWA ORANG LAIN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI CALANG) (MUNAWAR AULIASYAPUTRA, 2022)
TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP TINDAK PIDANA MENGEMUDIKAN KENDERAAN KARENA KELALAIAN MENGAKIBATKAN KECELAKAAN LALU LINTAS (T.Mashuri, 2015)
PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN MATINYA ORANG (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI TAKENGON) (ROMI ARIFANDI, 2019)
PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KARENA KELALAIAN PADA KECELAKAAN LALU LINTAS MENGAKIBATKAN ORANG LAIN MENINGGAL DUNIA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI CALANG) (ANNISA NOVIANTY K, 2018)
UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA YANG DILAKUKAN OLEH RESIDIVIS (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SUKA MAKMUE, NAGAN RAYA) (RIANA, 2021)