Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KEDUDUKAN PERKAWINAN YANG DILAKUKAN MELALUI QADHI NIKAH TIDAK SAH (SUATU PENELITIAN DI DESA UTEUNKOT KECAMATAN MUARA DUA KOTA LHOKSEUMAWE)
Pengarang
Almas Salsabila - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ilyas - 196504051991021001 - Dosen Pembimbing I
Iman Jauhari - 196609031994031004 - Dosen Pembimbing II
Zahratul Idami - 197012081997022001 - Penguji
Efendi - 196712071993031002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2003201010073
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S2) / PDDIKTI : 74101
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum (S2)., 2022
Bahasa
Indonesia
No Classification
346.016
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
KEDUDUKAN PERKAWINAN YANG DILAKUKAN MELALUI QADHI NIKAH TIDAK SAH
(Suatu Penelitian di Desa Uteunkot Kota Lhokseumawe)
Almas Salsabila*
Ilyas**
Iman Jauhari***
ABSTRAK
Perkawinan yang dilakukan melalui qadhi nikah tidak sah merupakan suatu perkawinan yang tidak memiliki kepastian hukum. Dimana hukum negara mengesahkan terjadinya suatu perkawinan sesuai dengan kepercayaan agama masing-masing dan tiap perkawinan tersebut dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketentuan ini telah diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Perkawinan yang dilakukan melalui qadhi nikah tidak sah di Desa Uteunkot merupakan perkawinan yang melanggar ketentuan dari undang-undang diatas, dimana dalam pelaksaannya perkawinan melalui qadhi nikah tidak sah yang terjadi di Desa Uteunkot sebagian besar tidak memenuhi rukun dan syarat sah perkawinan bahkan tidak mencatatkan perkawinannya di KUA. Tiap-tiap perkawinan wajib tercatat tetapi terdapat juga pihak-pihak yang melakukan perkawinan tidak tercatat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan kedudukan perkawinan melalui qadhi nikah tidak sah, faktor penyebab perkawinan, dan upaya yang ditempuh oleh para pihak untuk mendapatkan keabsahan perkawinan akibat perkawinan yang dilakukan melalui qadhi nikah tidak sah di Desa Uteunkot, Kota Lhokseumawe.
Metode penelitian ini menggunakan bersifat yudiris empiris, yaitu suatu penelitian yang menekankan pada peraturan hukum yang berlaku, serta dalam hal ini penelitian dilakukan dengan berawal dari penelitian terhadap data sekunder yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian terhadap data primer dilapangan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, studi kepustakaan dan studi lapangan serta Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksaan perkawinan tidak sah yang dilakukan di Desa Uteunkot dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa syarat tertentu dengan para pelaku yang berdatangan dari berbagai daerah. Faktor yang paling sering menyebabkan dilakukannya perkawinan melalui qadhi nikah tidak sah adalah faktor Pendidikan, Lingkungan, Ekonomi, Administrasi dan Biologis. Upaya mendapatkan keabsahan perkawinan para pelaku yaitu dengan cara melakukan isbat nikah. Isbat nikah dapat dilakukan dengan cara mendaftarkan perkawinan ke Pengadilan. Isbat Nikah merupakan upaya para pelaku perkawinan ilegal untuk mendapatkan kepastian hukum akan status perkawinan dan anak yang lahir dari perkawinan tersebut.
Disarankan kedepannya, para masyarakat seharusnya melakukan perkawinan secara resmi, yaitu tercatat sah dan diakui secara hukum negara dan hukum agama agar terjamin hidupnya dan perlindungan hukumnya, karena perkawinan yang dilakukan melalui qadhi niah tidak sah akan membawa dampak masalah yang besar dan terus berlanjut dikemudian hari yang akan memberi kerugian bagi pihak isteri dan anak yang lahir dari hasil perkawinan yang tidak sah tersebut. Semoga Pemimpin Desa juga harus peka terhadap permasalahan yang terjadi di Desa dan memberi Tindakan tegas terhadap hal seperti ini, dikarenakan hal ini termasuk suatu perbuatan fatal yang sangat tidak baik jika dibiarkan.
Kata kunci: Perkawinan, Qadhi, Ilegal.
The Position of Marriages Performed Through Qadhi Illegal Marriages (A Study di Uteunkot Village Lhokseumawe City) Almas Salsabila* Ilyas** Iman Jauhari*** ABSTRACT Marriages conducted through illegitimate marriage qadhi are marriages that do not have legal certainty. Where state law authorizes the occurrence of marriage on their respective religious beliefs and each marriage is recorded according to the applicable laws and regulations. This provision has been regulated in Pasal 2 of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage. Marriages carried out through illegitimate qadhi marriages in Uteunkot Village are marriages that violate the provisions of the law above, wherein the implementation of marriages through illegitimate marriage qadhi that occurred in Uteunkot Village most of them did not fulfill the pillars and requirements of a valid marriage and did not even register their marriage at the KUA. Every marriage must be registered, but some parties carry out unregistered marriages. This study aims to determine and explain the position of marriage through qadhi illegitimate marriages, the factors that cause marriages, and the efforts taken by the parties to obtain the validity of marriages due to marriages carried out through qadhi illegitimate marriages in Uteunkot Village, Lhokseumawe City. This research method uses an empirical juridical nature, namely research that emphasizes applicable legal regulations, and in this case, the research is carried out starting from research on secondary data which is then followed by research on primary data in the field with data collection techniques using interviews, literature studies and field studies and data analysis was carried out using descriptive methods. The results showed that the implementation of illegal marriages in Uteunkot Village was carried out clandestinely without certain conditions with perpetrators arriving from various regions. The factors that most often cause marriages to be carried out through illegitimate marriage qadhi are Educational, Environmental, Economic, Administrative, and Biological factors. Efforts to obtain the validity of the perpetrators' marriages are using holding marriage constituencies. Marriage certificates can be made by registering a marriage with the Court. Isbat Nikah is an attempt by perpetrators of illegal marriages to obtain legal certainty regarding marital status and children born from the marriage. It is recommended that in the future, people should carry out marriages officially, namely legally registered and recognized by state law and religious law to guarantee their lives and legal protection because marriages carried out through qadhi are not valid and will have a big impact on problems and will continue in the future. will give losses to the wife and children born from the illegitimate marriage. Hopefully, the Village Leader must also be sensitive to the problems that occur in the Village and take firm action against things like this, because this is a fatal act that is very bad if left unchecked. Keywords: Marriage; Qadhi; Illegal.
PERKEMBANGAN DAYAH ULUMUDDIN RNDI GAMPONG UTEUNKOT LHOKSEUMAWE, 1991 – 2014 (ROZATUL JANNAH, 2015)
KAJIAN YURIDIS PERNIKAHAN MELALUI QADHI LIAR (STUDI PENELITIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR) (Ratna Juita, 2017)
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DI LUAR PERNIKAHAN YANG SAH (Elsa Yumilda, 2018)
SIMULASI JARINGAN PIPA TRANSMISI AIR BERSIH MENGGUNAKAN EPANET 2.2 UNTUK SPAM LHOKSEUMAWE (MUHAMMAD YAFI, 2022)
PEMANFAATAN SIG DAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK KLASIFLKASI PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN MUARA DUA KOTA LHOKSEUMAWE (Muhammad Ikhlas, 2024)