MENGGANDAKAN DAN MEMPERJUALBELIKAN SENI RUPA SEBAGAI FAN ART TANPA IZIN PENCIPTA MELALUI MEDIA SOSIAL DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MENGGANDAKAN DAN MEMPERJUALBELIKAN SENI RUPA SEBAGAI FAN ART TANPA IZIN PENCIPTA MELALUI MEDIA SOSIAL DI INDONESIA


Pengarang

AZZA TANTYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sri Walny Rahayu - 196806141994032002 - Dosen Pembimbing I
Sanusi - 196212191989031004 - Penguji
M. Zuhri - 196804131994021001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1803101010105

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

346.048 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Berdasarkan ketentuan Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Seni rupa fan art dalam bentuk gambar termasuk objek yang dilindungi diatur pada Pasal 40 ayat (1) huruf f dan fan art merupakan karya modifikasi dan karya lain dari hasil tranformasi yang diatur pada Pasal 40 ayat (1) huruf n. Dalam Pasal 9 ayat (3) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta diatur mengenai larangan melakukan penggandaan dan penggunaan secara komersial ciptaan tanpa izin. Namun, dalam praktiknya di Indonesia terdapat 10 kasus pelanggaran hak cipta karya fan art yang ditemukan di media sosial dalam bentuk menggandakan dan memperjualbelikan karya fan art oleh fan artist tanpa izin pencipta asli dan pelaku usaha yang menggandakan dan memperjualbelikan karya fan art orang lain tanpa izin.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengkaji dan menjelaskan mengenai cara menggandakan dan memperjualbelikan ciptaan seni rupa sebagai fan art di media sosial, pelindungan hukum hak cipta Indonesia terhadap karya modifikasi gambar fan art dan upaya yang ditempuh oleh fan artist ketika karyanya digandakan dan diperjualbelikan di media sosial.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis sosiologis. Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh dengan cara mengumpulkan data primer yaitu dari data penelitian lapangan dengan melakukan wawancara responden dan informan, dan data sekunder diperoleh dari perundang-undangan terkait, tinjauan kepustakaan, dan karya ilmiah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan fan art secara komersial belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, sebab masih ditemukan fan artist yang belum melakukan perjanjian lisensi ataupun memperoleh izin dari pencipta asli atau pemegang hak dan pelaku usaha yang menggunakan fan art orang lain tanpa izin. Hukum hak cipta Indonesia dapat memberikan pelindungan terhadap karya modifikasi gambar fan art karena fan art termasuk dalam kategori jenis ciptaan dilindungi. Dalam menggunakan karya fan art miliknya untuk tujuan komersial agar dilindungi hukum sepatutnya dilakukan pembuatan perjanjian lisensi ataupun meminta izin dengan pencipta asli atau pemegang hak. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa fan artist di Indonesia, upaya awal saat terjadinya pelanggaran hak cipta oleh pelaku usaha yaitu menghubungi pelaku, memblokir massal akun pelaku dan melaporkan ke pihak e-commerce untuk menghentikan penjualan. Fan artist jarang melakukan perjanjian lisensi atau izin dikarenakan meluangkan waktu, biaya yang dikeluarkan dan alur yang rumit bagi fan artist.
Disarankan bagi fan artist dan pelaku usaha untuk lebih memahami hukum hak cipta untuk mengetahui tindakan yang akan berpotensi melanggar hak cipta dan menghindari terjadinya sengketa dengan pencipta asli atau pemegang hak.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK