KEMAMPUAN PENALARAN SPASIAL SISWA MELALUI PEMBERIAN SCAFFOLDING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KEMAMPUAN PENALARAN SPASIAL SISWA MELALUI PEMBERIAN SCAFFOLDING


Pengarang

Finiel Manik - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Cut Morina Zubainur - 197208182002122001 - Dosen Pembimbing I
Khairul Umam - 197908102008121002 - Dosen Pembimbing II
Rahmah Johar - 197011171998032002 - Penguji
Mukhlis Hidayat - 198208312006041002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1606103020019

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penalaran spasial masih belum mendapat perhatian yang cukup dari kebanyakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran matematika di sekolah. Hal ini disebabkan karena pembelajaran di sekolah hanya terfokus pada kurikulum yang sudah ditetapkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran spasial siswa melalui scaffolding. Kemampuan penalaran spasial diukur setelah diberikan scaffolding menggunakan indikator penalaran spasial yaitu rotasi mental, visual spasial, dan orientasi spasial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mixed method dengan menggunakan desain sequence explanatory. Penelitian ini melibatkan lima siswa sekolah menengah pertama yang berdomisili di daerah Lampriet, Banda Aceh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan penalaran spasial dan lembar panduan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebahagian besar siswa memenuhi indikator penalaran spasial melalui pemberian scaffolding. Sebahagian besar siswa yaitu 4 dari 5 siswa memenuhi indikator rotasi mental. Hal ini terlihat dari kemampuan keempat siswa tersebut dalam menjawab kedua soal dengan benar. Sedangkan satu siswa lainnya hanya mampu menjawab benar satu dari dua soal rotasi mental. Pada indikator visual spasial, 2 dari 5 siswa mampu menjawab dua soal indikator visual spasial dengan benar. Ketiga siswa lainnya hanya mampu menjawab satu dari dua soal indikator visual spasial dengan benar. Selanjutnya, untuk kemampuan spasial indikator orientasi spasial 4 dari 5 siswa mampu menjawab benar kedua soal orientasi spasial. Sedangkan siswa lainnya hanya mampu menjawab satu dari dua soal indikator orientasi spasial yang diberikan. Implikasi dari penelitian ini yaitu guru perlu memberikan scaffolding secara konsisten kepada siswa untuk melatih kemampuan penalaran spasial yang dimiliki oleh siswa.

Spatial reasoning still has not received sufficient attention from most teachers in the implementation of mathematics learning in schools. This is because learning in schools only focuses on the curriculum that has been set. The purpose of this study is to describe students' spatial reasoning abilities through scaffolding. Spatial reasoning ability was measured after being given scaffolding using spatial reasoning indicators, namely mental rotation, spatial visuals, and spatial orientation. The research method used in this study is a mixed method using an explanatory sequence design. This study involved five junior high school students who live in the Lampriet area, Banda Aceh. The instruments used in this study were tests of spatial reasoning abilities and interview guide sheets. The results showed that most of the students met the indicators of spatial reasoning through the provision of scaffolding. Most of the students, namely 4 out of 5 students met the mental rotation indicator. This can be seen from the ability of the four students to answer the two questions correctly. While one other student was only able to correctly answer one of the two mental rotation questions. On the visual spatial indicator, 2 out of 5 students were able to answer two questions on the visual spatial indicator correctly. The other three students were only able to correctly answer one of the two visual-spatial indicator questions. Furthermore, for spatial ability indicators of spatial orientation 4 out of 5 students were able to correctly answer both questions of spatial orientation. Meanwhile, other students were only able to answer one of the two questions on the given spatial orientation indicator. The implication of this research is that teachers need to consistently provide scaffolding to students to train students' spatial reasoning skills.

Citation



    SERVICES DESK