PELAKSANAAN PERNIKAHAN USIA ANAK DI KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PELAKSANAAN PERNIKAHAN USIA ANAK DI KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

Firhansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Iman Jauhari - 196609031994031004 - Dosen Pembimbing I
Zahratul Idami - 197012081997022001 - Penguji
Ishak - 196505081993031002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1603101010147

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK







(Dr. Iman Jauhari, S.H, M.Hum.)

Pernikahan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Pernikahan ditentukan pernikahan hanya diizinkan apabila pihak pria dan wanita telah mencapai umur 19 tahun. Namun pada kenyataanya yang sering terjadi di Aceh Tengah adalah terjadinya pernikahan pada usia yang sangat muda.
Tujuan dari penulisan skripsi ini untuk menjelaskan pelaksanaan pernikahan usia anak di kabupaten Aceh Tengah setelah adanya perubahan minimal umur pernikahan. Untuk menjelaskan kendala yang terjadi dalam pelaksanaan pernikahan usia anak dan untuk menjelaskan dampak akibat pernikahan usia anak.
Metode memperoleh data dari penulisan skripsi ini dilaksanakan melalui penelitian pustaka dan penelitian lapangan terhadap Pelaksanaan Pernikahan Usia Anak di Kabupaten Aceh Tengah , hasil yang diperoleh dari penelitian kepustakaan akan digunakan sebagai data sekunder, yang berasal dari kajian peraturan perundang – undangan, dan penelitian lapangan dilakukan dengan metode wawancara beberapa narasumber.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pernikahan di kabupaten Aceh Tengah masih banyak dilakukan diluar dari ketentuan undang-undang nomor 16 Tahun 2019 dengan batasan umur 19 tahun sehingga terjadi pernikahan usia anak. Hal ini juga terjadi karena kurangnya pemahaman orang tua tentang bahaya pernikahan usia anak baik bagi kesehatan, psikologis dan kesiapan diri untuk melakukan pernikahan.
Institusi pemerintah dalam hal ini pemerintah desa, KUA dan Puskesmas disarankan untuk melakukan sosialisasi melalui penyuluhan akan bahaya dan dampak dari pernikahan usia anak dan memberikan informasi tentang pernikahan baik kepada masyarakat maupun ke jenjang SMP atau SMA


Abstract - Marriage is an inner and outer marriage between a man and a woman as husband and wife with the aim of fostering a family and eternal life according to the One Godhead. Writing this thesis aims to explain the implementation of the age of children in Central Aceh district after a minimum change in the age of marriage. To explain the obstacles that occur in the implementation of child marriage and to explain the impact of child marriage. The method of obtaining data from thesis writing is carried out through library research and field research on the Implementation of Child Marriage in Central Aceh Regency. The results obtained from library research will be used as secondary data, originating from a study of legislation, and field research conducted by interviewing several sources. The results of the study show that marriages in Central Aceh district are still widely carried out outside of the provisions of Law number 16 of 2019 at the age limit of 19 years so that the age of the child occurs. Keywords : Marriage, KUA, Child Age, AcehTengah

Citation



    SERVICES DESK