KEMAMPUAN GURU MENGANALISIS DAN MEMANFAATKAN “VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA” | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KEMAMPUAN GURU MENGANALISIS DAN MEMANFAATKAN “VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA”


Pengarang

RAHMI HAYATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200160013

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Pendidikan Matematika Unsyiah., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Rahmi Hayati (2015). Kemampuan Guru Menganalisis dan Memanfaatkan “Video
Pembelajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik untuk Mengembangkan
Karakter Siswa”.
Guru memiliki peran penting dalam mengembangkan karakter siswa.
Pendekatan realistik dapat diterapkan guru dalam mengembangkan karakter siswa.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru
mengembangkan karakter siswa adalah melalui diskusi workshop guru. Video
pembelajaran berbasis karater dapat digunakan sebagai bahan diskusi guru dalam
workshop yang dilakukan dengan pendekatan realistik. Penelitian ini bertujuan untuk
(i)mengetahui kemampuan guru dalam menganalisis dan memanfaatkan video
pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik untuk mengembangkan
karakter siswa dan (ii) mendeskripsikan cara mengajar guru di kelas setelah
menonton video dibandingkan dengan guru model yang ada pada video.Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga orang guru
sekolah Dasar Mitra P4MRI Universitas Syiah Kuala. Instrumen penelitian ini
berupa angket, pedoman wawancara, lembar observasi, catatan lapangan.
Kemampuan guru menganalisis video pembelajaran berada pada level bervariasi.
Untuk pertemuan pertama terdapat dua orang guru berada pada level 2 dan seorang
lainnya berada pada level 1 untuk indikator interaksi yang terjadi di kelas. Dua orang
guru berada pada level 3 dan seorang lainnya berada level 1 yaitu untuk indikator
tindak lanjut terhadap penilaian interaksi. Seorang guru berada pada level 2, dan dua
orang guru lainnya berada pada level 1 yaitu untuk indikator menghubungkan
interaksi dengan standar kompetensi guru profesional. Dua orang guru berada pada
level 2 dan seorang lainnya pada level 1 yaitu untuk indikator menghubungkan
aktivitas guru dengan pendekatan matematika realistik. sedangkan seorang guru
berada pada level 2 dan dua lainnya berada pada level 1 yaitu untuk indikator cara
guru mengembangkan karakter siswa. Untuk pertemuan kedua terdapat dua orang
guru berada pada level 2 untuk indikator interaksi yang terjadi di kelas. Dua orang
guru berada pada level 3 yaitu untuk indikator tindak lanjut terhadap penilaian
interaksi. Seorang guru berada pada level 1 dan seorang guru lainnya berada pada
level 2 yaitu untuk indikator menghubungkan interaksi dengan standar kompetensi
guru profesional. Dua orang guru berada pada level 2 yaitu untuk indikator
menghubungkan aktivitas guru dengan pendekatan matematika realistik. sedangkan
seorang guru berada pada level 2 dan seorang lainnya berada pada level 1 yaitu
untuk indikator cara guru mengembangkan karakter siswa.Adapun Perbandingan
cara mengajar guru dengan guru model pada video dapat disimpulkan bervariasi.
Guru pertama mengajar relatif sama dengan guru pada video. Guru kedua melakukan
sebagian kecil dari langkah pembelajaran seperti pada video, sedangkan guru lain
tidak melakukan langkah pembelajaran seperti pada video.
Kata kunci: Kemampuan guru, Video pembelajaran, Pendekatan matematika
realistik, Karakter siswa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK