PENGGABUNGAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DAN PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA BERAT (ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI LANGSA NOMORRN140/PID.B/2024/PN LGS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGGABUNGAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DAN PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA BERAT (ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI LANGSA NOMORRN140/PID.B/2024/PN LGS)


Pengarang

INTAN HUMAIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nursiti - 197210152003122003 - Dosen Pembimbing I
Rizanizarli - 196011151989031002 - Penguji
Andri Kurniawan - 198105022006041002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2203101010157

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : .,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Putusan Pengadilan Negeri Langsa Nomor 140/Pid.B/2024/PN Lgs tentang perkara pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Terdakwa terlebih dahulu menyerang korban Darwis dengan parang hingga korban Darwis terluka, lalu Terdakwa terlibat pertikaian dengan korban Suparman dan melakukan penyerangan berulang kali hingga menyebabkan korban Suparman meninggal dunia. Setelah itu Terdakwa kembali melakukan penyerangan terhadap Zakiruddin dan Muhammad Alfajir. Terdakwa didakwa dengan dakwaan gabungan yaitu kumulatif subsideritas, Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (2) KUHP. Terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat sebagaimana dakwaan kesatu primair dan kedua primair. Namun Pengadilan Negeri Langsa hanya menjatuhkan pidana penjara selama 9 (sembilan) tahun.
Penulisan Studi Kasus ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim yang tidak memperhatikan fakta-fakta persidangan, dan menganalisis ringannya sanksi yang diberikan untuk beberapa tindak pidana (Concursus) yang dilakukan oleh Terdakwa.
Jenis penelitian ini bersifat yuridis normatif yang dilakukan dengan pendekatan kasus. Data yang didapatkan menggunakan teknik studi kepustakaan untuk mendapat bahan hukum yang terkait dengan permasalahan hukum yang diangkat.
Hasil analisis Putusan Pengadilan Negeri Langsa Nomor 140/Pid.B/2024/PN Lgs, hakim tidak memperhatikan fakta-fakta dipersidangan bahwa tindakan Terdakwa dilakukan secara berulang dengan menggunakan senjata tajam terhadap beberapa orang korban dengan tingkat kekerasan yang sangat tinggi (tingkat brutalitas), serta akibat yang ditimbulkan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan luka berat pada korban lainnya. Hakim tidak menguraikan keberadaan tindak pidana (Concursus) memperberat kesalahan terdakwa maupun mempengaruhi penentuan lamanya pemidanaannya.
Disarankan kepada hakim, dalam menjatuhkan putusan hendaknya tidak hanya berfokus pada terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana, tetapi juga mempertimbangkan secara mendalam tingkat kesalahan, jumlah korban, akibat yang ditimbulkan, serta tingkat kekerasan perbuatan sehingga pidana yang dijatuhkan tidak hanya memenuhi aspek kepastian hukum, tetapi juga mencerminkan rasa keadilan masyarakat. Diharapkan juga menguraikan secara mendalam aspek perbarengan tindak pidana (concursus) agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menjatuhkan sanksi pidana.

The Decision of the Langsa District Court Number 140/Pid.B/2024/PN Lgs concerns a case involving murder and aggravated assault resulting in serious bodily injury. The defendant initially attacked Darwis with a machete, causing serious injuries. Subsequently, the defendant became involved in a confrontation with Suparman and repeatedly assaulted him, resulting in Suparman's death. Afterward, the defendant proceeded to attack Zakiruddin and Muhammad Alfajir. The defendant was charged under a cumulative-subsidiary indictment pursuant to Article 338 of the Indonesian Criminal Code (KUHP) concerning murder and Article 351 paragraph (2) of the KUHP concerning aggravated assault resulting in serious injury. The court found the defendant legally and convincingly guilty of committing murder and aggravated assault resulting in serious bodily injury, as charged in the first primary count and the second primary count. Nevertheless, the Langsa District Court imposed a sentence of only nine (9) years' imprisonment. This case study aims to analyze the judges' legal reasoning, particularly their failure to adequately consider the facts established during the trial, and to examine the leniency of the sentence imposed despite the multiple criminal offenses (concursus) committed by the defendant. This research employs a normative juridical method using a case approach. The data were collected through library research to obtain relevant legal materials related to the legal issues examined in this study. The analysis of the Langsa District Court Decision Number 140/Pid.B/2024/PN Lgs demonstrates that the judges failed to adequately consider the trial evidence showing that the defendant repeatedly attacked multiple victims using a sharp weapon with an exceptionally high degree of violence and brutality. These actions resulted in the death of one victim and serious bodily injuries to the others. Furthermore, the judgment did not sufficiently address the existence of multiple criminal offenses (concursus) as an aggravating circumstance affecting the defendant's culpability or the determination of the appropriate sentence. It is recommended that judges, in rendering their decisions, should not focus solely on establishing the legal elements of the offenses but should also give comprehensive consideration to the degree of culpability, the number of victims, the consequences of the defendant's actions, and the level of violence involved. Such an approach would ensure that the sentence imposed not only upholds legal certainty but also reflects the public's sense of justice. In addition, judges are encouraged to provide a more thorough analysis of the doctrine of multiple offenses (concursus) so that it may serve as a meaningful consideration in determining an appropriate criminal sanction.

Citation



    SERVICES DESK