Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINJAUAN YURIDIS PENGENAAN RECIPROCAL TARIFF OLEH AMERIKA SERIKAT TERHADAP PRODUK INDONESIA MENURUT KETENTUAN WORLD TRADE ORGANIZATION (WTO)
Pengarang
YASMIN KHALISHA WAHAB - Personal Name;
Dosen Pembimbing
M. Putra Iqbal - 198010122005011002 - Dosen Pembimbing I
Sanusi - 196212191989031004 - Penguji
Lena Farsia - 197505052000122001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2103101010356
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
343.087
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
YASMIN
KHALISHA
WAHAB
2025
TINJAUAN YURIDIS PENGENAAN RECIPROCAL TARIFF
OLEH AMERIKA SERIKAT TERHADAP PRODUK
INDONESIA MENURUT KETENTUAN WORLD TRADE
ORGANIZATION (WTO)
Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala
(vi,73) pp., bibl.
M. Putra Iqbal S.H., LL.M.
Pengenaan kebijakan Reciprocal Tariff oleh Amerika Serikat terhadap produk
ekspor Indonesia sebesar 19% menimbulkan persoalan hukum dalam sistem
perdagangan multilateral WTO. Sebagai anggota WTO, Amerika Serikat terikat
pada kewajiban untuk mematuhi prinsip non-diskriminasi dan batas tarif terikat
sebagaimana diatur dalam Pasal I (Most-Favoured Nation) dan Pasal II (Tariff
Binding Commitment) GATT 1994. Namun, penerapan tarif tersebut terhadap
Indonesia dilakukan secara diskriminatif dengan mendasarkan alasan defisit neraca
perdagangan sebagai klaim pengecualian keamanan nasional, yang tidak sejalan
dengan ketentuan Pasal XXI GATT 1994. Kondisi ini menunjukkan adanya
ketidaksesuaian antara kebijakan Reciprocal Tariff Amerika Serikat dan ketentuan
hukum WTO.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kebijakan Reciprocal
Tariff Amerika Serikat terhadap produk Indonesia dengan ketentuan WTO,
khususnya prinsip Most Favored Nation dan Tariff Binding Commitment, serta
menilai penggunaan alasan keamanan nasional dalam penerapan kebijakan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan
perundang-undangan dan konseptual. Data penelitian berupa bahan hukum primer,
sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Reciprocal Tariff Amerika
Serikat melanggar Pasal I GATT 1994 karena bersifat diskriminatif dan melanggar
Pasal II GATT 1994 karena tarif yang dikenakan melebihi batas tarif terikat.
Penggunaan pengecualian keamanan nasional berdasarkan Pasal XXI GATT 1994
tidak memiliki dasar hukum yang kuat, karena defisit neraca perdagangan tidak
dapat dikategorikan sebagai keadaan darurat dalam hubungan internasional.
Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan WTO.
Pemerintah Indonesia disarankan memperkuat diplomasi bilateral untuk
meninjau kembali kebijakan tarif, serta menempuh mekanisme hukum Pasal
XXVIII GATT 1994 apabila upaya diplomatik tidak berhasil guna memperoleh
kepastian hukum dan pemulihan hak.
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDENTS’ ACHIEVEMENTS ON THE USE OF RECIPROCAL TEACHING METHOD IN READING COMPREHENSION (A QUALITATIVE STUDY AT SMAN 6 BANDA ACEH) (Putri Ace Riaula Ramadhona, 2015)
PENGARUH NILAI TUKAR DAN PDB TERHADAP EKSPOR INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT (FAISAL FAHLEVI, 2015)
THE IMPLEMENTATION OF PUBLIC MORALS UNDER THE LAW OF THE WORLD TRADE ORGANIZATION (Intan Maulianda, 2020)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHINGRNUNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA RNMATA PELAJARAN FISIKA KELAS VIII3 MTSN RNBANDA ACEH (Siti Nurjihan, 2015)
ANALISIS EKSPOR INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT (Khadijah, 2021)