STUDI GERAK DAN POSTUR OPERATOR PRIA PADA PENGOPERASIAN ALAT PENGUPAS KELAPA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI GERAK DAN POSTUR OPERATOR PRIA PADA PENGOPERASIAN ALAT PENGUPAS KELAPA


Pengarang
Dosen Pembimbing

Muhammad Dhafir - 197203302002121001 - Dosen Pembimbing I
Agus Arip Munawar - 198008092003121003 - Dosen Pembimbing II
Muhammad Idkham - 197911212005011004 - Dosen Pembimbing III
Ramayanty Bulan - 197104081998032002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1905106010058

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanaman kelapa adalah tanaman yang tumbuh di daerah tropis dan sangat mudah di temui di seluruh Indonesia. Seiring dengan meningkatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka kebutuhan manusia akan sesuatu cenderung akan naik pula. Dahulu orang harus bersusah payah untuk membuka sabut kelapa dengan cara menggigit dengan gigi, memukul-mukul dengan batu hingga akhirnya ditemukan logam sebagai alat pembantu untuk membuka sabut kelapa. Pada saat ini banyak masyarakat yang masih menggunakan pengupasan sabut kelapa dengan metode tradisional, dengan menggunakan alat seperti sundak dan parang, adapun alat yang lebih modern yaitu alat pengupas semi mekanis yaitu gunting, jungkit, dan engkol. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui tingkat risiko gerak dan tingkat kemudahan serta kenyamanan kerja operator menggunakan alat parang, sundak, gunting, engkol, jungkit.
Sample yang di gunakan pada penelitian ini adalah buah kelapa tua hijau dan coklat. Dengan alat parang, sundak, gunting, jungkit, dan engkol. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-April 2023 diperkebunan rakyat tanaman kelapa di Desa Labuy Kecamatan Baitusalam Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan pada penelitian ini mengunakan metode pengamatan dan pengumpulan data. Untuk mendapatkan hasil dari studi gerak dan postur pada penelitian ini memerlukan beberapa parameter yang di ukur yaitu, Pengolahan data video, Analisis Nordic Body Map (NBM), Selang Alami Gerakan (SAG), Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Alat dan bahan yang digunakan untuk menguji kinerja alat pengupas kelapa meliputi parang, sundak, gunting, jungkit, engkol, kamera video, meteran, lembaran koisoner, peta tubuh Nordik, patok, alat tulis, laptop, dan beberapa peralatan tambahan. Software yang digunakan dalam pengolahan data mencakup Autocad 2010 dan spreadsheet.
Hasil yang didapatkan pada penelitian ini bahwa pada pengolahan data SAG di dapatkan kalau alat tradisional yaitu parang dan sundak mendapatkan zona merah paling banyak di bandingkan dengan dengan alat semi mekanis yaitu gunting, jungkit, dan engkol, adapun hal ini di karenakan saat operator mengoperasikan alat pengupasan kelapa, operator terlalu membungkuk ataupun operator melakukan pengoperasian alat pengupas kelapa dalam keadaan yang itu dapat membahaykan dalam jangka panjang tanpa di sadari. Gaya pengupasan ialah tekanan yang diberikan kepada alat saat pengoperasian pengupasan buah kelapa, dalam penelitian ini dapat di rata-ratakan kalau gaya pengupasan (F2) bernilah 221 N. Nilai akhir RULA alat pengupas tradisisonal lebih besar dari alat pengupas semi mekanis disebabkan gaya otot yang berbeda. 24 untuk alat pengupas tradisional terlihat kalau skor RULA yang didapat antara 6 dan 7. pada alat pengupas semi mekanis didapatkan kalau skor RULA rata-rata antara 4 dan 5. Sehingga menunjukkan bahwa secara ergonomis alat pengupas semi mekanis telah dapat memperbaiki desain alat pengupas tradisional yang di gunakan selama ini, yang semula beresiko terhadap cedera dan kecelakaan kerja menjadi lebih aman dan nyaman di operasikan.

Coconut trees grow in tropical regions and are readily available throughout Indonesia. With the advancement of science and technology, human demand for essential commodities tends to increase. In the past, people had to laboriously remove coconut husks by biting with their teeth and pounding with stones, until metal was finally discovered as a tool for removing the husks. Today, many people still use traditional methods for removing coconut husks, using tools such as a sundak (saw blade) and a machete. More modern tools include semi-mechanical peeling tools such as scissors, a saw, and a crank. The purpose of this study was to determine the level of risk and the ease and comfort of operators using a machete, sundak (saw blade), scissors, a crank, and a saw. The samples used in this study were mature green and brown coconuts. The tools used were a machete, sundak (saw blade), scissors, a saw, and a crank. This research was conducted from February to April 2023 on a smallholder coconut plantation in Labuy Village, Baitusalam District, Aceh Besar Regency. The method used in this study was observation and data collection. To obtain results from the motion and posture study, several parameters were measured: video data processing, Nordic Body Map (NBM) analysis, Natural Range of Motion (SAG), and Rapid Upper Limb Assessment (RULA). The tools and materials used to test the performance of the coconut peeling tool included a machete, a sundak, scissors, a seesaw, a crank, a video camera, a tape measure, a coisoner sheet, a Nordic body map, stakes, stationery, a laptop, and several additional tools. The software used for data processing included AutoCAD 2010 and a spreadsheet. The results of this study indicate that in SAG data processing, traditional tools, namely the machete and sundak, had the highest red zone scores compared to semi-mechanical tools, namely scissors, a seesaw, and a crank. This is due to operators bending too much when operating the coconut peeling tool, or operating the coconut peeling tool in a position that can be dangerous in the long term without realizing it. Peeling force is the pressure given to the tool during the operation of peeling coconuts, in this study it can be averaged if the peeling force (F2) is 221 N. The final RULA value of the traditional peeling tool is greater than the semi-mechanical peeling tool due to different muscle forces. 24 for the traditional peeling tool it can be seen that the RULA score obtained is between 6 and 7. on the semi-mechanical peeling tool it is found that the average RULA score is between 4 and 5. So it shows that ergonomically the semi-mechanical peeling tool has been able to improve the design of the traditional peeling tool used so far, which was originally at risk of injury and work accidents to be safer and more comfortable to operate.

Citation



    SERVICES DESK