Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI STRES MENGGUNAKAN CITRA WAJAH BERBASIS CNN DAN DATA CLEANING
Pengarang
M. Akbar Latif - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Elizar - 197903052002121004 - Dosen Pembimbing I
Maulisa Oktiana - 199010252024062001 - Dosen Pembimbing I
Maya Fitria - 199005012019032020 - Dosen Pembimbing II
Rusdha Muharar - 197804182006041003 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2104111010065
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Komputer (S1) / PDDIKTI : 56202
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
006.42
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Stres merupakan kondisi psikologis yang muncul akibat tekanan emosional maupun beban kerja yang berlebihan, sehingga dapat mempengaruhi kesehatan fisik, mental, serta menurunkan produktivitas. Salah satu indikator yang paling jelas untuk mendeteksi stres adalah ekspresi wajah, karena perubahan emosional sering tercermin melalui citra wajah seseorang. Penelitian klasifikasi stres berbasis citra wajah sebelumnya menghadapi kendala pada akurasi yang rendah, yang sebagian besar disebabkan oleh kualitas data yang kurang baik dan pemilihan arsitektur model yang kurang optimal. Penelitian ini berkontribusi dengan mengusulkan penggunaan beberapa model CNN serta menerapkan proses data cleaning menyeluruh untuk meningkatkan kualitas data dan performa model. Proses cleaning meliputi pengecekan wajah valid dan penghapusan gambar kartun, serta melakukan peningkatan resolusi citra menggunakan teknik bicubic interpolation. Model dilatih dan diuji menggunakan Stress Face Dataset. Sementara itu, dataset FER-2013 digunakan untuk menguji kemampuan generalisasi, guna menilai sejauh mana model yang telah dilatih dapat beradaptasi pada dataset lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan data cleaning menghasilkan peningkatan performa yang cukup signifikan pada tiap model yang dilatih. Dimana model EfficientNetB0 menjadi model yang memiliki performa pelatihan paling optimal dengan akurasi validasi yang meningkat dari 0.7246 menjadi 0.9006. Selanjutnya, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan performa paling optimal pada model DenseNet201 dengan peningkatan akurasi dari 0.7355 menjadi 0.9120. Hasil pengujian generalisasi pada FER-2013 menunjukkan peningkatan akurasi yang cukup optimal pada model MobileNetV2, dengan peningkatan akurasi dari dari 0.7755 menjadi 0.8412.
Stress is a psychological condition that arises from emotional pressure or excessive workload, which can affect physical and mental health and reduce productivity. One of the most prominent indicators for detecting stress is facial expression, as emotional changes are often reflected in a person’s facial appearance. Previous studies on stress classification using facial images have encountered challenges related to low accuracy, largely due to poor data quality and suboptimal model architecture selection. This study addresses these limitations by proposing the use of several Convolutional Neural Network (CNN) architectures and applying a comprehensive data-cleaning process to improve data quality and model performance. The cleaning procedures include validating facial regions, removing cartoon images, and enhancing image resolution through bicubic interpolation. The models were trained and evaluated using the Stress Face Dataset, while the FER2013 dataset was utilized to assess generalization capability and determine how well the trained models adapt to an external dataset. The findings indicate that the data-cleaning process yields substantial performance improvements across all trained models. EfficientNetB0 achieved the most optimal training performance, with validation accuracy increasing from 0.7246 to 0.9006. Additionally, DenseNet201 showed the highest evaluation improvement, with accuracy rising from 0.7355 to 0.9120. Generalization testing on FER-2013 demonstrated a notable accuracy increase for MobileNetV2, improving from 0.7755 to 0.8412.
PENERAPAN METODE KORELASI FASE UNTUK PENCOCOKAN WAJAH BERBASIS CITRA TAMPAK DAN CITRA TERMAL (SYAHRUL WAHYUDI, 2019)
PERBANDINGAN KINERJA MODEL KLASIFIKASI ARSITEKTUR SHUFFLENET DAN VGG-19 UNTUK PENGENALAN WAJAH PADA ANAK AUTIS (Indah Pujiati, 2022)
PERFORMANCE ANALYSIS OF COMPUTER CLUSTERS AND NON-CLUSTER (Aridhatullah, 2015)
PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFI, COMPUTER SELF EFFICACY DAN COMPUTER ANXIETY DALAM PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BAPPEDA PROVINSI ACEH (Romi Maulana , 2016)
PENGENALAN WAJAH CITRA CROSS SPECTRAL – CROSS DISTANCE DENGAN MENERAPKAN TEKNIK AUGMENTASI DATA BERBASIS CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) (Nisa Adilla Rahmatika, 2024)