PENGARUH MODERNISASI TERHADAP MINAT REMAJA PADA PENGANAN TRADISIONAL DI KAMPUNG KEMILI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH MODERNISASI TERHADAP MINAT REMAJA PADA PENGANAN TRADISIONAL DI KAMPUNG KEMILI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

MUNADIA AMALIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Indani - 196110181987022001 - Dosen Pembimbing I
Nurul Faudiah - 196305061989032001 - Dosen Pembimbing II
Zuraini M - 196208221986082001 - Penguji
Laili Suhairi - 197010081999032002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2006104010038

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Modernisasi merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam perkembangan masyarakat, terutama di kalangan remaja. Perubahan pola konsumsi akibat arus informasi dan tren global telah mempengaruhi minat generasi muda terhadap makanan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan minat remaja terhadap penganan tradisional, serta menganalisis pengaruh modernisasi terhadap minat tersebut. Penelitian dilaksanakan di Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan penganan tradisional khas Suku Gayo. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode purposive sampling, melibatkan 40 remaja berusia 13–17 tahun sebagai responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form, dan instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier sederhana, serta uji normalitas dan linearitas sebagai prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan minat remaja terhadap penganan tradisional berada pada kategori sedang (57,5%). Uji regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara modernisasi terhadap minat remaja terhadap penganan tradisional, dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 (p < 0,05). Artinya, meskipun arus modernisasi cukup kuat, terdapat peluang untuk membangkitkan kembali minat remaja terhadap penganan tradisional apabila dikemas secara inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat pengaruh modernisasi terhadap minat remaja terhadap penganan tradisional di Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Modernization is an inevitable phenomenon in the development of society, particularly among adolescents. Changes in consumption patterns due to the flow of information and global trends have influenced the younger generation's interest in traditional foods. This study aims to determine the level of knowledge and interest among adolescents in traditional snacks, as well as to analyze the influence of modernization on that interest. The research was conducted in Kampung Kemili, Bebesen Subdistrict, Central Aceh Regency, an area known for its rich variety of traditional snacks typical of the Gayo ethnic group. A quantitative approach was used with purposive sampling, involving 40 adolescents aged 13–17 years as respondents. Data were collected through an online questionnaire using Google Forms, and the research instrument was tested for validity and reliability before use. Data analysis was carried out using simple linear regression, along with normality and linearity tests as prerequisite analyses. The results showed that the adolescents' knowledge and interest in traditional snacks were at a moderate level (57,5%). The regression test indicated a positive and significant influence of modernization on adolescents' interest in traditional snacks, with a significance value of 0.005 (p < 0.05). This suggests that despite the strong influence of modernization, there remains an opportunity to revive adolescents’ interest in traditional snacks if they are packaged innovatively and made relevant to contemporary trends. Therefore, the alternative hypothesis (Ha) in this study is accepted, indicating that modernization has a significant influence on adolescents’ interest in traditional snacks in Kampung Kemili, Bebesen Subdistrict, Central Aceh Regency.

Citation



    SERVICES DESK