WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN SEWA MENYEWA KAMAR KOS (PENELITIAN DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN SEWA MENYEWA KAMAR KOS (PENELITIAN DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH)


Pengarang
Dosen Pembimbing

Kadriah - 196701011992032001 - Dosen Pembimbing I
Susiana - 198101282006042002 - Penguji
Iskandar A. Gani - 196606161991021001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010369

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

346.022

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 1338 KUH Perdata menegaskan bahwa setiap perjanjian, berlaku sebagai undang-undang dan melahirkan hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Pasal 1548 KUHPerdata menyatakan bahwa “sewa menyewa adalah perjanjian di mana satu pihak memberikan kenikmatan atas suatu barang selama waktu tertentu dengan pembayaran harga.”Dalam pelaksanaannya, seperti yang terjadi pada sewa menyewa kamar kos di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh, ada penyewa yang tidak melaksanakan prestasi sesuai kesepakatan awal, yang mengakibatkan kerugian bagi pihak lain.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan isi perjanjian sewa menyewa kamar kos, faktor yang menyebabkan terjadinya wanprestasi dalam perjanjian sewa menyewa kamar kos, bagaimana penyelesaian terhadap wanprestasi dalam perjanjian sewa menyewa kamar kos.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan guna memperoleh data primer yang didapatkan melalui wawancara dengan responden dan informan. Penelitian kepustakaan guna memperoleh data skunder dengan cara mempelajari literatur dan perundang-undangan yang berlaku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi Perjanjian sewa menyewa kamar kos di Gampong Keuramat dan Gampong Mulia Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh, dimulai dari kesepakatan awal yang mencakup syarat dan ketentuan sewa, seperti durasi, harga, dan rupa kamar, diikuti dengan proses pembayaran, penyerahan kamar, tata tertib, dan ketentuan pembatalan. Faktor wanprestasi terjadi akibat faktor sosial, seperti kebisingan yang ditimbulkan oleh penyewa, serta faktor ekonomi, seperti pendapatan yang tidak stabil dari pihak penyewa.Penyelesaian perkara wanprestasi ini dilakukan dengan cara diberi peringatan dan musyawarah bersama.
Saran kepada Para pihak sebaiknya membuat kontrak sewa yang jelas supaya agar terhindar dari perselisihan. kepada pihak penyewa diharapkan untuk mematuhi semua aturan yang disepakati dan berkomunikasi secara terbuka dengan pemilik jika menghadapi kesulitan agar bisa diselesaikan bersama. serta semua pihak harus menjaga penyelesaian konflik akibat pelanggaran kontrak melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan, karena metode ini dianggap sebagai cara terbaik untuk menyelesaikan sengketa.

Article 1338 of the Civil Code emphasizes that every agreement has the force of law and gives rise to rights and obligations that must be fulfilled. Article 1548 of the Civil Code states that “a lease agreement is an agreement in which one party grants enjoyment of a property for a certain period in exchange for payment.” In practice, as seen in the leasing of boarding rooms in Kuta Alam District, Banda Aceh City, there are tenants who do not fulfill their obligations according to the initial agreement, resulting in losses for the other party. The purpose of this thesis is to explain the contents of the boarding room lease agreement, the factors that cause defaults in the boarding room lease agreement, and how to resolve defaults in the boarding room lease agreement. This research is an empirical legal study. The data in this research are obtained through field research and literature review. Field research aims to obtain primary data through interviews with respondents and informants. The literature review aims to obtain secondary data by studying relevant literature and regulations. The research results show that the contents of the boarding room lease agreement in Gampong Keuramat and Gampong Mulia, Kuta Alam District, Banda Aceh City, begin with the initial agreement that includes the terms and conditions of the lease, such as duration, price, and type of room, followed by the payment process, room handover, regulations, and cancellation provisions. Default occurs due to social factors, such as noise caused by tenants, as well as economic factors, such as unstable income from the tenants. The resolution of default cases is carried out through warnings and joint discussions. It is recommended that the parties create a clear lease contract to avoid disputes. Tenants are encouraged to adhere to all agreed-upon rules and to communicate openly with the owner if difficulties arise so that they can be resolved together. Furthermore, all parties should maintain conflict resolution due to contract violations through discussions and a family-oriented approach, as this method is considered the best way to resolve disputes.

Citation



    SERVICES DESK