EFEKTIVITAS BIMBINGAN PERKAWINAN (BIMWIN) DALAM MENGURANGI ANGKA PERCERAIAN DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFEKTIVITAS BIMBINGAN PERKAWINAN (BIMWIN) DALAM MENGURANGI ANGKA PERCERAIAN DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Nadiatul Rahma Wardah Ar - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Teuku Saiful - 197401042000031001 - Dosen Pembimbing I
Yusri - 196312171989031004 - Penguji
Eka Kurniasari - 197105152003122002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010051

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

346.016 6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
NADIATUL
RAHMA
ABSTRAK




EFEKTIVITAS BIMBINGAN PERKAWINAN (BIMWIN)
DALAM MENGURANGI ANGKA PERCERAIAN DI KOTA
BANDA ACEH
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(iv, 71), pp., bibl., tabl.
WARDAH AR,
2025


Dr. Teuku Saiful, S.H., M.Hum.
Pasal 5 ayat (1) Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 30
Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan, menyatakan bahwa calon pengantin
yang telah melakukan pendaftaran kehendak nikah wajib mengikuti bimbingan
perkawinan, tujuan bimbingan perkawinan adalah untuk membekali calon
pengantin tentang pengetahuan dalam membangun keluarga yang sakinah,
mawaddah dan rahmah. Meski kegiatan bimbingan perkawinan sudah diikuti,
namun masih saja ditemukan pasangan yang melakukan perceraian.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan bimbingan
perkawinan terhadap calon pengantin, menjelaskan efektivitas pelaksanaan
bimbingan perkawinan dalam mengurangi angka perceraian, serta menjelaskan
kendala dan upaya dalam melaksanakan bimbingan perkawinan di Kota Banda
Aceh.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan
menggunakan metode purposive sampling (kelayakan) dalam menentukan sampel
penelitian. Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data, yaitu
penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research),
dengan pengolahan data penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif.
Hasil penelitian ditemukan bahwa pelaksanaan bimbingan perkawinan
sebagaimana dilakukan oleh Kemenag Kota Banda Aceh melalui KUA Kecamatan
Syiah Kuala, Meuraxa dan Jaya Baru dilakukan dengan metode tatap muka
langsung, secara virtual dan mandiri. Apabila terdapat calon pengantin yang tidak
mengikuti bimbingan perkawinan, maka tidak akan bisa mencetak buku nikah
hingga mengikuti kegiatan tersebut. Bimbingan perkawinan efektif dalam menekan
angka perceraian yang ada di masyarakat Kota Banda Aceh, meskipun tidak
signifikan. Pelaksanaan bimbingan perkawinan di Kota Banda Aceh terdapat
beberapa kendala, seperti: kurangnya partitisipasi calon pengantin, keterbatasan
SDM fasilitator, kurangnya koordinasi antar instansi, keterbatasan sarana,
prasarana dan anggaran. Dalam menghadapi kendala tersebut, hal-hal yang sudah
dilakukan diantaranya seperti: melakukan sosialisasi, peguatan dan pelatihan
fasilitator, meningkatkan koordinasi antar instansi, memanfaatkan saranan/
prasarana alternatif dan melakukan optimalisasi serta efisiensi terhadap anggaran.
Disarankan kepada Kemenag Kota Banda Aceh untuk tetap terus melakukan
evalusasi rutin terhadap pelaksanaan bimbingan perkawinan tersebut. Disarankan
juga kepada Kemenag Kota Banda Aceh untuk menyusun laporan dan data sebagai
ukuran dampak dari program ini. Disarankan juga Kemenag Kota Banda Aceh
untuk mengusulkan penambahan anggaran terkait pelaksanaan bimbingan
perkawinan ini ke Kementerian Agama Republik Indonesia.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK