STUDI KOMPARATIF MATERI GEOGRAFI SMA DAN MA PADA KBK SAMPAI KURIKULUM MERDEKA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI KOMPARATIF MATERI GEOGRAFI SMA DAN MA PADA KBK SAMPAI KURIKULUM MERDEKA


Pengarang

SYALSABILA FARASHAZZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mirza Desfandi - 198212132010121001 - Dosen Pembimbing I
Ahmad Nubli Gadeng - 199202082019031010 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1806101040028

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Geografi (S1) / PDDIKTI : 87202

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

378.199

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Syalsabila Farashazza. (2025). Studi Komparatif Materi Geografi SMA Dan MA
Pada KBK Sampai Kurikulum Merdeka [Skripsi. Universitas Syiah Kuala].
Dibawah Bimbingan Dr. Mirza Desfandi, S.Pd., M.Soc.Sc., dan Dr. Ahmad Nubli
Gadeng, S.Pd., M.Pd.

Kurikulum terus berubah di Indonesia, sejak awal kemerdekaan Indonesia
kurikulum telah mengalami perubahan sebanyak 12 kali dari tahun 1947 hingga
saat ini. Perubahan tersebut menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan
perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan materi
pelajaran Geografi pada jenjang SMA dan MA dari Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KBK) hingga Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif bersifat desktiptif dengan teknik pengumpulan data studi
literatur dan wawancara mendalam, dan teknik analisis data yang meliputi reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini
adalah guru-guru Geografi yang telah mengalami perubahan lebih dari satu
kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring berjalannya waktu
kurikulum Geografi menjadi semakin kontekstual, relevan, dan berfokus pada
penguatan karakter serta kemampuan berpikir spasial. KBK dan KTSP, materi
Geografi masih sangat berpusat pada penguasaan konsep dengan metode
pengajaran yang bersifat satu arah. Guru lebih banyak mengandalkan ceramah dan
tes tertulis karena materi geografi masih sangat teoritis dan padat, Kurikulum
2013 & Revisi, guru mulai terbiasa menggunakan pendekatan saintifik dengan
langkah 5M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan),
sedangkan Kurikulum Merdeka pembelajaran Geografi mengalami pendekatan
yang lebih fleksibel dan inovatif. Namun, keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini
sangat bergantung pada kesiapan guru, mereka harus memahami kurikulum,
menguasai teknologi, dan mendapatkan dukungan fasilitas memadai yang
disediakan oleh sekolah dan pemerintah. Penelitian ini merekomendasikan pihak
terkait untuk perlu merancang kebijakan jangka panjang yang konsisten, adaptif,
penyediaan program pelatihan komprehensif, pendampingan guru secara
berkelanjutan di lapangan, serta melakukan evaluasi secara rutin terhadap
kesiapan dan pelaksanaan kurikulum di berbagai sekolah untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran geografi di sekolah.

Kata kunci: Studi Komparatif, Kurikulum, Geografi, SMA, MA, KBK,
Kurikulum Merdeka.

ABSTRACT Syalsabila Farashazza. (2025). A Comparative Study of Geography Curriculum Content in Indonesian Senior High Schools (SMA) and Islamic Senior High Schools (MA) from the Competency-Based Curriculum to the Merdeka Curriculum. [Thesis. Universitas Syiah Kuala]. Under direction of Dr. Mirza Desfandi, S.Pd., M.Soc.Sc., dan Dr. Ahmad Nubli Gadeng, S.Pd., M.Pd. The curriculum in Indonesia has undergone continuous changes, with 12 revisions since the country’s independence in 1947. These changes require teachers to constantly adapt. This study aims to compare the Geography subject matter at the senior high school (SMA) and Islamic senior high school (MA) levels from the Competency-Based Curriculum (KBK) to the Merdeka Curriculum. This research employs a qualitative descriptive approach, utilizing literature studies and in-depth interviews for data collection, and data analysis techniques that include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The population in this study consists of Geography teachers who have experienced more than one curriculum change. The results show that over time, the Geography curriculum has become increasingly contextual, relevant, and focused on character development and spatial thinking skills. In the KBK and KTSP curricula, Geography material was still heavily focused on conceptual mastery with one-way teaching methods. Teachers relied more on lectures and written tests because the material was still very theoretical and dense. In the 2013 Curriculum and its revisions, teachers began to use a scientific approach with the 5M steps (observing, questioning, experimenting, reasoning, and communicating). Meanwhile, in the Merdeka Curriculum, Geography learning has adopted a more flexible and innovative approach. However, the success of curriculum implementation greatly depends on teacher readiness, including understanding the curriculum, mastering technology, and having adequate facilities provided by schools and the government. This study recommends that stakeholders design consistent and adaptive long-term policies, provide comprehensive training programs, offer continuous teacher mentoring in the field, and regularly evaluate the readiness and implementation of the curriculum in various schools to improve the quality of geography learning. Keywords: Comparative Study, Curriculum, Geography, Senior High School, Madrasah Aliyah, KBK, Merdeka Curriculum

Citation



    SERVICES DESK