WANPRESTASI TERHADAP HAK UPAH PELATIH DALAM PERJANJIAN KEPELATIHAN (SUATU PENELITIAN DI KLUB SEPAK BOLA PERSIRAJA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

WANPRESTASI TERHADAP HAK UPAH PELATIH DALAM PERJANJIAN KEPELATIHAN (SUATU PENELITIAN DI KLUB SEPAK BOLA PERSIRAJA BANDA ACEH)


Pengarang

CUT MAHARANI AZZURRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Indra Kesuma Hadi - 198104252006041002 - Dosen Pembimbing I
Andri Kurniawan - 198105022006041002 - Penguji
Rismawati - 196710091994032001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010177

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam Pasal 1601 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, disebutkan terdapat dua jenis perjanjian untuk melakukan perkerjaan yaitu perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk melakukan pekerjaan bagi pihak yang lainnya menerima upah dan perjanjian pemborongan, dalam hubungnan hukum antara pelatih dengan klub sepak bola dituangkan dalam bentuk perjanjian namun kenyataan yang terjadi meskipun telah dibuat suatu perjanjian antara klub sepak bola dengan pelatih, masih ada penyimpangan perjanjian antara pelatih dengan pihak klub, salah satunya ialah mengenai hak upah yang menjadi kewajiban pihak klub, yang mengakibatkan terjadinya wanprestasi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk dan pelaksanaan perjanjian antara pelatih dengan klub sepak bola, untuk menjelaskan faktor penyebab tejadinya wanprestasi antara pelatih sepak bola dengan klub sepak bola, serta untuk menjelaskan penyelesaian sengketa wanprestasi antara pelatih dengan klub sepak bola.
Penelitian yang dipergunakan bersifat yuridis empiris. Penelitian ini memperoleh data melalui studi kepustakaan dan wawancara yang dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian diketahui bahwa bentuk perjanjian antara pihak klub dengan pelatih adalah bentuk perjanjian tertulis dibawah tangan dan pelaksanaan perjanjian yang dilakukan dengan baik hanya dua bulan saja dari lima bulan. Diketahui bahwa penyebab terjadinya wanprestasi antara pihak klub dengan pelatih sepakbola disebabkan karena tidak adanya dana klub. Penyebab tidak adanya dana adalah karena tidak mendapat pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kemudian upaya penyelesaian sengketa wanprestasi yang dilakukan klub sepak bola terhadap pelatih adalah musyawarah atau negoisasi, namun jika tidak terselesaikan maka masalah akan diselesaikan oleh Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia.
Disarankan klub sepak bola di Indonesia dalam hal pembayaran hak upah harus memperhatikan batas waktu yang telah disepakati sehingga tidak merugikan salah satu pihak. Disarankan agar pihak klub sepak bola agar memenuhi kewajiban yang telah disepakati. Untuk penyelesaian sengketa Jika ada ketidaksepakatan, maka pertimbangkan negoisasi atau arbitrase untuk mencapai kesepakatan yang adil bagi kedua belah pihak.

This research is entitled "Management of the Banda Aceh Hakka Studio towards Preserving Lion Dance for the Next Generation". The formulation of the problem in this research is how to manage the Hakka Studio in Banda Aceh City if there is no next generation. This research aims to describe the management of Hakka studios in Banda Aceh City if there is no next generation. This research took place at the Hakka Studio. The subjects of this research are the coaches and players of the Aceh Hakka Lion Dance Studio. The object of this research is the management of the Hakka Studio towards preserving the Lion Dance for the next generation. This research was conducted using descriptive analysis methods using qualitative data. With data collection techniques through observation, interviews and documentation. Based on the results of research at Sanggar Hakka so far it has gone well, this can be seen from the management aspects which have gone as expected, planning to produce dance works and planning competition event information. Furthermore, at the organizational stage, this can also be seen from the form of the studio's organizational structure which functions to explain the existence and responsibilities of each studio administrator. Supervision of the Hakka studio itself can be seen from the supervision of the studio head regarding the teaching process and activities in the studio. These good results can be seen through indications of the results seen from the achievements they get every time they compete. However, in managing the movement of the Hakka studio, there are obstacles in the formation of new regeneration, this is because many teenagers of Chinese descent who live in Banda Aceh decide to continue their studies, resulting in reduced regeneration in this studio, it is feared that this will reduce the preservation of this studio. This does not make Harianto as the trainer of the Hakka studio discouraged about future achievements, from this obstacle it is hoped that he can increase promotion and understanding of this art so that it is increasingly popular with the public. Keywords: Lion Dance, Generation, Organizational Management, Preservation.

Citation



    SERVICES DESK