Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERLINDUNGAN KONSUMEN PADA AIR MINUM ISI ULANG YANG MENGANDUNG BAKTERI ESCHERICHIA COLI (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
DELTA RATNA JUNINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Indra Kesuma Hadi - 198104252006041002 - Dosen Pembimbing I
Susiana - 198101282006042002 - Penguji
M. Putra Iqbal - 198010122005011002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2003101010337
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum (S1)., 2024
Bahasa
Indonesia
No Classification
343.071
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Indra Kesuma Hadi, S.H., M.H
Dalam Pasal 4 ayat (4) Permenkes Nomor 2 tahun 2023 Tentang Pengaturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan yaitu “setiap produsen/penyedia/penyelenggara air minum atau pangan siap saji wajib memastikan air minum atau pangan olahan siap saji yang diproduksi memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan (SBMKL) dan persyaratan kesehatan”. Namun, pada data yang ada di lapangan tepatnya di Kota Banda Aceh ditemukan tiga depot air minum isi ulang (untuk selanjutnya disebut AMIU) yang di dalam AMIU pada depot tersebut mengandung bakteri escherichia coli (E. Coli).
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan kerugian akibat mengonsumsi air minum isi ulang yang mengandung bakteri E. coli, menjelaskan upaya yang dilakukan konsumen ketika mengalami kerugian dalam mengonsumsi air minum isi ulang yang mengandung bakteri E. coli dan menjelaskan peran pemerintah dalam mengatasi beredarnya air minum isi ulang yang mengandung bakteri E. coli.
Metode penelitian dalam penulisan ini digunakan penelitian hukum yuridis empiris. Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan guna mendapatkan data sekunder dan penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer yang dilakukan melalui teknik wawancara dengan sejumlah responden dan informan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya kerugian yang dialami konsumen yaitu kerugian dari aspek kesehatan dan kerugian materil yang mana konsumen harus mengeluargakan biaya pengobatan dari sakit yang dialami.Upaya yang sudah dilakukan konsumen saat mengalami kerugian dalam mengonsumsi AMIU yang mengandung bakteri E. Coli yaitu melakukan pengaduan kepada pihak Dinas kesehatan dan YaPKA. Peran pemerintah dalam mengatasi beredarnya AMIU yang mengandung bakteri E.coli yaitu dengan melakukan pengawasan kepada pelaku usaha depot AMIU dengan pemberitahuan kepada petugas sanitarian untuk setiap puskesmas yang ada di Kota Banda Aceh agar melakukan pengawasan, selanjutnya petugas dari puskemas akan menyurati ke depot AMIU masing-masing wilayah kerja untuk menindaklanjuti terkait hal tersebut.
Disarankan kepada pelaku usaha untuk memahami aturan hukum yang berlaku terkait barang dan jasa yang diperjualbelikan, kepada pemerintah untuk semakin meningkatkan kinerjanya dalam mengawasi dan memberi perlindungan kepada konsumen terkait AMIU yang mengandung bakteri E. Coli, kepada konsumen harus lebih cermat dalam memilih AMIU yang layak konsumsi yaitu depot AMIU yang melakukan uji laboratorium atau pengawasan secara rutin.
PERLINDUNGAN KONSUMEN PADA AIR MINUM ISI ULANG YANG MENGANDUNG BAKTERI ESCHERICHIA COLI (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (DELTA RATNA JUNINA, 2024)
PERBANDINGAN KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR MINUM ISI ULANG DITINJAU DARI PROSES REVERSE OSMOSIS DAN PROSES ULTRAVIOLET DI KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH (Dania Saraswati, 2016)
PERBANDINGAN KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR MINUM ISI ULANG DITINJAU DARI PROSES REVERSE OSMOSIS DAN PROSES ULTRAVIOLET DI KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH (Dania Saraswati, 2014)
ANALISA KUALITATIF BAKTERIOLOGIS PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KOTA BANDA ACEH (Mawardi, 2025)
KEAMANAN AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH: ANALISIS PH, LOGAM BERAT TIMBAL (PB), KEKERUHAN, TOTAL PADATAN TERLARUT DAN ESCHERICHIA COLI (FADLINA, 2025)