PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA PADA MATERI TURUNAN FUNGSI ALJABAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA PADA MATERI TURUNAN FUNGSI ALJABAR


Pengarang

Ma Ul Uyun - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Suryawati - 196307171987032001 - Dosen Pembimbing I
Mailizar - 198105252006041002 - Dosen Pembimbing II
Rahmah Johar - 197011171998032002 - Penguji
Khairul Umam - 197908102008121002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1906103020035

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Matematika., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam belajar matematika. Namun, siswa masih memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah. Siswa belum terbiasa menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah yang tepat pada soal-soal non rutin. Salah satu model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara benar untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah model pembelajaran flipped classroom. Penelitian ini bertujuan membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran model flipped classroom dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada materi turunan fungsi aljabar. Penelitian dengan pendekatan campuran ini menggunakan Posttest Only Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 10 Fajar Harapan dengan sampel diambil melalui teknik random sampling masing-masing untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpukan dengan menggunakan dua macam instrumen yaitu tes dan non tes. Tes kemampuan pemecahan masalah matematis diberikan kepada siswa kelas eksperimen dan juga siswa kelas kontrol, sedangkan non tes berbentuk wawancara tentang kendala yang dihadapi mereka dalam kegiatan pembelajaran dilakukan terhadap tiga siswa kelas eksperimen yang masing-masing memiliki kemampuan pemecahan masalah berdasarkan kategori tinggi, sedang, dan rendah. Data kemampuan pemecahan masalah matematis dianalisis dengan uji t dan data kualitatif dianalisis menggunakan model Miles and Hubberman. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran flipped classroom lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, (2) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran flipped classroom berada pada kategori sedang, terdiri atas 51,5% siswa berkemampuan tinggi; 24,2% siswa berkemampuan sedang; dan 24,2% siswa berkemampuan rendah, dan (3) Kendala bagi siswa yang berkemampuan rendah adalah tidak fokus menonton video pembelajaran dan tidak mengikuti pembelajaran sampai selesai, kendala siswa yang berkemampuan sedang adalah belum mampu menerapkan konsep atau prinsip yang telah dipelajari melalui video untuk menyelesaikan tugas kelompok, sedangkan siswa yang berkemampuan tinggi tidak mempunyai kendala.

The ability to solve problems is an ability that students must have in learning mathematics. However, students still have low problem solving abilities. Students are not used to writing down the correct steps for solving non-routine questions. One learning model that utilizes information and communication technology correctly to overcome these problems is the flipped classroom learning model. This study aims to compare the mathematical problem solving abilities of students who take part in the flipped classroom learning model with students who take conventional learning on the Topic of Derivatives of Algebraic Functions This research with a mixed approach uses the Posttest Only Control Group. The population in this study were all students of class XI SMA Negeri 10 Fajar Harapan with two class samples taken through random sampling technique for the experimental class and the control class respectively. Data was collected using two kinds of instruments, namely tests and non-tests. Mathematical problem-solving ability tests were given to experimental class students as well as control class students, while non-tests in the form of interviews about the obstacles they faced in learning activities were only carried out on three experimental class students, each of whom had problem-solving abilities based on high, medium, and high categories. and low. Mathematical problem-solving ability data were analyzed using the t-test at a significance level of 5%, and qualitative data were analyzed using the Miles and Hubberman model. The results of data analysis show that (1) The mathematical problem solving abilities of students who take part in flipped classroom learning are better than students who take conventional learning, (2) The mathematical problem solving abilities of students who take part in flipped classroom learning are in the medium category, consisting of 51.5% students with high abilities; 24.2% students with moderate abilities; and 24.2% students with low abilities, and (3) The obstacle for students with low abilities is not being enthusiastic about watching learning videos and not participating in learning until it is finished, the obstacle for students with moderate abilities is not able to apply concepts or principles that have been learned through videos to complete group assignments, while high-ability students have no problems.

Citation



    SERVICES DESK