TANGGUNG JAWAB RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH TERHADAP PASIEN SEBAGAI KONSUMEN JASA DALAM MEMPEROLEH PELAYANAN KESEHATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TANGGUNG JAWAB RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH TERHADAP PASIEN SEBAGAI KONSUMEN JASA DALAM MEMPEROLEH PELAYANAN KESEHATAN


Pengarang

DINDA ANNISA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Eka Kurniasari - 197105152003122002 - Dosen Pembimbing I
Ishak - 196505081993031002 - Penguji
Syarifuddin - 195812311989031018 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1903101010166

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Konsumen dan Pasal 52 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit merupakan dasar hukum hak pasien dalam memperoleh pelayanan yang mengatur hubungan antara rumah sakit dan pasien. Dalam hal ini, pasien dianggap sebagai konsumen dan rumah sakit sebagai pelaku usaha yang menyediakan pelayanan kesehatan harus menjamin terpenuhinya hak-hak pasien. Namun dalam kenyataannya, pelayanan yang diberikan RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh hingga saat ini belum cukup baik sehingga penting untuk dikaji.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan hambatan yang dihadapi pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan dan pertanggung jawaban pihak RSUD Meuraxa terhadap hambatan tersebut.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode yuridis empiris. Data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan dengan cara kajian literatur dan peraturan perundang-undangan. Data primer diperoleh melalui penelitian lapangan dengan cara mewawancara responden dan informan.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa hambatan yang dialami pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan diantaranya rujukan pasien ditolak karena tidak sesuai, pasien datang cepat tetapi mendapat nomor antrian lama, dan pasien harus menunggu lama di poli karena petugas belum datang. RSUD Meuraxa dalam hal ini bertanggung jawab terhadap pasien yang mengalami kerugian akibat hambatan yang dialaminya dengan cara melakukan upaya akreditasi, memperbaiki mutu pelayanan, melakukan evaluasi kinerja, serta menerapkan tindakan korektif.
Disarankan agar RSUD Meuraxa lebih memahami hak dan kewajibannya serta menambah tenaga kesehatan yang berada dalam lingkupnya dan melengkapi sarana dan prasarana yang tersedia guna. Pasien disarankan agar lebih mengetahui hak dan kewajibannya serta mengetahui prosedur pelayanan yang diberikan oleh RSUD Meuraxa agar meminimalisir hambatan yang dialami oleh pasien.

Consumers and Article 52 of Law Number 44 of 2009 concerning Hospitals are the legal basis for the patient's right to obtain services that regulate the relationship between the hospital and the patient. In this case, patients are considered as consumers and hospitals as business actors who provide health services must guarantee the fulfillment of patient rights. However, in reality, the services provided by the Meuraxa General Hospital in Banda Aceh City have not been good enough so it is important to study this. Writing this thesis aims to explain the obstacles faced by patients in obtaining health services and the responsibility of the Meuraxa Hospital for these obstacles. Writing this thesis using empirical juridical method. Secondary data was obtained through library research by way of reviewing literature and laws and regulations. Primary data was obtained through field research by interviewing respondents and informants. Based on the results of the study it was found that the obstacles experienced by patients in obtaining health services included patient referrals being rejected because they were not appropriate, patients arriving quickly but getting long queue numbers, and patients having to wait long at the poly because the officers had not arrived. Meuraxa Hospital in this case is responsible for patients who experience losses due to obstacles they experience by carrying out accreditation efforts, improving service quality, conducting performance evaluations, and implementing corrective actions. It is suggested that Meuraxa General Hospital understand their rights and obligations better and add more health workers within their scope and complete the available facilities and infrastructure. Patients are advised to know more about their rights and obligations and know the service procedures provided by the Meuraxa Hospital in order to minimize the obstacles experienced by patients.

Citation



    SERVICES DESK