IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK KOSMETIKA IMPORT DENGAN KEMASAN BERBAHASA ASING DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK KOSMETIKA IMPORT DENGAN KEMASAN BERBAHASA ASING DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

SALSABILLA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

T. Haflisyah - 196709081994021001 - Dosen Pembimbing I
Ilyas - 196504051991021001 - Penguji
Roslaini Ramli - 196602261993032002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1903101010250

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

346.071

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Berdasarkan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen tepatnya pada Pasal 8 ayat 1 huruf (j) menyebutkan bahwa Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang tidak mencantumkan informasi dalam bahasa Indonesia. Namun saat ini masih beredar produk kosmetika import yang digunakan oleh masyarakat namun tidak mencantumkan label dengan bahasa Indonesia dijual secara bebas.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan seperti apa implementasi perlindungan konsumen terhadap produk kosmetika import dengan kemasan berbahasa asing di Kota Banda Aceh, pelaksanaan tanggung jawab pelaku usaha terhadap akibat yang dialami konsumen, peran dan kendala yang dialami BPOM dalam pengawasan terhadap produk kosmetika import dengan kemasan berbahasa asing di Kota Banda Aceh.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Guna memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Data dianalisis secara kualitatif.
Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa implementasi perlindungan konsumen terhadap produk kosmetika import dengan kemasan berbahasa asing memiliki kesenjanggan yang dimana Undang-Undang Perlindungan Konsumen tidak terlaksana dengan benar. Tanggung jawab pelaku usaha terhadap akibat yang dialami konsumen yaitu dalam bentuk ganti rugi dan edukasi serta saran terhadap konsumen. Peran dan Kendala yang dialami BPOM dalam pengawasan yaitu BPOM berperan memantau peredaran kosmetika import baik secara pre market ataupun post market, kendala yang dialami yaitu tingkat pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha yang rendah, tingkat ketelitian konsumen yang rendah dalam memilih produk kosmetika import, online shope yang sulit untuk dijangkau pengawasannya, jarak ke daerah kecil yang jauh dari kota dan lemahnya sistem keamanan perbatasan negara Indonesia.
Disarankan kepada pelaku usaha agar cermat mengetahui dan menjalankan kewajibannya sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, kepada BPOM Banda Aceh agar terus tegas melakukan pengawasan kosmetika import dan memberikan tindakan yang tegas bagi pelaku usaha yang tidak dapat berkontribusi dalam menaati aturan yang berlaku.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK