PEMENUHAN HAK-HAK ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI TINGKAT PENYIDIKAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR BENER MERIAH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMENUHAN HAK-HAK ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI TINGKAT PENYIDIKAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR BENER MERIAH)


Pengarang

Apriliyani Rizki - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rizanizarli - 196011151989031002 - Dosen Pembimbing I
Ilyas - 196504051991021001 - Penguji
Mahfud - 198004152005011003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1503101010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

345.025 554

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Apriliyani Rizki,
(2023)




(Dr. Rizanizarli, S.H., M.H)
Hukum merupakan bagian penting dalam mengatur kehidupan manusia dan digunakan sebagai alat untuk mencapai keadilan. Dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dijelaskan bahwa perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, dan berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah menjelaskan proses penegakan hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika pada proses penyidikan di tingkat kepolisian, penyebab belum diterapkannya hak-hak terhadap anak, hambatan dan upaya penegak hukum dalam memenuhi hak-hak terhadap anak yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.
Data diperoleh melalui penelitian empiris, pengambilan sapmpel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (purposive sampling), dan yang menjadi responden adalah kasat narkoba, anak yang berhadapan dengan hokum, dan pekerja sosial pendamping anak. Analisis data diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan yang diolah dengan sistematis dan dianalisis dengan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan data dari Polres Bener Meriah bahwa terdapat beberapa anak yang tidak dipenuhi hak-haknya, seperti anak yang sedang mengalami proses hukum terpaksa harus ditahan di Polres Bener Meriah dan digabungkan bersamaan dengan tahanan dewasa lainnya. Hal itu jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 sebagaimana disebutkan dalam Pasal 64 huruf (b) yaitu pemisahan dari orang dewasa. Anak seharusnya tidak boleh ditahan dan digabungkan bersamaan dengan orang dewasa selama anak tersebut masih mendapat jaminan dari orang tua/wali dan tidak menghilangkan barang bukti sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Penanganan perkara anak yang tidak dibedakan dengan perkara orang dewasa dipandang tidak tepat karna sistem yang demikian akan merugikan kepentingan anak yang bersangkutan.

Citation



    SERVICES DESK