KEDUDUKAN KAMERA SIRKUIT TELEVISI TERTUTUP SEBAGAI ALAT BUKTI ALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BUKITTINGGI) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KEDUDUKAN KAMERA SIRKUIT TELEVISI TERTUTUP SEBAGAI ALAT BUKTI ALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BUKITTINGGI)


Pengarang

WAFIQ AR RAHMAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nursiti - 197210152003122003 - Dosen Pembimbing I
Eka Kurniasari - 197105152003122002 - Penguji
Tarmizi - 196707171993031004 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1803101010340

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum (S1)., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

345.026 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rekaman Closed Circuit Television (CCTV) adalah alat perekaman yang menggunakan satu atau lebih kamera video dan menghasilkan data video atau audio. Pada saat ini CCTV banyak digunakan sebagai barang bukti dalam tindak pidana khususnya pencurian. Dalam Pasal 184 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) disebutkan ada 5 alat bukti yaitu keterangan saksi, ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa. Kedudukan kamera CCTV tidak diatur dalam KUHAP sebagai alat namun keberadaan kamera CCTV tersebut sangat membantu penyidikan tindak pidana baik di Kepolisian, Kejaksaan
maupun di Pengadilan.
Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan kedudukan CCTV sebagai alat bukti dalam pembuktian tindak pidana pencurian, menjelaskan bagaimana kendala yang dihadapi dalam menentukan CCTV sebagai alat bukti dan apa bagaimana menanggulangi kendala CCTV sebagai alat bukti tindak pidana pencurian.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan empiris.
Data diperoleh berdasarkan fakta objektif yang didapatkan dalam penelitian lapangan, berupa wawancara dengan responden serta data kepustakaan yang bersumber dari buku-buku referensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rekaman CCTV
terhadap tindak pidana pencurian hanya digunakan sebagai barang bukti dan dapat dipergunakan sebagai tambahan alat bukti petunjuk, selama itu bisa memperjelas dan memperkuat dalil-dalil yang dituntut oleh Penuntut Umum, serta dapat membentuk keyakinan Hakim dalam memutus dan mengadili suatu tindak pidana.Beberapa kendala yang dihadapi dalam menentukan CCTV sebagai alat bukti adalah kualitas dari hasil rekaman CCTV yang kurang bagus, jangkauan penggunaan CCTV, hambatan dalam penyimpanan, serta kurangnya sarana dan prasarana di Pengadilan. Upaya mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengkaitkan kejadian dengan keterangan saksi, menggunakan pendapat para ahli, dan penerapan penggunaan terhadap keamanan CCTV.
Disarankan adanya peningkatan khususnya di bagian sarana maupun
prasarana yang mununjang agar dikemudian hari CCTV mendapatkan peranan penting, dan dibuat aturan khusus CCTV sebagai alat bukti yang sah, jika suatu tindak pidana tidak ada dilihat oleh saksi dan untuk proses di peradilan agar mudah dipublikasikan, sehingga akan memudahkan proses peradilan.

Closed Circuit Television (CCTV) recording is a recording device that uses one or more video cameras and produces video or audio data. At this time CCTV is widely used as evidence in criminal acts, especially theft. In Article 184 paragraph (1) of the Criminal Procedure Code (KUHAP) it is stated that there are 5 pieces of evidence, namely witness statements, experts, letters, instructions and statements of the accused. The position of CCTV cameras is not regulated in the Criminal Procedure Code as a tool, but the presence of CCTV cameras is very helpful in investigating criminal acts, both in the Police, the Attorney General's Office. as well as in Court. The purpose of this study is to explain the position of CCTV as evidence in proving the crime of theft, explain what are the obstacles encountered in determining CCTV as evidence and how to overcome the obstacles of CCTV as evidence of a crime of theft. The research method used is an empirical approach method. The data were obtained based on objective facts obtained in field research, in the form of interviews with respondents and bibliographical data sourced from reference books. The results showed that the use of CCTV footage Against the crime of theft it is only used as evidence and can be used as additional evidence, as long as it can clarify and strengthen the arguments demanded by the Public Prosecutor, and can form the judge's conviction in deciding and adjudicating a crime. in determining CCTV as evidence are the quality of the CCTV recordings that are not good, the range of use of CCTV, obstacles in storage, and the lack of facilities and infrastructure in the Court. Efforts to overcome these problems are to link the incident with witness testimony, use expert opinion, and apply the use of CCTV security. It is recommended that there be an increase, especially in the facilities and infrastructure supporting infrastructure so that in the future CCTV will have an important role, and special regulations for CCTV as valid evidence are made, if a crime is not seen by witnesses and for proceedings in court so that it is easy to publish, so that it will facilitate the judicial process.

Citation



    SERVICES DESK