PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PADA PELAYANAN KESEHATAN GIGI YANG DILAKUKAN OLEH TUKANG GIGI (SUATU PENELITIAN KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PADA PELAYANAN KESEHATAN GIGI YANG DILAKUKAN OLEH TUKANG GIGI (SUATU PENELITIAN KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

CUT SITI ULYANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ilyas - 196504051991021001 - Dosen Pembimbing I
Sufyan - 196612311993031017 - Penguji
Wardah - 197103012006042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1603101010302

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 6 ayat 2 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2014 tentang pembinaan, pengawasan dan perizinan, pekerjaan tukang gigi dimana disebutkan bahwa pekerjaan tukang gigi meliputi membuat gigi tiruan lepasan sebagian dan/atau penuh yang terbuat dari bahan heat curing acrylic yang memenuhi ketentuan persyaratan kesehatan dan memasang gigi tiruan lepasan sebagian dan/atau penuh yang terbuat dari bahan heat curing acrylic dengan tidak menutupi sisa akar gigi. Dalam praktiknya masih ada tukang gigi yang memasang behel dan melakukan pemutihan gigi tanpa izin namun konsumen tidak menindak lanjuti ke proses penyelesaiannya diranah hukum. Oleh sebab itulah tukang gigi semakin banyak yang berani untuk membuka praktiknya, padahal kesalahan tersebut termasuk perbuatan melawan hukum.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan perlindungan hukum bagi konsumen pengguna jasa pelayanan kesehatan gigi yang dilakukan oleh tukang gigi tanpa izin, untuk mengetahui dan menjelaskan faktor penyebab tukang gigi masih menjalankan praktiknya walaupun telah dilarang oleh undang-undang dan untuk menjelaskan upaya hukum yang dilakukan komsumen untuk melindungi haknya dari tindakan tukang gigi yang melakukan perbuatan melawan hukum
Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris. Untuk memperoleh data lapangan melakukan wawancara sejumlah responden dan informan.
Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan perlindungan hukum bagi konsumen pengguna jasa pelayanan kesehatan gigi yang dilakukan oleh tukang gigi tanpa izin untuk menghindarkan akibat-akibat negatif dari perilaku pelaku usaha yang dapat menyesatkan dan merugikan konsumen. Faktor penyebab tukang gigi masih menjalankan praktiknya walaupun telah dilarang oleh undang-undang ialah diakarenakan faktor ekonomi, kurangnya pengetahuan dan biaya yang murah. Upaya hukum yang dilakukan komsumen untuk melindungi haknya dari tindakan tukang gigi yang melakukan perbuatan melawan hukum ialah melaporkan ke Dinas Kesehatan.
Disarankan Kepada tukang gigi dapat melakukan tindakan medis sesuai dengan undang-undang yang ditujukan untuk tukang gigi, mengikuti pembinaan skill terhadap profesi tukang gigi oleh pemerintah setempat agar memenuhi standar yang sesuai dengan undang-undang dan kepada tukang gigi juga dapat mengurus kembali masa perpanjangan izin praktik. Sedangkan untuk konsumen diharapkan bijak dan lebih berhati-hati. Kepada dinas kesehatan harus menegur dengan serius dalam peneguran dikarenakan ini menyangkut dengan kesehatan konsumen.

Article 6 paragraph 2 of Regulation of the Minister of Health Number 39 of 2014 concerning guidance, supervision and licensing, dental artisan work where it is stated that dental artisan work includes making partial and/or full removable dentures made of heat curing acrylic material that meets the provisions of health and installing partial and/or full removable dentures made of heat curing acrylic material without covering the remaining tooth roots. In practice, there are still dental artisans who install stirrups and whiten teeth without permission, but consumers do not follow up the legal settlement process. That is why more and more dental artisans have the courage to open their practice, even though this mistake is an act against the law. Writing this thesis aims to explain the implementation of legal protection for consumers who use dental health services carried out by dental artisans without a permit, to find out and explain the factors that cause dental artisans to still carry out their practice even though it has been prohibited by law and to explain the legal remedies taken by consumers to protect their rights from the actions of dental artisans who commit acts against the law This type of research is empirical juridical research. To obtain field data conducted interviews with a number of respondents and informants. Based on the results of research on the implementation of legal protection for consumers who use dental health services carried out by dental artisans without a license to avoid the negative consequences of the behavior of business actors that can mislead and harm consumers. Factors causing dental artisans to continue practicing even though it has been prohibited by law are due to economic factors, lack of knowledge and low costs. Legal efforts made by consumers to protect their rights from the actions of dentists who commit acts against the law are to report to the Health Service. It is recommended that dentists can carry out medical procedures in accordance with the law aimed at dentists, participate in skill development for the dental artisan profession by the local government so that they meet the standards in accordance with the law and dental artisans can also arrange a renewal period for practicing permits . Meanwhile, consumers are expected to be wise and more careful. The health department must seriously reprimand them because this is related to consumer health.

Citation



    SERVICES DESK