PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH PELAKU USAHA BECAK KONVENSIONAL TERHADAP PELAKU USAHA TRANSPORTASI ONLINE (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH PELAKU USAHA BECAK KONVENSIONAL TERHADAP PELAKU USAHA TRANSPORTASI ONLINE (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

PUTRI ZAHARA PHONNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Azhari - 196408241989031002 - Dosen Pembimbing I
M. Putra Iqbal - 198010122005011002 - Penguji
Rismawati - 196710091994032001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1803101010355

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

345

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 1365 KUH Perdata mengatur tentang Perbuatan Melanggar Hukum, dalam Pasal tersebut dikatakan “Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut”. Meski perbuatan dan sanksi tersebut telah diatur, tetapi pelaku usaha becak konvensional yang melakukan perbuatan melawan hukum masih ditemukan di Kota Banda Aceh ini, khususnya di penyeberangan Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan becak konvensional melakukan perbuatan hukum dan sanksi terhadap becak konvensional jika melakukan pelanggaran hukum terhadap transportasi online dan untuk mengetahui upaya pemerintah dalam menangani becak konvensional jika melakukan perbuatan melawan hukum terhadap transportasi online.
Penelitian ini menerapkan penelitian yuridis empiris yaitu menganalisa permasalahan dengan cara memadukan bahan hukum dan data yang diperoleh langsung dari penelitian lapangan. Pengumpulan data juga dilakukan dengan mewawancarai responden dan informan.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menununjukkan bahwa unsur-unsur dalam perbuatan melawan hukum membuktikan pelaku usaha becak konvensional melakukan perbuatan melawan hukum terhadap pelaku usaha transportasi online, becak konvensional melakukan tindakan melarangan transportasi online untuk menjemput konsumen kedalam pekarangan penyeberangan Pelabuhan Ulee Lheue hanya karena mereka sudah melakukan kesepakatan sesama pelaku usaha becak konvensional dan pelaku usaha transportasi online sedangkan kesepakatan tersebut tidak sah secara hukum karena tidak ada peraturan yang mengaturnya. Seharusnya becak konvensional tidak boleh melarang hal tersebut, karena becak konvensional dan transportasi online sama-sama merupakan transportasi. Becak konvensional melakukan perbuatan berpura-pura menjadi konsumen dari transportasi online hanya untuk memancing agar transportasi online masuk ke wilayah penyeberangan Pelabuhan Ulee Lheue, terkadang mereka sengaja memesan melalui aplikasi hanya untuk menjerat transportasi online.
Disarankan kepada becak konvensional kesepakatan mengenai tarif harga becak konvensional agar ada kepastian tarif bagi konsumen, hal ini untuk menarik minat konsumen untuk menggunakan becak konvensional, sehingga becak tidak lagi melakukan hal-hak curang terhadap transportasi online.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK