Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINDAK PIDANA KELALAIAN YANG MENYEBABKAN LUKA BERAT YANG DILAKUKAN OLEH TENAGA KESEHATAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI LHOKSEUMAWE
Pengarang
ANDI MIRZA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ida Keumala Jempa - 196811081994032002 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1803101010122
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum (S1)., 2022
Bahasa
Indonesia
No Classification
345
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pasal 84 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan menyebutkan setiap tenaga kesehatan yang melakukan kelalaian berat yang mengakibatkan penerima pelayanan kesehatan luka berat dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun. Namun, dalam penelitian ini tenaga kesehatan telah melakukan kelalaian yaitu salah transfusi darah B yang seharusnya adalah darah O. Hal ini bertentangan dengan kewajiban tenaga kesehatan yang seharusnya merawat pasien. Tenaga kesehatan tersebut melanggar Pasal 58 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2014. Kondisi tersebut menyebabkan pasien berada di pihak yang lemah. Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan untuk menjelaskan penyelesaian terhadap tindak pidana kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Kota Lhokseumawe. Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh dengan melakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan menggunakan data sekunder dengan cara mempelajari literatur dan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian lapangan menggunakan data primer yang didapatkan melalui proses wawancara dengan responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana ini adalah faktor tingkat pengetahuan masih sangat rendah, faktor diskomunikasi, faktor perawatan pasien yang salah rencana, faktor kondisi fisik yang capek atau mengalami kelelahan, dan faktor tidak berhati-hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian tindak pidana kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Kota Lhokseumawe diproses melalui hukum pidana dan pertanggungjawaban pidana itu sendiri mengacu kepada pidana penjara. Disarankan kepada tenaga kesehatan harus melakukan tindakan sesuai dengan standar operasional prosedur guna menghindarkan dari tuntutan tindak pidana kelalaian. Pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal diberikan kepada pasien menjadi hal penting dan harapan bagi seorang pasien untuk memperoleh suatu kesembuhan.
Article 84 paragraph (1) of Law Number 36 of 2014 concerning Health Workers states that any health worker who commits gross negligence resulting in the recipient of health services being seriously injured shall be punished with imprisonment for a maximum of 3 years. However, in this study, health workers have made negligence, namely the wrong blood transfusion of B blood which should be O blood. This is contrary to the obligations of health workers who are supposed to treat patients. The health worker violates Article 58 paragraph (1) of Law Number 36 of 2014. This condition causes the patient to be on the weak side. The purpose of writing this thesis is to explain the factors that cause the occurrence of criminal acts of negligence committed by health workers and to explain the settlement of criminal acts of negligence committed by health workers in Lhokseumawe City. The data in writing this thesis were obtained by conducting library research and field research. Literature research uses secondary data by studying the literature and applicable legislation. Field research uses primary data obtained through the interview process with respondents and informants. The results showed that various factors that led to the occurrence of this crime were the factor of a very low level of knowledge, the discommunication factor, the wrong patient care factor, the physical condition factor being tired or experiencing fatigue, and the factor of not being careful. The results of the study indicate that the settlement of criminal acts of negligence committed by health workers in Lhokseumawe City is processed through criminal law and criminal liability itself refers to imprisonment. It is recommended to health workers to take action in accordance with standard operating procedures to avoid prosecution for criminal acts of negligence. Good and maximum health services provided to patients are important and hope for a patient to get a cure.
PENYERTAAN DALAM TINDAK PIDANA MALAPRAKTIK TENAGA KESEHATAN YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI MEULABOH) (T. MUHAMMAD ALFIS SYAHRIN, 2023)
PERTANGGUNGJAWABAN KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN TIPIKOR BANDA ACEH) (Ibsaini, 2018)
TINDAK PIDANA KELALAIAN PERAWAT YANG MENYEBABKAN KEMATIAN PASIEN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI MEULABOH) (M.RIFKI ANANDA, 2023)
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PERTAMBANGAN MINERAL TANPA IZIN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI CALANG). (FADHIL HENDRI, 2024)
PENJATUHAN PIDANA DENDA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SIGLI) (BAKHTIAR, 2018)