Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PLASTICIZER SERTA NISBAH PATI DENGAN AIR TERHA…

Resvi Dayanti

RINGKASAN Edible film merupakan jenis kemasan plastik berupa lembaran fleksibel yang tidak berserat dan tidak mnengandung bahan metalik dengan ketebalan lebih kecil dari 0.01 inch atau 0,25 mm. Edible film juga dapat digunakan sebagar penghalang terhadap gas O dan uap air sehingga dapat memperpanjang masa simpan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan beras (Oryza sativa, terutama beras patah untuk pembuatan edible film dengan memperhatikan pengaruh kondisi proses yai…

PENGARUH NISBAH PATI DENGAN AIR DAN KONSENTRASI GLISEROL (PLASTICIZER) TERHAD…

Rehan Mustika

RINGKASAN Edible film merupakan kemasan yang berbentuk lembaran tipis yang dibalutkan keseluruh permukaan bahan. Selain dapat dimakan, edible film dapat juga berfungsi sebagai penghalang masuknya oksigen dan uap air sehingga dapat memperpanjang masa simpan bahan pangan dan dapat mengurangi penggunaan bahan kemasan yang bersifat non edible Penelitian im bertujuan untuk menentukan kadar optimum nisbah pati denganair dan konsentrasi gliserol pada proses pembuatan edible film yang terbuat dari p…

PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PLASTICIZER SERTA NISBAH PATI DENGAN AIR TERHA…

Devi Mulyana

RINGKASAN Edible film merupakan jenis kemasan plastik yang bersifat biodegradable dan dapat dikonsumsi langsung bersama dengan bahan pangan yang dikemas. Kemasan ini merupakan kemasan film yang berupa lembaran fleksibel yang tidak berserat dan tidal mengandung bahan metalik dengan ketebelan lebih keeil dani 0,01 inch atau 0,5 mm. Edible film juga dapat digunakan sebagar penghalang terhadap gas O dan uap air sehingga dapat memperpanjang masa simpan makanan Penelitian ini bertujuan untuk memp…

EKSTRAKSI GELATIN DARI LIMBAH KULIT IKAN LEUBIM (CANTHIDERMIS MACULATA) DAN P…

Cut Faradila

Abstrak. Kementrian Kelautan dan Perikanan bahwa produksi perikanan nasional mencapai 23,26 juta ton yang terdiri dari 6,04 juta ton merupakan hasil perikanan tangkap 17,22 ton dari hasil perikanan budidaya. Hampir dari 20% hasil dari pengolahan ikan berupa limbah yang terdiri dari kulit ikan, tulang ikan, sirih ikan dan kepala ikan. Jika dikalkulasikan limbah yang dihasilakan sebanyak 4,65 juta ton. Limbah yang dihasilakan selama proses pengolahan ikan tersebut dapat menyebabkan polusi dan p…

KAJIAN PROSES PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI KARAGENAN

Salman

Telah dilakukan penelitian tentang proses pembuatan dan karakterisasi edible film dari karagenan. Edible film dibuat dengan metode inversi fasa dengan variasi konsentrasi karagenan 1%, I,25% , I,5%, I,75% serta konsentrasi plasticizer l0 %, 20% dan 30%. Karakterisasi edible film meliputi uji ketebalan, kuat tarik, elongasi, permeabilitas oksigen, daya absorbsi air, uji kelarutan film dan aplikasi edible film pada irisan buah apel. Edible film terba…

PENGEMBANGAN NANOBIOKOMPOSIT EDIBLE FILM DARI CATFISH SKIN DIPERKUAT DENGAN N…

Ratna

Penggunaan plastik non-degradable harus diminimalkan dengan menggunakan kemasan yang terbuat dari biopolimer untuk mengatasi dan mengurangi masalah lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu pengembangan nanobiokomposit dari limbah biopolymer alam untuk meghasilkan kemasan nanoedible film (NEF) yang bersifat active packaging adalah fokus pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan nanobiokomposit edible film dengan memanfaatkan limbah tandan pisang barangan, limbah kulit i…

PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PANDAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT …

Intan febrina putri

Kemasan edible merupakan jenis kemasan yang dapat bersifat biodegradable yang dapat dikonsumsi langsung bersama dengan bahan pangan yang dikemas. Kemasan edible dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu edible coating dan edible film Edible film merupakan jenis pengemas yang berupa lembaran tipis yang dibalut ke seluruh pennukaan bahan. Edible film berfungsi sebagai penghalang bagi penyerapan oksigen, kelembaban an minyak terutama pada kondisi kelembaban relatif rendah sampai s…

VARIASI KONSENTRASI SORBITOL PADA PEMBUATAN KEMASAN EDIBLE FILM DARI LIMBAH A…

PUTRI RIZKINAZAR

RINGKASAN Air cucian beras merupakan air yang diperoleh dari proses pencucian beras. Air cucian beras sangatlah mudah didapatkan, hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia yang cenderung menggunakan beras sebagai makanan pokok sehari-hari sehingga menghasilkan limbah yang cukup besar, Selain itu limbah air cucian beras juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan edible. Edible film menjadi salah satu solusi yang tepat dan ramah lingkungan sebagai bahan pengemas makanan. Edible film adal…

KARAKTERISTIK EDIBLE FILM BERBASIS LIMBAH CAIR TAHU DENGAN VARIASI SORBITOL S…

MUTIA

ABSTRAK Limbah cair tahu yang dihasilkan oleh pabrik dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi kontribusi industri tahu dalam mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara memanfaatkan limbah cair tahu menjadi kemasan edible film. Edible film adalah kemasan tipis untuk melindungi produk dan tidak berbahaya bagi konsumen dan lingkungan karena tidak mengandung bahan yang berbahaya sehingga layak dimakan serta dapat diaplikasikan sebagai pelapis yang mampu melindungi produk makanan yang d…

KAJIAN PEMBUATAN KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS LIMBAH CAIR TAHU

DIAN KHAIRANITA NASUTION

Tahu adalah salah satu jenis makanan yang sangat digemari masyarakat dengan limbah yang yang dihasilkan cukup besar dalam setiap prosesnya. Limbah cair tahu merupakan limbah yang paling banyak diperoleh pada pembuatan tahu dan masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan edible film. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui karakteristik dari edible film meliputi ketebalan, kekuatan tarik, elongasi dan laju transmisi uap air dengan penambahan gliserol serta mengetahui…




    SERVICES DESK