Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP STATUS DAN KEDUDUKAN HAK WARIS ANAK DARI PERKAWINAN SIRI DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM
Pengarang
MUHIBBUN AMIR SYAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Syamsul Bahri - 197911152008121001 - Dosen Pembimbing I
Indra Kesuma Hadi - 198104252006041002 - Penguji
Syamsul Bahri - 197911152008121001 - Penguji
Fikri - 197908032003121002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1403101010230
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum (S1)., 2022
Bahasa
Indonesia
No Classification
346.016
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
MUHIBBUN AMIR SYAH,
2021 TINJAUAN YURIDIS TERHADAP STATUS DAN KEDUDUKAN HAK WARIS ANAK DARI PERKAWINAN SIRI DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
(viii, 67) pp, bibl.
(Syamsul Bahri, S.HI., M.A.)
Perkawinan merupakan sarana untuk memperoleh keturunan yang selanjutnya menjadi sebagai ahli waris yang mendapatkan warisan. Warisan adalah hak yang diperoleh seorang anak, namun dengan adanya peristiwa perkawinan siri, seorang anak yang dilahirkan dari perkawinan siri mengalami kendala terhadap status dan kedudukannya dalam mendapatkan warisan. Saat ini perkawinan siri belum memiliki tempat secara legalitas dalam hukum nasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status dan kedudukan hak waris anak dari perkawinan siri menurut hukum Islam, menjelaskan status dan kedudukan anak yang berasal dari perkawinan siri serta menjelaskan proses penyelesaian masalah yang timbul dari status dan kedudukan hak waris anak dari perkawinan siri.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan konseptual (conception approach) dan pendekatan kasus (case approach). Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari peraturan perundang-undangan dan meninjau konsep yang dibangun dalam syariat Islam.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, yaitu bahwa dalam syariat Islam tidak ada perbedaan antara perkawinan yang dicatatkan dan perkawinan yang tidak dicatatkan (perkawinan siri) terhadap hak untuk memperoleh warisan. Status dan kedudukan anak dari perkawinan siri tetap diakui haknya sebagai ahli waris. Berbeda halnya dengan status dan kedudukan menurut hukum nasional saat ini, dimana anak berasal dari perkawinan siri tidak memperoleh hak waris disebabkan perkawinan yang tidak diakui dan memiliki legalitas penyelesaian sengketa dalam pembagian warisan. Berlakunya putusan Mahkamah Konstitusi memberikan sedikit penyelesaian terhadap kendala status dan kedudukan yang diperoleh anak dari perkawinan siri.
Diharapkan bagi pengemban kebijakan untuk memperhatikan aspek keadilan terhadap anak yang dilahirkan dari perkawinan siri, sehingga kesalahan yang telah dilakukan orang tua tidak mengurangi hak yang diperoleh anak dari perkawinan siri.
Tidak Tersedia Deskripsi
STATUS DAN KEDUDUKAN HAK WARIS ANAK DARI PERKAWINAN SENASAB (SEDARAH) DALAM PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) (JANIAR RIZKI, 2020)
PENOLAKAN ITSBAT NIKAH OLEH MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH TERHADAP STATUS ANAK YANG LAHIR DARI PERKAWINAN SIRI (ANALISIS TERHADAP PENETAPAN NOMOR 246/PDT.P/2021/MS.BNA) (CUT INDAH ATIKA RANI, 2025)
PELAKSANAAN PEMENUHAN HAK KEPERDATAAN ANAK DARI PERKAWINAN SIRI (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (Nadya Nova Azzahra Siregar, 2022)
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENCATATAN STATUS NIKAH SIRI DALAM KARTU KELUARGA (Nazar Fuadi Nur, 2022)
KEDUDUKAN AHLI WARIS DAN HAK WARIS DALAM PERKAWINAN BERBEDA AGAMA DI INDONESIA (TAUFIQURRAHMAN, 2020)