PROSES PEMBELAJARAN DAYAH TRADISIONAL DI DAYAH RAUDHATUL QUR'AN DARUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PROSES PEMBELAJARAN DAYAH TRADISIONAL DI DAYAH RAUDHATUL QUR'AN DARUSSALAM


Pengarang

BEN TAHMAT - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Erna Hayati - 195911041990032001 - Dosen Pembimbing I
Irwan Putra - 198801012019031015 - Penguji
Saiful - 197606142001121002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1706101010017

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Tahmat, Ben. 2022. Proses Pembelajaran Dayah Tradisional Di Dayah Raudhatul Qur’an Darussalam. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:

(1) Erna Hayati, S.H, M.Hum (2) Ridayani, SH., M.H

Kata Kunci: Proses Pembelajaran, dan Dayah Tradisional

Penelitian ini berkaitan tentang: ”Proses Pembelajaran Dayah Tradisional Di Dayah Raudhatul Qur’an Darussalam. Dayah Salafi dianggap tidak cocok lagi untuk diterapkan pada proses pembelajaran dikarenakan tidak mengikuti proses pembelajaran yang mengikuti zaman, padahal disisi lain keberadaan Dayah Salafi memiliki akar yang kuat dalam membangun peradaban manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana proses pembelajaran di Dayah Raudhatul Qur’an darussalam. (2). Untuk mengetahui bagaiman pengawasan Pendidikan Dayah Raudhatul Qur’an Darussalam oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh. (3). Untuk mengetahui bagaimana efektifitas sistem pembelajaran Dayah Raudhatul Qur’an darussalam menurut Qanun Aceh No 09 Tahun 2018 Tentang Penyelengaraan Pendidikan Dayah di Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: wawancara dan dokumentasi dengan subjek penelitian berjumlah 8 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pembelajaran Dayah Raudhatul Qur’an masih menggunakan kitab kuning sebagai pedoman utama, sistem pembelajaran dalam bentuk halaqah dengan metode sorogan dengan menggunakan media pembelajaran papan tulis dan alat tulis serta evaluasi di adakan pada ahir tahun pembelajaran. (2) Pengawasan berupa kunjungan seperti silaturahmi, pemberian bantuan berupa sarana dan prasarana, sedangkan pada bidang Pendidikan belum ada pengawasan secara langsung. (3) Efektifitas pembelajaran Dayah Raudhatul Qur’an berdasarkan Qanun Aceh No 09 Tahun 2018 Sudah baik di lihat dari sarana dan prasarana yang sudah cukup memadai, meskipun belum maksimal sehingga masih memerlukan pengembangan. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) kitab kuning merupakan pedoman utama dalam proses pembelajaran, sistem pembelajaran berbentuk halaqah dengan metode sorogan. (2) Pengawasan dinas Pendidikan Dayah Aceh berupa kunjungan dalam bentuk silaturahmi, pembahasan bantuan dan menjalin kontraktual sarana dan prasarana. (3) Efektifitas pembelajaran Dayah Raudhatul Qur’an sudah baik, berdasarkan Qanun Aceh No 09 Tahun 2018 tentang sarana dan prasarana yang sudah cukup memadai di Dayah Raudhatul Qur’an. Kemudian saran dari penelitian ini adalah: (1) Bagi pemerintah harapanya untuk dapat mengevaluaasi kebijakan tentang Dayah. (2) Bagi dinas Pendidikan Dayah Aceh harapannya dapat menambahkan program kunjungan bagi Dayah di Aceh. (3) Bagi Ustadz diharapkan mengembangkan proses pembelajaran sehingga dapat sesuai dengan yang di harapkan. (4) Bagi Dayah harapanya dapat menunjang proses pembelajaran sehingga di wujudkan seperti yang di harapkan.

ABSTACT This research is related to: "Traditional Dayah Learning Process in Dayah Raudhatul Qur'an Darussalam. The Salafi Dayah is considered no longer suitable to be applied to the learning process because it does not follow the learning process that follows the times, whereas on the other hand the existence of the Salafi Dayah has strong roots in building human civilization. The aims of this research are: (1) To describe how the learning process in Dayah Raudhatul Qur'an darussalam is. (2). To find out how to supervise the Dayah Raudhatul Qur'an Darussalam Education by the Aceh Dayah Education Office. (3). To find out how effective the Dayah Raudhatul Qur'an darussalam learning system is according to Aceh Qanun No 09 of 2018 concerning the Implementation of Dayah Education in Aceh. This study uses a qualitative approach and the type of descriptive research. The data collection techniques in this study were: interviews and documentation with 8 research subjects. The results showed that: (1) The learning process of Dayah Raudhatul Qur'an still uses the yellow book as the main guide, the learning system is in the form of halaqah with the sorogan method using blackboard learning media and stationery and evaluation is held at the end of the learning year. (2) Supervision in the form of visits such as gatherings, providing assistance in the form of facilities and infrastructure, while in the field of Education there is no direct supervision. (3) The effectiveness of Dayah Raudhatul Qur'an learning based on Aceh Qanun No. 09 of 2018 It is good to see from the facilities and infrastructure that are already quite adequate, although not maximal yet so they still need development. The conclusions in this study are (1) the yellow book is the main guide in the learning process, the learning system is in the form of halaqah with the sorogan method. (2) Supervision of the Aceh Dayah Education office in the form of visits in the form of friendship, discussion of assistance and contractual arrangements for facilities and infrastructure. (3) The effectiveness of learning Dayah Raudhatul Qur'an is good, based on Aceh Qanun No. 09 of 2018 regarding facilities and infrastructure that are already adequate in Dayah Raudhatul Qur'an. Then the suggestions from this research are: (1) For the government, the hope is to be able to evaluate the policy on Dayah. (2) For the Aceh Dayah Education office, it is hoped that they can add a visit program for Dayah in Aceh. (3) Ustadz are expected to develop the learning process so that it can be in accordance with what is expected. (4) For Dayah, it is hoped that it can support the learning process so that it is realized as expected. Keywords: Learning process, traditional dayah.

Citation



    SERVICES DESK