Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGERINGAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) DENGAN ALAT PENGERING ENERGI SURYA UNTUK PRODUKSI ASAM SUNTI
Pengarang
M Reza Fahlefi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1005106010069
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : fakultas teknik pertanian., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
M. REZA FAHLEFI. 1005106010069. Pengeringan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Dengan Alat Pengering Energi Surya Untuk Produksi Asam Sunti. Di bawah bimbingan Dr. Rita Khathir, S.TP.,M.Sc sebagai pembimbing utama bersama Rahmat Fadhil, S.TP.,M.Sc sebagai pembimbing anggota.
RINGKASAN
Pengeringan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) adalah proses utama dalam menghasilkan asam sunti. Pengeringan asam sunti selama ini menggunakan metode penjemuran dengan menggunakan media anyaman yang terbuat dari daun kelapa (bleut). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengeringan belimbing wuluh dengan alat pengering energi surya.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat pengering energi surya, bleut, anemometer, humiditymeter, timbangan analitik 5 kg, dan baskom. Bahan yang digunakan adalah belimbing wuluh, dan garam dapur. Parameter yang dianalisis adalah temperatur, kelembaban relatif, kecepatan udara, susut bobot, kadar air, vitamin C, total asam, pH, dan pengujian organoleptik.
Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pengeringan belimbing membutuhkan waktu selama 3 hari. Temperatur rata-rata ruang pengering tertinggi terjadi pada hari ke-1 yaitu 38,2 °C dan kelembaban relatif rata-rata ruang pengering terendah terjadi pada hari ke-2 sebesar 40,3 %. Temperatur rata-rata lingkungan tertinggi terjadi pada hari ke-2 yaitu 36,6 °C dan kelembaban relatif terendah di lingkungan terjadi pada hari ke-1 yaitu 46,2%. Aliran udara rata-rata diruang pengering (0,28 m/s) lebih rendah dibandingkan dengan aliran udara rata-rata di lingkungan (1,48 m/s). Susut bobot asam sunti yang dikeringkan dengan alat pengering energi surya (72,74%) lebih besar dari susut bobot asam sunti yang dikeringkan dengan bleut (69,72%). Sedangkan kadar air akhir asam sunti yang dikeringkan dengan alat pengering energi surya (46,82 %) lebih keil dari kadar air asam sunti yang dikeringkan dengan bleut (53,27 %). Vitamin C rata-rata asam sunti yang dikeringkan dengan bleut (0,58 mg/100 g bahan) lebih tinggi dari vitamin C rata-rata asam sunti yang dikeringkan dengan alat pengering energi surya (0,53 mg/100 g bahan). Total asam rata-rata asam sunti yang dikeringkan dengan bleut (4,05 %) lebih kecil dari total asam rata-rata asam sunti yang dikeringkan dengan alat pengering energi surya (4,37 %). Derajat keasaman rata-rata asam sunti yang dikeringkan dengan bleut (1,01) lebih besar dari pH rata-rata asam sunti yang dikeringkan dengan alat pengering energi surya (0,58). Kadar air rata-rata asam sunti yang dikeringkan dengan bleut (53,2 %) lebih tinggi dari rata-rata kadar air asam sunti yang dikeringkan dengan alat pengering energi surya (46,8 %). Berdasarkan analisis sidik ragam untuk semua parameter tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara asam sunti yang dikeringkan dengan alat pengering energi surya dan asam sunti yang dikeringkan dengan bleut, kecuali pada parameter derajat keasaman. Dari hasil organoleptik panelis lebih menyukai asam sunti yang dikeringkan dengan menggunakan bleut dibandingkan dengan asam sunti yang dikeringkan dengan alat pengering energi surya, baik dari aroma, tekstur, dan warna.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGERINGAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) DENGAN ALAT PENGERING ENERGI SURYA UNTUK PRODUKSI ASAM SUNTI (M Reza Fahlefi, 2014)
UJI KINERJA ALAT PENGERINGAN ENERGI SURYA DENGAN PENAMBAHAN KINCIR ANGIN SAVONIUS UNTUK PENGERINGAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) (Mimi Kargita, 2017)
ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI UNTUK PENGERINGAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) DENGAN ALAT PENGERING EFEK RUMAH KACA (ERK) (Helfira Yani, 2024)
PENGARUH ASAM SUNTI BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (MULYAYUNINA RAHMAH, 2015)
RANCANG BANGUN PENGENDALI LOGIKA FUZZY PADA ALAT PENGERING BELIMBING WULUH (IRZIKRI NAUFALDI, 2022)