TINDAK PIDANA PENELANTARAN DALAM LINGKUP RUMAH TANGGA DISERTAI KEKERASAN YANG DILAKUKAN OLEH ANGGOTA MILITER (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER I-01 BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINDAK PIDANA PENELANTARAN DALAM LINGKUP RUMAH TANGGA DISERTAI KEKERASAN YANG DILAKUKAN OLEH ANGGOTA MILITER (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER I-01 BANDA ACEH)


Pengarang

Shintia Melda Rahma D R - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurhafifah - 197710092003122001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1603101010095

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

343.01

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 49 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT) menyebutkan bahwa “Dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah), setiap orang yang menelantarkan orang lain dalam lingkup rumah tangganya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1)”. Dalam kenyataannya masih saja terjadinya tindak pidana penelantaran dalam lingkup rumah tangga disertai kekerasan yang dilakukan oleh anggota Militer di wilayah hukum Pengadilan Militer I-01 Banda Aceh.
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya tindak pidana penelantaran dalam lingkup rumah tangga disertai kekerasan yang dilakukan oleh anggota militer serta untuk menjelaskan pertimbangan hakim terhadap pelaku tindak pidana penelantaran dalam lingkup rumah tangga disertai kekerasan yang dilakukan oleh anggota militer.
Metode yang dilakukan menggunakan penelitian yuridis empiris yaitu penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara penelahaan peraturan perundang-undangan, literatur serta karya ilmiah sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor penyebab terjadinya tindak pidana penelantaran dalam lingkup rumah tangga disertai kekerasan yang dilakukan oleh anggota militer yakni faktor ekonomi, faktor domestik, faktor sistemik, faktor tidak bisa mengontrol kemarahan dari pelaku serta pertimbangan hakim terhadap pelaku tindak pidana penelantaran dalam lingkup rumah tangga disertai kekerasan yang dilakukan oleh anggota militer yaitu pertimbangan keputusan Majelis Hakim dapat ditinjau berdasarkan sifat yuridis maupun sosiologis agar dapat menciptakan rasa keadilan bagi pihak-pihak yang bersangkutan. Perkara kasus diatas memiliki pertimbangan-pertimbangan baik itu dari sisi tuntutan Oditur Militer, alat bukti, kesaksian dalam persidangan, barang bukti serta keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakwa.
Disarankan agar pimpinan militer harus sering memberikan arahan terkait keluarga baik melalui apel maupun acara kerohanian dan disarankan agar Hakim dapat memberikan hukuman alternatif seperti memperbaiki hubungan antara suami isteri apabila hal ini tidak capai maka Hakim dapat memutuskan dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya bagi anggota militer yang melakukan tindak pidana penelentaran yang disertai kekerasan dalam rumah tangga tidak memandang pangkat ataupun jabatan.

Article 49 paragraph (1) of Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence (PKDRT) states that "The punishment is a maximum imprisonment of 3 (three) years or a maximum fine of Rp. 15,000,000.00 (fifteen million rupiah). rupiah), every person who neglects other people within the scope of his household as referred to in Article 9 paragraph (1)". In reality, there are still criminal acts of neglect in the domestic sphere accompanied by violence committed by members of the military in the jurisdiction of the Military Court I-01 Banda Aceh. The purpose of writing this thesis is to explain the factors causing the occurrence of criminal acts of neglect in the household scope accompanied by violence committed by members of the military and to explain the judge's considerations against perpetrators of criminal acts of neglect in the household scope accompanied by violence committed by members of the military. The method used is empirical juridical research, namely library and field research. Literature research is carried out by reviewing legislation, literature and scientific works, while field research is carried out by interviewing respondents and informants. The results of the study explain that the factors causing the occurrence of criminal acts of neglect in the household scope accompanied by violence committed by members of the military are economic factors, domestic factors, systemic factors, factors that cannot control the anger of the perpetrators and the judge's consideration of the perpetrators of the crime of neglect in the household scope. accompanied by violence committed by members of the military, namely the consideration of the judge's decision can be reviewed based on the juridical and sociological nature in order to create a sense of justice for the parties concerned. The case above has considerations both in terms of the demands of the Military Prosecutor, evidence, testimony in court, evidence and aggravating and mitigating circumstances for the defendant. It is recommended that the military leadership should often provide direction related to the family either through apples or spiritual events and it is suggested that the judge can provide alternative punishments such as improving the relationship between husband and wife. who commits a criminal act of neglect accompanied by domestic violence regardless of rank or position.

Citation



    SERVICES DESK