KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CORE DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI SMPN 10 BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CORE DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI SMPN 10 BANDA ACEH


Pengarang

Marniar Ningsih - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yuhasriati - 196612311991022001 - Dosen Pembimbing I
Cut Khairunnisak - 198411272015042003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1506103020004

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kemampuan komunikasi matematis mempunyai peranan penting dalam pembelajaran matematika. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih rendah. Sehingga diperlukan sebuah model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Salah satunya adalah model pembelajaran CORE (Connecting Organizing, Reflecting, Ekstending). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajarkan melalui model pembelajaran CORE dengan pendekatan saintifik di SMPN 10 Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B di SMPN 10 Banda Aceh. Indikator yang diukur adalah written text, drawing dan mathematical expression. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan lembar tes kemampuan komunikasi matematis. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII B SMPN 10 Banda Aceh berada pada kriteria tinggi dengan rata-rata skor 68,27%; (2) indikator written text berada pada kriteria tinggi dengan 79,80% siswa dapat menuliskan konsep dan disertai dengan penjelasan benar; (3) indikator drawing berada pada kriteria tinggi dengan 72,1% siswa dapat mengemukakan gambar dalam ide matematika yang ditunjukkan pada soal; dan (4) indikator mathematical expression berada pada kriteria tinggi dimana 53,84% siswa dapat menuliskan informasi dari suatu masalah ke dalam model matematika. Berdasrkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran CORE berada pada kategori tinggi.

Mathematical communication skills have an important role in learning mathematics. However, the reality on the ground shows that students' mathematical communication skills are still low. So we need a learning model that can improve students' mathematical communication skills. One of them is the CORE (Connecting Organizing, Reflecting, Extending) learning model. This study aims to determine the mathematical communication skills of students who are taught through the CORE learning model with a scientific approach at SMPN 10 Banda Aceh. This research is an experimental research with a qualitative approach. The subjects in this study were students of class VIII B at SMPN 10 Banda Aceh. The indicators measured are written text, drawing and mathematical expression. Data collection was used using a mathematical communication ability test sheet. Furthermore, the data were analyzed qualitatively by describing the reality or facts in accordance with the data obtained. The results of this study indicate that: (1) the mathematical communication skills of class VIII B students of SMPN 10 Banda Aceh are in the high criteria with an average score of 68.27%; (2) written text indicators are in high criteria with 79.80% of students able to write concepts and are accompanied by correct explanations; (3) the drawing indicator is in the high criteria with 72.1% of students able to express pictures in mathematical ideas shown in the questions; and (4) the mathematical expression indicator is at a high criterion where 53.84% of students can write information from a problem into a mathematical model. Based on the results of the study, it can be concluded that students' mathematical communication skills with the CORE learning model are in the high category.

Citation



    SERVICES DESK