VARIASI KONSENTRASI SORBITOL PADA PEMBUATAN KEMASAN EDIBLE FILM DARI LIMBAH AIR CUCIAN BERAS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

VARIASI KONSENTRASI SORBITOL PADA PEMBUATAN KEMASAN EDIBLE FILM DARI LIMBAH AIR CUCIAN BERAS


Pengarang

PUTRI RIZKINAZAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505106010045

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

664.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Air cucian beras merupakan air yang diperoleh dari proses pencucian beras. Air cucian beras sangatlah mudah didapatkan, hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia yang cenderung menggunakan beras sebagai makanan pokok sehari-hari sehingga menghasilkan limbah yang cukup besar, Selain itu limbah air cucian beras juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan edible. Edible film menjadi salah satu solusi yang tepat dan ramah lingkungan sebagai bahan pengemas makanan. Edible film adalah suatu kemasan yang digunakan untuk melapisi suatu produk berupa lembaran tipis yang terdiri dari sumber karbohidrat (pati, pektin, gum arab, alginate), sumber protein (gelatin, kolagen, kasein), lipid dan komposit. Limbah air cucian beras menghasilkan edible film yang karakteristiknya transparan dan elastis dengan penambahan Carboxymethil Cellulosa dan plasticizier. Penambahan hidrokoloid berupa Carboxymethil Cellulosa dapat memberikan interaksi yang sinergis, sehingga menghasilkan film yang lebih baik. Salah satu kekurangan dari edible film adalah tidak memiliki elastisitas yang bagus dan bersifat rapuh sehingga perlu ditambahkan plasticizier berupa sorbitol yang dapat memperbaiki karakteristik edible film menjadi lebih flesibel dan tidak mudah rapuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sorbitol terhadap karakteristik edible film dari limbah air cucian beras.
Penelitian ini menggunakan limbah air cucian beras sebagai bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan edible film. Penelitian ini dimulai dengan melarutkan Carboxymethil Cellulosa (CMC) menggunakan aquades kemudian ditambahkan limbah air cucian beras. Selanjutnya pembuatan edible film dengan menambahkan lagi aquades kedalam larutan hingga mencapai volume 200 ml. Kemudian larutan edible film di panaskan hingga mencapai suhu 700C. Setelah dipanaskan larutan tersebut di dinginkan selama 1 jam sebelum penambahan sorbitol dengan variasi konsentrasi 2%, 4%, dan 6% dari total larutan 200 ml. Selanjutnya dilakukan pencetakan dengan menggunakan teflon dan dilakukan pengeringan di dalam oven selama 15 jam pada suhu 650C dan dilanjutkan dengan pendinginan didalam desikator. Tahapan yang terakhir adalah pengujian terhadap ketebalan, kuat tarik, elongasi dan transmisi uap air (WVTR) dari edible film. Setelah itu dilanjutkan pengolahan data dengan menggunakan excel.
Hasil penelitian memperoleh nilai sebagai berikut: ketebalan dari masing-masing variasi sorbitol (2%, 4%, 6%) yaitu 0,1367 mm, 0,1787 mm, dan 0,2453 mm. nilai yang dihasilkan termasuk kedalam kategori baik karena standar maksimal menurut Japanese Industrial Standart (JIS) adalah 0,25 mm. Kuat tarik dari masing-masing variasi sorbitol (2%, 4%, 6%) yaitu 180,61 kgf/cm2, 159,28 kgf/cm2, dan 141,95 kgf/cm2. Hasil tersebut memenuhi standar nilai kuat tarik menurut Japanese Industrial Standard yang mempunyai nilai minimal yaitu 3,92 MPa (40 kgf/cm2). Elongasi dari masing-masing variasi sorbitol (2%, 4%, 6%) yaitu 190,613%, 162,373%, dan 186,920%. Hasil tersebut telah memenuhi standar Japanese Industrial Standart (JIS) yaitu minimal 70%. Laju transmisi uap air (WVTR) dari masing-masing variasi sorbitol (2%, 4%, 6%) yaitu 1,3004 g/m2/jam, 2,8397 g/m2/jam dan 4,6444 g/m2/jam. Nilai tersebut memenuhi standar Japanese Industrial Standart dengan nilai maksimal 10 g/m2/jam. Data hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa edible film yang konsentrasi 2% adalah variasi sorbitol perlakuan terbaik dengan berpedoman terhadap Japanese Industrial Standart (1975).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK