ANALISIS RANTAI PASOK DAN NILAI TAMBAH KOPI ARABIKA PADA MITRA PEMASOK BAHAN BAKU KSU SARA ATE DI KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS RANTAI PASOK DAN NILAI TAMBAH KOPI ARABIKA PADA MITRA PEMASOK BAHAN BAKU KSU SARA ATE DI KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

DHIENTIA ERIKA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305102010072

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perkebunan merupakan subsektor pertanian yang memiliki peran penting bagi suatu daerah. Salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tiggi dan dapat menyumbang devisa bagi negara adalah komoditi kopi. Kopi merupakan salah satu komoditi yang sangat berkontribusi dalam perdagangan. Selain sebagai komoditi ekspor, komoditi kopi juga merupakan salah satu komoditi yang mampu menciptakan penyerapan tenaga kerja dengan melibatkan banyak sektor.
Lokasi penelitian dilakukan di beberapa desa yang merupakan desa binaan KSU Sara Ate dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang, dengan klasifikasi 42 sampel petani dan 3 sampel pedagang pengumpul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei menggunakan kuesioner dan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk memetakan rantai pasokan Kopi Arabika. Analisis kuantitatif menggunakan metode Economic Value Added (EVA) untuk melihat nilai tambah dari Kopi Arabika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasokan Kopi Arabika terdiri dari aliran barang, aliran uang dan aliran informasi. Pelaku rantai pasok Kopi Arabika di Kabupaten di Aceh Tengah terdiri atas petani kopi, pedagang pengumpul, Industri Pengolah Kopi (KSU Sara Ate) dan buyer. Berdasarkan hasil analisis EVA, menunjukkan bahwa nilai tambah petani lebih besar dari pada nilai tambah yang diperoleh oleh pedagang pengumpul. Namun, untuk keutungan pedagang pengumpul memperoleh pendapatan bersih lebih besar dari pada petani kopi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK