ENERAPAN KONSEP PERAMPINGAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB TERJADINYA WASTE PADA PROSES PRODUKSI KOPI (STUDI KASUS : KOPERASI BAITUL QIRADH BABURRAYYAN ACEH TENGAH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ENERAPAN KONSEP PERAMPINGAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB TERJADINYA WASTE PADA PROSES PRODUKSI KOPI (STUDI KASUS : KOPERASI BAITUL QIRADH BABURRAYYAN ACEH TENGAH)


Pengarang

Nazila Rahmah Hasan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204106010022

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

658.562

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

KBQ Baburrayyan merupakan perusahaan yang bgerak pada bidang pengolahan biji kopi. Melihat kompetitifnya industri pengolahan biji kopi, KBQ Baburrayyan dituntut untuk memiliki daya saing yang kuat. Salah satu usaha untuk memperkuat daya saing adalah dengan cara melakukan perbaikan secara terus menerus dalam segala aspek di perusahaan. Perbaikan ini dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi waste yang terjadi pada proses produksi. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan suatu pendekatan lean dengan harapan mampu mengidentifikasi waste yang terjadi proses produksi sebagai langkah awal untuk mencapai proses produksi yang efektif dan efisien. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa proses produksi KBQ Baburrayyan diindikasikan terjadi waste setelah ditemukan ketidaksesuaian antara aktivitas proses produksi ideal dan aktivitas proses produksi aktual yang terjadi dimana 24% aktivitas pekerja adalah non value adding activities. Berdasarkan konsep 7 waste, jenis waste yang ditemukan diantaranya waste of motion, processing waste, dan transportation waste. Ketiga waste tersebut dicari akar penyebabnya dengan menggunakan 5 whys pada metode Root Causes Analysis yang selanjutnya akan dipetakan dalam matriks penilaian risiko untuk mengetahui akar penyebab berisiko extreme. Berdasarkan matriks penilaian risiko akar penyebab yang berisiko extreme adalah kurangnya tenaga pengawas (R5,R10), Perusahaan tidak memiliki gudang trase (R8) dan lantai produksi tidak cukup untuk menampung trase (R9). Sehingga penyebab waste yang berpotensi paling tinggi sebagai penghambat proses produksi tersebut dapat di waspadai dan dengan mudah dapat di minimasi untuk mewujudkan proses produksi yang efektif dan efisien.

Kata kunci : Lean, 7 waste, Root Causes Analysis, 5 whys, Waste, Analisa Risiko.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK