Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMBUATAN MIE BASAH DARI PATI SAGU (METROXYLON SP) DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR (MORINGAOLEIFERA)
Pengarang
Syahrul Ismi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0805105010069
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
664.755
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
Mie merupakan produk makanan yang sangat populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, salah satu jenis mie yaitu mie basah menurut SNI 01-2897-1992 didefinisikan sebagai produk makanan yang dibuat dari tepung terigu dengan penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan makanan yang diizinkan serta berbentuk khas mie. Jenis bahan pangan yang potensial dikembangkan sebagai bahan mie pengganti tepung terigu adalah pati sagu (Metroxylon sp). Untuk melengkapi kandungan gizi mie terutama protein, dapat dilakukan dengan penambahan daun kelor pada adonan mie. Daun kelor mengandung protein yang relatif tinggi yaitu 6,7 g/100 g bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase penambahan ekstrak daun kelor dan proses penyaringan terhadap kualitas mie basah yang dihasilkan.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor I yaitu persentase penambahan ekstrak daun kelor (E) terdiri atas tiga taraf yaitu E1 = 5 %, E2 = 10% dan E= 15 %. Faktor II yaitu proses penyaringan ekstrak daun kelor (P) terdiri dari dua taraf yaitu : P1 Tanpa penyaringan dan P2 dengan penyaringan Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga didapat 18 satuan percobaan. Kombinasi dari perlakuan adalah 3 x 2 dengan menggunakan 3 kali ulangan (U) sehingga terdapat 18 satuan percobaan. Parameter yang dianalisis pada penelitian terdiri analisis waktu pemasakan, padatan akibat pemasakan, analisis daya serap air, persentase mie putus, uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penambahan daun kelor (U) berpengaruh sangat nyata (P
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH LAMA FERMENTASI ALAMI PATI SAGU TERHADAP KARAKTERISTIK PATI DAN MUTU MI BASAH DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG NON TERIGU (MOCAF, TEPUNG UBI JALAR FERMENTASI, TEPUNG KACANG HIJAU) (Mulizani, 2017)
PERBANDINGAN KARAKTER MORFOLOGI DAN ANATOMI SAGU (METROXYLON SAGU ROTTB.) DI HABITAT LAHAN BASAH DAN KERING (Mukhlisah, 2019)
PEMBUATAN MIE BASAH DARI PATI SAGU (METROXYLON SP) DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR (MORINGAOLEIFERA) (Syahrul Ismi, 2015)
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG SAGU (METROXYLON SAGO) DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA PADA PEMBUATAN SOSIS DAGING AYAM TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK DAN DAYA IKAT AIR (ZUHRI, 2019)
PENGARUH PERSENTESE GEL DAN LAMA WAKTU PEREBUSAN PADA PEMBUATAN MIE SAGU (REZA FAHLEVI, 2014)