PELESTARIAN NILAI TRADISI KEUNDURI LAOT DALAM MASYARAKAT GAMPONG ULEE LHEUE KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PELESTARIAN NILAI TRADISI KEUNDURI LAOT DALAM MASYARAKAT GAMPONG ULEE LHEUE KOTA BANDA ACEH


Pengarang

KHANSA SAIHAYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sanusi - 197304141998021001 - Dosen Pembimbing I
Saiful - 197606142001121002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2206101010016

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

390

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Khansa Saihaya. (2026). Pelestarian Nilai Tradisi Keunduri Laot Dalam Masyarakat Gampong Ulee Lheue Kota Banda Aceh. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Sanusi, S.Pd., M.Si., dan Dr. Saiful, S.Pd., M.Si.

Tradisi keunduri laot merupakan salah satu warisan budaya masyarakat nelayan Aceh yang masih dipertahankan hingga saat ini karena mengandung nilai-nilai yang penting dalam kehidupan masyarakat. Di tengah perubahan sosial dan adanya perbedaan persepsi mengenai kesesuaiannya dengan ajaran Islam, Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi keunduri laot, (2) menganalisis upaya pelestarian tradisi keunduri laot agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang, (3) menganalisis alasan masyarakat nelayan tetap mempertahankan dan melaksanakan tradisi keunduri laot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri atas Ketua Lembaga Panglima Laot, Sekretaris Lembaga Panglima Laot, ketua teupin nelayan, dan keuchik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tradisi keunduri laot di Gampong Ulee Lheue mengandung nilai religius, sosial, dan ekologis yang masih dijadikan pedoman dalam kehidupan masyarakat nelayan. (2) Pelestarian tradisi dilakukan melalui pelaksanaan rutin, pewarisan nilai kepada generasi muda, serta didukung oleh peran lembaga panglima laot dan partisipasi aktif masyarakat. (3) masyarakat tetap mempertahankan tradisi dengan menyesuaikan beberapa unsur pelaksanaannya terhadap prinsip-prinsip islam tanpa menghilangkan nilai, fungsi, dan makna yang terkandung di dalamnya. Maka dari hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Nilai religius dapat dilihat rasa syukur, do’a bersama, dan menyantuni anak yatim. Nilai sosial melalui kebersamaan, kerja sama, gotong royong, silaturahmi, dan solidaritas antarnelayan. Nilai ekologis melalui kepedulian terhadap kelestarian laut dan aturan hari pantang melaut. (2) Upaya pelestarian dilakukan melalui pelaksanaan tradisi secara rutin, pewarisan pengetahuan dan nilai kepada generasi muda, serta peran panglima laot dalam mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan tradisi sesuai adat dan nilai yang berlaku. (3) Keberlangsungan tradisi didukung oleh manfaatnya bagi masyarakat sebagai wujud syukur, penguat hubungan sosial, dan identitas budaya, dengan penyesuaian terhadap prinsip Islam tanpa menghilangkan nilai dan makna tradisi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa sebagai referensi dalam mengkaji adat, budaya, dan kearifan lokal, bagi lembaga panglima laot mempertahankan dan mewariskan nilai-nilai positif tradisi keunduri laot kepada generasi berikutnya, serta bagi peneliti selanjutnya sebagai referensi untuk mengembangkan kajian tentang tradisi keunduri laot dari perspektif yang berbeda.

Kata Kunci: Pelestarian, Tradisi, Keunduri Laot

ABSTRACT Khansa Saihaya. (2026). Preserving The Traditional Values Of Keunduri Laot In The Community Of Gampong Ulee Lheue, Banda Aceh. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Under direction Sanusi, S.Pd., M.Si., dan Dr. Saiful, S.Pd., M.Si. The keunduri laot tradition is one of the cultural heritages of the Acehnese fishing community that has been preserved to this day because it contains important values in community life. Amidst social changes and differing perceptions regarding its compatibility with Islamic teachings, this study aims to (1) identify and analyze the values contained in the keunduri laot tradition, (2) analyze efforts to preserve the keunduri laot tradition so that it can continue to exist and be passed down to future generations, and (3) analyze the reasons why the fishing community continues to maintain and practice the keunduri laot tradition. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through interviews. Data analysis consisted of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research informants consisted of the Chairperson of the panglima laot Institution, the Secretary of the panglima laot Institution, the Head of the Fishermen's Teupin, and the Village Head (Keuchik). The results showed that: (1) the keunduri laot tradition in Gampong Ulee Lheue contains religious, social, and ecological values that continue to serve as guidelines in the lives of the fishing community; (2) the preservation of the tradition is carried out through its regular implementation, the transmission of values to the younger generation, and the support of the panglima laot institution and active community participation; and (3) the community continues to preserve the tradition by adapting certain elements of its implementation to Islamic principles without eliminating the values, functions, and meanings contained within the tradition. Based on the findings, it can be concluded that: (1) religious values are reflected in gratitude, collective prayers, and providing assistance to orphans; social values are reflected in togetherness, cooperation, mutual assistance, social interaction, and solidarity among fishermen; while ecological values are reflected in concern for marine conservation and the observance of days when fishing is prohibited; (2) preservation efforts are carried out through the regular implementation of the tradition, the transmission of knowledge and values to the younger generation, and the role of panglima laot in organizing and coordinating the implementation of the tradition in accordance with prevailing customs and values; and (3) the continuity of the tradition is supported by its benefits to the community as an expression of gratitude, a means of strengthening social relationships, and a form of cultural identity, while adapting to Islamic principles without eliminating the values and meanings of the tradition. This study is expected to benefit university students as a reference for studying customs, culture, and local wisdom, the panglima laot institution in maintaining and transmitting the positive values of the keunduri laot tradition to future generations, and future researchers as a reference for developing studies on the keunduri laot tradition from different perspectives. Keywords: Conversation, Traditions, Keunduri Laot

Citation



    SERVICES DESK