Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PENERAPAN TRACEABILITY PADA PERIKANAN TUNA DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA RN(PPS) KUTARAJA
Pengarang
HENI RUSMINDA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Alvi Rahmah - 198805082015042002 - Dosen Pembimbing I
Ricky Winrison Fuah - 199011192024061002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2211103010072
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan Perikanan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1)., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil tuna terbesar di dunia dengan produksi mencapai 89.425 ton pada tahun 2022. Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja sebagai basis utama produksi tuna nasional dituntut untuk menerapkan sistem ketertelusuran (traceability) guna memenuhi persyaratan pasar ekspor internasional. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis struktur supply chain perikanan tuna di PPS Kutaraja (2) menganalisis tingkat kesenjangan (gap analysis) dan kesesuaian implementasi traceability serta (3) merumuskan rekomendasi strategi perbaikan implementasi traceability di PPS Kutaraja. Penelitian dilakukan di PPS Kutaraja Lampulo dan industri pengolahan Aceh Lampulo Jaya Bahari pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026. Metode yang digunakan adalah mixed sampling dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Penilaian tingkat kesesuaian mengacu pada Skala Likert (0–4) dan standar BSN Nomor 20 Tahun 2014, dengan acuan regulasi KEPMEN-KP Nomor 52A Tahun 2013 dan Permen KP Nomor 29 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok tuna di PPS Kutaraja melibatkan nelayan, toke bangku, industri pengolahan, dan eksportir dalam alur tunggal dari penangkapan hingga ekspor. Analisis kesenjangan terhadap enam elemen traceability menghasilkan rata-rata kesesuaian sebesar 73,21% (hampir sesuai standar). Nilai kesesuaian tertinggi diperoleh pada elemen pendokumentasian industri pengolahan sebesar 95,4%, sedangkan nilai terendah terdapat pada elemen pencatatan nelayan (pengisian e-logbook) sebesar 37,9% yang tergolong tidak sesuai standar. Faktor penghambat utama meliputi rendahnya kepatuhan nelayan dalam pengisian e-logbook, lemahnya penanganan ikan saat bongkar muat, penggunaan kendaraan tanpa sistem rantai dingin, serta belum ter digitalisasinya sistem pendokumentasian industri. Strategi perbaikan yang direkomendasikan mencakup sosialisasi dan pelatihan intensif penggunaan elogbook, peningkatan pengawasan mutu di lapangan, penyediaan kendaraan berpendingin, serta pengembangan infrastruktur teknologi digitalisasi dokumen dengan dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Kata kunci: Gap analysis, KEPMEN-KP 52A/2013, Traceability, Perikanan tuna, PPS Kutaraja
Indonesia is one of the largest tuna producing countries in the world with production reaching 89,425 tons in 2022. Kutaraja Ocean Fishing Port (PPS) as the main base for national tuna production is required to implement a traceability system to meet international export market requirements. This study aims to: (1) analyze the structure of the tuna fisheries supply chain at Kutaraja PPS; (2) analyze the level of gap analysis and suitability of traceability implementation; and (3) formulate recommendations for strategies to improve traceability implementation at Kutaraja PPS. The study was conducted at Kutaraja PPS Lampulo and the Aceh Lampulo Jaya Bahari processing industry from December 2025 to January 2026. The method used was mixed sampling with quantitative and qualitative approaches through observation, interviews, and questionnaires. The assessment of the level of conformity refers to the Likert Scale (0–4) and the BSN standard Number 20 of 2014, with reference to the regulations of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries Decree Number 52A of 2013 and the Minister of Maritime Affairs and Fisheries Regulation Number 29 of 2021. The results of the study indicate that the tuna supply chain at the Kutaraja PPS involves fishermen, toke kursi, processing industries, and exporters in a single flow from capture to export. Gap analysis of the six traceability elements resulted in an average conformity of 73.21% (almost in accordance with the standard). The highest conformity value was obtained in the processing industry documentation element at 95.4%, while the lowest value was in the fisherman's recording element (filling in the e-logbook) at 37.9% which was classified as not in accordance with the standard. The main inhibiting factors include low compliance of fishermen in filling in the e-logbook, weak fish handling during loading and unloading, the use of vehicles without a cold chain system, and the lack of digitization of the industry documentation system. Recommended improvement strategies include intensive socialization and training on the use of elogbooks, increased quality control in the field, the provision of refrigerated vehicles, and the development of document digitization technology infrastructure with support from the government and relevant stakeholders. Keywords: Gap analysis, KEPMEN-KP 52A/2013, Traceability, Tuna fishery, PPS Kutaraja.
STUDI PENGEMBANGAN INDUSTRI GALANGAN KAPAL RNDI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA RNACEH (Rizwan, 2023)
KAJIAN PENERAPAN TRACEABILITY PADA PERIKANAN TUNA DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA RN(PPS) KUTARAJA (HENI RUSMINDA, 2026)
IDENTIFIKASI SISTEM PENDATAAN HASIL TANGKAPAN YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KUTARAJA LAMPULO, BANDA ACEH, ACEH (AISYAH PUTRI, 2023)
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA, LAMPULO, BANDA ACEH (Sumaiya Shopiya, 2025)
ANALISIS ASPEK LINGKUNGAN FISIK PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA, LAMPULO BANDA ACEH MENUJU ECOFISHINGPORT (FARADILA OKTAVIANA, 2023)