Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN GURU DALAM MELESTARIKAN BUDAYA ACEH UNTUK ANAK USIA DINI DI SATUAN PAUD KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Tasya Aulia Zikri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Taat Kurnita Yeniningsih - 197101201998032001 - Dosen Pembimbing I
Rahmi - 198111192023212020 - Dosen Pembimbing II
Suhartati - 197410211999032001 - Penguji
Dewi Yunisari - 199406102024062001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2006104210040
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / PG PAUD (S1) / PDDIKTI : 86207
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP / Prodi PG PAUD (S1)., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
371.404 6
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tasya Aulia Zikri, (2026). Peran Guru dalam Melestarikan Budaya Aceh Untuk Anak Usia Dini di Satuan PAUD Kota Banda Aceh. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Taat Kurnita Yeniningsih S.Pd., M.Pd., dan Rahmi S.Pd.I., M.Ed.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya Aceh sejak usia dini sebagai upaya menanamkan identitas budaya, nilai-nilai kearifan lokal, serta rasa cinta terhadap budaya daerah pada anak di tengah perkembangan globalisasi. Guru memiliki peran yang strategis dalam mengenalkan budaya Aceh melalui kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam melestarikan budaya Aceh untuk anak usia dini di satuan PAUD Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di TK Unida dan TK Ruman Aceh Kota Banda Aceh dengan subjek penelitian terdiri atas dua orang guru dan dua orang kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan perannya sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, motivator, dan evaluator dalam melestarikan budaya Aceh. Peran tersebut diwujudkan melalui pengintegrasian budaya Aceh ke dalam kegiatan pembelajaran, seperti pengenalan bahasa Aceh, pakaian adat, tarian tradisional, lagu daerah, cerita rakyat, permainan tradisional, makanan khas Aceh, serta pelaksanaan Program Sehari Berbudaya Aceh (Sedati). Guru juga membimbing anak dalam mempraktikkan budaya Aceh, menyediakan media dan lingkungan belajar yang mendukung, memberikan motivasi agar anak aktif mengikuti kegiatan budaya, serta melakukan evaluasi terhadap perkembangan pemahaman anak. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan kemampuan anak dalam memahami bahasa Aceh, perbedaan karakteristik anak, keterbatasan waktu pembelajaran, serta belum optimalnya pembiasaan budaya Aceh di lingkungan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan budaya Aceh pada anak usia dini melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan budaya lokal. Keberhasilan pelestarian budaya Aceh dipengaruhi oleh optimalnya pelaksanaan peran guru yang didukung oleh kepala sekolah dan kerja sama orang tua sehingga budaya Aceh dapat terus dikenalkan, dipahami, dicintai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci: Peran guru, budaya Aceh, pelestarian budaya.
Tasya Aulia Zikri. (2026). The Role of Teachers in Preserving Acehnese Culture for Early Childhood at the Institutions of Early Childhood Education in Banda Aceh [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Under direction of Taat Kurnita Yeniningsih, S.Pd., M.Pd., and Rahmi, S.Pd.I., M.Ed. This study was motivated by the importance of preserving Acehnese culture from an early age as an effort to instill cultural identity, local wisdom values, and a sense of pride in local culture among children in the era of globalization. Teachers play a strategic role in introducing Acehnese culture through learning activities that are appropriate to the characteristics of early childhood. Therefore, this study aimed to describe the role of teachers in preserving Acehnese culture for early childhood at the institutions of Early Childhood Education in Banda Aceh. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research was conducted at TK Unida and TK Ruman Aceh in Banda Aceh. The participants consisted of two teachers and two principals. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while the trustworthiness of the data was ensured through technique triangulation. The findings revealed that teachers performed their roles as educators, mentors, facilitators, motivators, and evaluators in preserving Acehnese culture. These roles were implemented by integrating Acehnese culture into learning activities through the introduction of the Acehnese language, traditional clothing, traditional dances, regional songs, folklore, traditional games, traditional foods, and the Aceh Cultural Day Program (Sedati). Teachers also guided children to practice Acehnese culture directly, provided appropriate learning media and environments, motivated children to actively participate in cultural activities, and evaluated children’s understanding of Acehnese culture. The challenges encountered included children’s limited understanding of the Acehnese language, differences in children’s characteristics, limited instructional time, and the need for greater parental support in reinforcing Acehnese cultural practices at home. In conclusion, teachers play a significant role in preserving Acehnese culture in Early Childhood Education institutions in Banda Aceh through learning activities integrated with local cultural values. The success of cultural preservation is influenced by the effective implementation of teachers’ roles, supported by school principals and parents, so that Acehnese culture can continue to be introduced, understood, appreciated, and passed on to future generations. Keywords: Teachers’ role, Acehnese culture, cultural preservation
PENERAPAN KEGIATAN BERMAIN PERAN TERHADAP PENANAMAN NILAI SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI PAUD NURUL HIDAYAH (WILDA SALINA, 2022)
MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN PERAN DI PAUD TAHFIZH ANAK BANGSA KOTA BANDA ACEH (Indayani, 2017)
STRATEGI GURU DALAM MENANGANI PERILAKU TANTRUM PADA ANAK USIA DINI DI LEMBAGA PAUD ACEH BESAR (RISA MELIZAR, 2024)
PERSEPSI GURU TENTANG GIZI SEIMBANG PADA ANAK USIA DINI DI PAUD QURRATA A’YUN KOTA BANDA ACEH (PUTRI HASMIANITA UMIRA, 2025)
MENGEMBANGKAN SIKAP PERCAYA DIRI ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN PERAN DI PAUD AL-YAQIN ACEH BESAR (Indria Gunawan, 2024)