Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS FRAKSI SERAT DAN EMISI METAN PAKAN LIMBAH SERAI WANGI DENGAN PENGOLAHAN FERMENTASI MENGGUNAKAN JAMUR PELAPUK PUTIH
Pengarang
ABDAN DAIRON - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Sitti Wajizah - 196902281993032001 - Dosen Pembimbing I
Samadi - 196807171993031005 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
250520401100006
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Peternakan (S2) / PDDIKTI : 54131
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Peternakan Universitas Syiah Kuala., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pakan merupakan faktor utama yang menentukan kesehatan, pertumbuhan, reproduksi, dan produktivitas ternak. Pada ternak ruminansia, hijauan menjadi pakan utama, namun ketersediaannya berfluktuasi mengikuti musim sehingga sering terjadi kekurangan pakan pada musim kemarau. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan alternatif menjadi salah satu solusi yang berkelanjutan. Limbah serai wangi memiliki potensi sebagai pakan ternak karena tersedia dalam jumlah melimpah, terutama saat musim panen. Namun, pemanfaatannya masih terbatas akibat tingginya kandungan serat kasar dan lignin yang menyebabkan kecernaannya rendah. Untuk meningkatkan kualitasnya, limbah serai wangi dapat diolah melalui pengukusan (steam pretreatment) dan fermentasi. Pengukusan berfungsi melunakkan struktur bahan, mengurangi senyawa antinutrisi, serta mendukung proses fermentasi. Selanjutnya, fermentasi menggunakan jamur pelapuk putih mampu mendegradasi komponen lignoselulosa sehingga meningkatkan kecernaan dan kualitas nutrisi limbah serai wangi sebagai bahan pakan ternak.
Tujuan penelitian untuk melihat aktifitas penggunaan jamur Lentinula edodes, Trametes versicolor, Phanerochaete chrysosporium dan Konsorsium (Phanerochaete chrysosporium + Trametes versicolor) dalam menurunkan fraksi serat limbah serai wangi yang di fermentasi. Penelitian Peremajaan Kultur Jamur dilakukan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, fermentasi limbah serai wangi dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi, Teknologi dan Hijauan Pakan Departemen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Analisis Van soest dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Bogor. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diperiksa adalah bahan NDF, ADF, selulosa, hemiselulosa, lignin, dan emisi metan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi menggunakan berbagai spesies jamur pelapuk putih memberikan pengaruh nyata (P
Based on the research results, it can be concluded that the fermentation of lemongrass waste using Lentinula edodes, Trametes versicolor, Phanerochaete chrysosporium, and the consortium (P. chrysosporium + T. versicolor) has not yet been able to reduce the fiber fractions (NDF, ADF, cellulose, hemicellulose, and lignin); however, the consortium treatment showed the greatest potential for reducing methane emissions by up to 58.28%.
FERMENTABILITAS DAN KECERNAAN IN VITRO LIMBAH SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS) YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN BERBAGAI SPESIES JAMUR PELAPUK PUTIH (MUHAMMAD HAMZAH, 2026)
PENGARUH LAMA AMONIASI PADA PROSES AMONIASI-FERMENTASI LIMBAH SERAI WANGI ( CYMBOGON NARDUS L. RENDLE) TERHADAP DEGRADASI FRAKSI SERAT (YULIA NINGSIH, 2024)
PERFORMA DOMBA LOKAL JANTAN YANG DIBERIKAN LIMBAH SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS) FERMENTASI SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN PAKAN BASAL (MUHAMMAD AL KINDI, 2019)
EVALUASI KANDUNGAN NUTRISI PADA AMOFER LIMBAH RNSERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS L) DENGAN RNLAMA AMONIASI YANG BERBEDA (Hafizil, 2024)
STUDI PERBANDINGAN AKTIVATOR JAMUR PELAPUK PELAPUK PUTIH DAN EM-4 PADA PROSES PENGOMPOSAN (DEGRADASI) TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Gunawan, 2024)