PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETERNAK SAPI DI KABUPATEN ACEH UTARA: PENDEKATAN CSI (COPING STRATEGY INDEX) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETERNAK SAPI DI KABUPATEN ACEH UTARA: PENDEKATAN CSI (COPING STRATEGY INDEX)


Pengarang

NATA NUGRAHA SANDI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Elly Susanti - 198307082006042003 - Dosen Pembimbing I
Litna Nurjannah Ginting - 199201242020122006 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2205102010049

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pangan secara nasional, tetapi juga oleh kemampuan rumah tangga dalam mengakses dan mempertahankan konsumsi pangan yang cukup. Kabupaten Aceh Utara merupakan salah satu sentra peternakan sapi rakyat di Provinsi Aceh, namun di sisi lain juga termasuk daerah dengan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan tertinggi di provinsi tersebut (10,94%) serta tingkat kemiskinan yang masih berada di atas rata-rata provinsi dan nasional. Sebagian besar rumah tangga peternak di wilayah ini menjalankan usaha ternak sebagai usaha sampingan dengan pendapatan yang tidak menentu, tingkat pendidikan yang relatif rendah, dan jumlah tanggungan keluarga yang cukup besar, sehingga kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan rumah tangga dalam mempertahankan ketahanan pangannya. Penelitian mengenai ketahanan pangan pada rumah tangga peternak secara khusus di wilayah ini masih sangat terbatas, terutama yang menggunakan pendekatan Coping Strategy Index (CSI) untuk mengukur perilaku adaptif rumah tangga terhadap tekanan pangan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga peternak di Kabupaten Aceh Utara menggunakan pendekatan CSI, dan (2) menganalisis pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap ketahanan pangan rumah tangga peternak di wilayah tersebut. Penelitian dilaksanakan di empat kecamatan, yaitu Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timur, dan Tanah Luas, yang dipilih secara purposive karena termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan pangan tinggi sekaligus memiliki konsentrasi rumah tangga peternak sapi yang besar. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dari populasi 6.588 rumah tangga peternak, diperoleh 100 responden yang dialokasikan secara proporsional pada keempat kecamatan. Data dianalisis menggunakan CSI untuk mengukur tingkat ketahanan pangan (dikategorikan tahan pangan, rentan pangan, dan rawan pangan), serta regresi logistik ordinal untuk menganalisis pengaruh enam variabel sosial ekonomi (pendidikan, pendapatan, jumlah tanggungan, kepemilikan ternak, akses pasar, dan modal sosial) terhadap tingkat ketahanan pangan rumah tangga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga peternak di Kabupaten Aceh Utara belum sepenuhnya tahan pangan (49%), dengan 51% rumah tangga berada pada kategori rentan dan rawan pangan. Strategi coping yang paling sering dilakukan meliputi mengurangi porsi makan, mengurangi frekuensi makan, meminjam makanan atau uang, serta beralih mengonsumsi pangan yang lebih murah. Hasil analisis regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan rumah tangga peternak, dengan model mampu menjelaskan 53,4% variasi ketahanan pangan. Secara parsial, variabel pendapatan, jumlah tanggungan, kepemilikan ternak, dan modal sosial berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan rumah tangga, sedangkan tingkat pendidikan dan akses pasar tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan ekonomi rumah tangga, kepemilikan aset produktif, serta dukungan modal sosial merupakan faktor yang lebih menentukan ketahanan pangan dibandingkan tingkat pendidikan formal maupun kemudahan menjangkau pasar.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah memperkuat program peningkatan pendapatan, pengembangan usaha peternakan, penyediaan bantuan modal, serta penguatan kelembagaan dan modal sosial kelompok peternak. Rumah tangga peternak juga disarankan untuk mengoptimalkan aset ternak dan mendiversifikasi sumber pendapatan guna memperkuat ketahanan pangan keluarga, sementara penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain seperti luas lahan, pengalaman beternak, dan bantuan pemerintah untuk memperoleh model yang lebih komprehensif.
Kata kunci: ketahanan pangan, rumah tangga peternak, faktor sosial ekonomi, Coping Strategy Index, regresi logistik ordinal, Aceh Utara

The study results indicate that the majority of livestock-farming households in North Aceh Regency are not yet fully food secure (49%), with 51% falling into the vulnerable and food-insecure categories. The most frequently employed coping strategies include reducing meal portions, decreasing meal frequency, borrowing food or money, and switching to cheaper food options. Ordinal logistic regression analysis shows that socioeconomic factors simultaneously have a significant effect on the food security of livestock-farming households, with the model explaining 53.4% ​​of the variation in food security. Individually, the variables of income, number of dependents, livestock ownership, and social capital significantly influence household food security, whereas education level and market access do not. These findings indicate that household economic capacity, ownership of productive assets, and social capital support are more decisive factors for food security than formal education levels or ease of market access. Based on these findings, the study recommends that the local government strengthen programs focused on income generation, livestock business development, capital assistance provision, and the strengthening of livestock farmer group institutions and social capital. Livestock-farming households are also advised to optimize their livestock assets and diversify income sources to bolster family food security, while future research is encouraged to incorporate additional variables—such as land area, livestock farming experience, and government assistance—to develop a more comprehensive model. Keywords: food security, livestock-farming households, socioeconomic factors, Coping Strategy Index, ordinal logistic regression, North Aceh The study results indicate that the majority of livestock-farming households in North Aceh Regency are not yet fully food secure (49%), with 51% falling into the vulnerable and food-insecure categories. The most frequently employed coping strategies include reducing meal portions, decreasing meal frequency, borrowing food or money, and switching to cheaper food options. Ordinal logistic regression analysis shows that socioeconomic factors simultaneously have a significant effect on the food security of livestock-farming households, with the model explaining 53.4% ​​of the variation in food security. Individually, the variables of income, number of dependents, livestock ownership, and social capital significantly influence household food security, whereas education level and market access do not. These findings indicate that household economic capacity, ownership of productive assets, and social capital support are more decisive factors for food security than formal education levels or ease of market access. Based on these findings, the study recommends that the local government strengthen programs focused on income generation, livestock business development, capital assistance provision, and the strengthening of livestock farmer group institutions and social capital. Livestock-farming households are also advised to optimize their livestock assets and diversify income sources to bolster family food security, while future research is encouraged to incorporate additional variables—such as land area, livestock farming experience, and government assistance—to develop a more comprehensive model. Keywords: food security, livestock-farming households, socioeconomic factors, Coping Strategy Index, ordinal logistic regression, North Aceh

Citation



    SERVICES DESK