Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PENGGUNAAN VARIASI TIGA MATA PISAU PADA MESIN PEMOTONG RUMPUT
Pengarang
LAILA WITRI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Dr. Andriani Lubis, S.TP., M.Si NIP. 198005142006042002 - - - Dosen Pembimbing I
Ramayanty Bulan - 197104081998032002 - Dosen Pembimbing II
NIP. 197203302002121001 Dr. Muhammad Dhafir, ST., M.Si. - - - Penguji
Muhammad Idkham - 197911212005011004 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1905106010081
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.3
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
Pengendalian gulma pada lahan pertanian dan lingkungan hijau masih banyak dilakukan secara manual atau menggunakan mesin pemotong rumput tanpa mempertimbangkan kesesuaian jenis mata pisau dengan kondisi lahan, sehingga kinerja pemotongan kurang optimal dan konsumsi bahan bakar relatif tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemotongan gulma adalah dengan pemilihan variasi mata pisau yang sesuai dengan karakteristik lahan dan jenis vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penggunaan tiga variasi mata pisau, yaitu mata pisau parang, mata pisau piring, dan mata pisau tali nylon pada mesin pemotong rumput , serta menentukan mata pisau yang paling efektif untuk kondisi penggunaan tertentu.
Penelitian ini dilaksanakan di desa Biak Muli, Kecamatan Bambel, Kutacane, Aceh Tenggara. Pelaksanaan penelitian telah dilaksanakan tanggal 1 September sampai 4 September 2025. Peralatan yang digunakan antara lain meliputi mesin pemotong rumput, mata pisau piring, mata pisau parang, mata pisau tali nylon, stopwatch, meteran, tali (pembatas), botol ukur, dan seperangkat alat tulis. Pengujian dilakukan pada tiga kondisi lahan yang berbeda, yaitu lahan semak belukar, lahan sawah kering, dan lahan halaman rumah. Parameter yang diamati meliputi kapasitas kerja teoritis, kapasitas kerja aktual, efisiensi kerja, dan konsumsi bahan bakar. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian langsung di lapangan dengan memasang masing-masing mata pisau secara bergantian pada mesin pemotong rumput dan melakukan pemotongan gulma pada kondisi lahan yang telah ditentukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata pisau parang umumnya memiliki kapasitas kerja teoritis tertinggi hingga 0,138 ha/jam dan memberikan kinerja terbaik pada beberapa kondisi lahan, terutama pada sawah kering dengan efisiensi mencapai 85,29%. Pada lahan semak belukar, efisiensi tertinggi diperoleh oleh mata pisau piring sebesar 43,48%, sedangkan pada lahan halaman rumah mata pisau piring juga menunjukkan efisiensi tertinggi sebesar 53,47%. Sementara itu, mata pisau tali nylon memberikan kapasitas kerja yang cukup baik pada lahan sawah kering dengan nilai tertinggi sebesar 0,072 ha/jam, meskipun efisiensinya masih berada di bawah mata pisau parang.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa jenis mata pisau dan kondisi lahan sangat memengaruhi kinerja mesin pemotong rumput, baik dari segi kapasitas kerja maupun efisiensi. Mata pisau parang lebih efektif digunakan pada lahan dengan vegetasi lebih berat, mata pisau piring cenderung lebih stabil pada kondisi lahan sedang hingga ringan, sedangkan mata pisau tali nylon lebih sesuai pada kondisi tertentu yang membutuhkan kecepatan kerja lebih tinggi. Secara umum, kinerja optimal alat dicapai ketika jenis mata pisau yang digunakan sesuai dengan karakteristik lahan, sehingga mampu meningkatkan efisiensi kerja dan menekan waktu operasi.
SUMMARY Weed control in agricultural and green areas is still often done manually or using lawn mowers without considering the suitability of the blade type for the land conditions, resulting in suboptimal cutting performance and relatively high fuel consumption. One way to improve the effectiveness and efficiency of weed cutting is by selecting a blade variation that suits the characteristics of the land and vegetation type. This study aimed to analyze the performance of three blade variations: a machete blade, a plate blade, and a nylon rope blade on lawn mowers, and to determine the most effective blade for specific usage conditions. This research was conducted in Biak Muli village, Bambel District, Kutacane, Southeast Aceh. The study was conducted from September 1 to September 4, 2025. The equipment used included a lawn mower, a plate blade, a machete blade, a nylon rope blade, a stopwatch, a tape measure, a rope (divider), a measuring bottle, and a set of writing instruments. Testing was conducted in three different land conditions: scrubland, dry rice fields, and a home yard. The parameters observed included theoretical working capacity, actual working capacity, working efficiency, and fuel consumption. The research method was conducted through direct field testing by installing each blade alternately on the lawn mower and cutting weeds under predetermined conditions. The results showed that the machete blade generally had the highest theoretical working capacity of up to 0.138 ha/hour and provided the best performance in several land conditions, particularly in dry rice fields, with an efficiency of 85.29%. In scrubland, the highest efficiency was achieved by the plate blade at 43.48%, while in home gardens, the plate blade also demonstrated the highest efficiency at 53.47%. Meanwhile, the nylon rope blade provided a fairly good working capacity in dry rice fields, with the highest value at 0.072 ha/hour, although its efficiency was still lower than that of the machete blade. Based on these results, it can be concluded that blade type and land conditions significantly influence lawn mower performance, both in terms of working capacity and efficiency. Parang blades are more effective in areas with heavier vegetation, while plate blades tend to be more stable in medium to light soil conditions, while nylon rope blades are more suitable for certain conditions requiring higher working speeds. In general, optimal tool performance is achieved when the type of blade used is suited to the characteristics of the land, thereby increasing work efficiency and reducing operating time.
ANALISIS PENGGUNAAN VARIASI TIGA MATA PISAU PADA MESIN PEMOTONG RUMPUT (LAILA WITRI, 2026)
PERENCANAAN MESIN PEMOTONG JERAMI UNTUK PAKAN TERNAK (Indra Gunawan, 2023)
ANALISIS ERGONOMI PADA PENGOPERASIAN MESIN PEMOTONG RUMPUT TIPE GENDONG (andi, 2014)
UJI PERFOMANSL ALAT PENCACAH DAUN MLMBA (AZADIRACHTA INDICA A. JUSS) SEBAGAI PESTISIDA ORGANIK (Antoni Fajar, 2024)
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MATA PISAU U DENGAN S TERHADAP KINERJA ALAT PENGGILINGAN KUNYIT (CUREUMA DOMESTICA VAL) MENGGUNAKAN TENAGA MOTOR LISTRIK (M Jafaruddin, 2024)