KAJIAN VARIETAS DAN LAMA PENYIMPANAN BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L. VAR. AGGREGATUM) TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA DENGAN LAPISAN EDIBLE COATING LIDAH BUAYA (ALOE VERA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KAJIAN VARIETAS DAN LAMA PENYIMPANAN BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L. VAR. AGGREGATUM) TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA DENGAN LAPISAN EDIBLE COATING LIDAH BUAYA (ALOE VERA)


Pengarang

An Nisa Zuhara - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rita Hayati - 197101091998022001 - Dosen Pembimbing I
Efendi - 196412311990031246 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

250520101100004

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroekoteknologi (S2) / PDDIKTI : 54111

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan komoditas hortikultura strategis bernilai ekonomi tinggi, namun mudah mengalami penurunan mutu selama penyimpanan akibat respirasi, kehilangan air, dan aktivitas mikroorganisme. Penanganan pascapanen dilakukan untuk mempertahankan mutu dan memperpanjang masa simpan, salah satunya melalui penerapan edible coating berbahan gel lidah buaya (Aloe vera) yang mampu membentuk lapisan semipermeabel, menekan laju respirasi, serta memiliki sifat antimikroba dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh varietas dan lama penyimpanan terhadap mutu fisik, kimia, mikrobiologi, dan organoleptik bawang merah dengan perlakuan edible coating. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hortikultura, Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, serta Laboratorium Ilmu Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada 5 Agustus hingga 30 September 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu varietas (Tajuk, Bima Brebes, dan Gayo) dan lama penyimpanan (2, 4, 6, dan 8 minggu) dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol tanpa pelapisan dan pelapisan edible coating gel lidah buaya. Parameter yang diamati meliputi susut bobot, kadar air, warna, vitamin C, allicin, angka lempeng total (ALT), serta uji organoleptik. Varietas Tajuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam mempertahankan mutu penyimpanan yang ditunjukkan oleh nilai angka lempeng total (ALT) dan susut bobot yang lebih rendah serta stabilitas warna yang lebih baik dibandingkan varietas Bima Brebes dan Gayo. Varietas Bima Brebes memiliki kadar vitamin C lebih tinggi serta tingkat penerimaan panelis yang lebih baik dibandingkan varietas lainnya. Lama penyimpanan berpengaruh terhadap mutu bawang merah. Penyimpanan selama 2 minggu menunjukkan kondisi mutu terbaik dengan nilai ALT, susut bobot, dan perubahan warna lebih rendah serta kadar vitamin C lebih tinggi dibandingkan penyimpanan 4, 6, dan 8 minggu. Kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada interaksi varietas Tajuk dengan lama penyimpanan 2 minggu (V1L1) yang ditunjukkan oleh nilai ALT paling rendah serta kemampuan mempertahankan mutu bawang merah lebih baik dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya selama penyimpanan, sehingga kombinasi tersebut dapat direkomendasikan untuk mempertahankan kualitas bawang merah selama penyimpanan.

Shallots (Allium cepa L.) are a strategic horticultural commodity with high economic value, but they are susceptible to quality degradation during storage due to respiration, water loss, and microorganism activity. Post-harvest handling is carried out to maintain quality and extend shelf life, one of which is through the application of edible coating made from aloe vera gel which is able to form a semipermeable layer, suppress respiration rates, and has antimicrobial and antioxidant properties. This study aims to analyze the effect of varieties and storage duration on the physical, chemical, microbiological, and organoleptic qualities of shallots with edible coating treatment. The study was conducted at the Horticulture Laboratory, Seed Science and Technology Laboratory, Genetics and Plant Breeding Laboratory, and Plant Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from August 5 to September 30, 2025, using a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors, namely varieties (Tajuk, Bima Brebes, and Gayo) and storage duration (2, 4, 6, and 8 weeks) with three replications. The treatments consisted of a control without coating and aloe vera gel edible coating. The parameters observed included weight loss, water content, color, vitamin C, allicin, total plate count (TLC), and organoleptic tests. The Tajuk variety showed the best ability to maintain storage quality as indicated by lower TLC and weight loss values ​​and better color stability compared to the Bima Brebes and Gayo varieties. The Bima Brebes variety had higher vitamin C content and better panelist acceptance compared to other varieties. Storage duration affected the quality of shallots. Storage for 2 weeks showed the best quality condition with lower TLC, weight loss, and color changes and higher vitamin C content compared to storage for 4, 6, and 8 weeks. The best treatment combination was the interaction of the Tajuk variety with a 2-week storage period (V1L1) which was indicated by the lowest TLC value and better ability to maintain shallot quality compared to other treatment combinations during storage, so this combination can be recommended to maintain shallot quality during storage.

Citation



    SERVICES DESK