WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BATU BATA (SUATU PENELITIAN PADA USAHA BATU BATA MERAH DI MUKIM LAMBARO ANGAN ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BATU BATA (SUATU PENELITIAN PADA USAHA BATU BATA MERAH DI MUKIM LAMBARO ANGAN ACEH BESAR)


Pengarang

Furqan - Personal Name;

Dosen Pembimbing

M. Adli - 196607031998021001 - Dosen Pembimbing I
Susiana - 198101282006042002 - Penguji
Aldisa Melissa - 199107152022032015 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010094

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Furqan WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL (2026) BELI
BATU BATA (Suatu Penelitian Pada
Usaha Batu Bata Merah di Mukim Lambaro
Angan Aceh Besar)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (v,
51), pp., bibl.

(Dr. M. Adli, S.H., MCL.)
Pelaksanaan perjanjian jual beli batu di Mukim Lambaro Angan, Kabupaten
Aceh Besar, sering menghadapi masalah wanprestasi. Hal ini disebabkan oleh
praktik perjanjian yang umumnya bersifat lisan dan mengandalkan kepercayaan,
tanpa adanya dokumen tertulis yang mengikat secara hukum. Menurut pasal 1458
KUHPer, transaksi jual beli dianggap sah jika kedua belah pihak mencapai
kesepakatan mengenai barang dan harganya meskipun barang tersebut belum
diserahkan atau pembayaran belum dilakukan. Wanprestasi yang terjadi meliputi
keterlambatan pembayaran, ketidaksesuaian jumlah atau kualitas barang, hingga
pembatalan pesanan sepihak.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian jual beli batu
bata yang digunakan di pabrik batu bata Mukim Lambaro Angan, mengidentifikasi
bentuk-bentuk wanprestasi yang terjadi dalam perjanjian jual beli batu bata dan
menganalisis penyelesaian wanprestasi tersebut dilakukan.
Data dalam penelitian ini diperoleh melalui metode yuridis empiris, yang
menggabungkan kajian ketentuan hukum yang berlaku. Lokasi penelitian adalah
pada pabrik batu bata di Mukim Lambaro Angan, Kabupaten Aceh Besar. Populasi
penelitian mencakup pemilik usaha batu bata dan pembeli batu bata.
Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan perjanjian jual beli batu bata di
Lambaro Angan sebagian besar bersifat informal dan mengandalkan kesepakatan
lisan serta kepercayaan, hal ini mempercepat transaksi namun juga meningkatkan
resiko wanprestasi karena minimnya bukti tertulis. Bentuk wanprestasi dapat
berasal dari pihak penjual maupun pihak pembeli yang mana faktor utama
wanprestasi adalah kurangnya pengaturan formal dalam perjanjian lisan.
Penyelesaian wanprestasi umumnya dilakukan melalui musyawarah, yang mana
penjual mendatangi pembeli untuk mencari solusi dan terkadang memberikan
perpanjangan waktu pembayaran.
Disarankan kepada penjual dan pembeli, meskipun perjanjian lisan sudah
menjadi kebiasaan dan dianggap cukup oleh para pihak, sebaiknya mulai
dibiasakaan penggunaan bukti tertulis, terutama dalam transaksi yang bernilai besar
atau melibatkan pengiriman dalam jumlah banyak, dan juga mulai menggunakan
perjanjian yang lebih terstruktur secara tertulis yang mana tidak harus dalam bentuk
kontrak resmi, namun setidaknya mencakup unsur-unsur utama perjanjian.
Meskipun penyelesaian dilakukan dengan musyawarah dan sesuai dengan nilai
lokal, namun ada baiknya disiapkan pula alternatif penyelesaian yang lebih formal
bila musyawarah tidak mencapai hasil misalnya dengan perangkat gampong.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK