Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN KETAHANAN TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) DAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA) YANG DITANAM SECARA TUMPANG SARI TERHADAP SALINITAS NACL
Pengarang
Fathiya safira - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Wardiah - 198011062006042003 - Dosen Pembimbing I
Muhibbuddin - 196305141989031002 - Dosen Pembimbing II
Hafnati Rahmatan - 196808231993032004 - Penguji
Nazar Muhammad - 198703112019031005 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1906103010086
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Biologi., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
551.466 4
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Fathiya Safira. (2026). Perbedaan Ketahanan Tanaman Jagung (Zea mays L.) dan Kacang Hijau (Vigna radiata) yang Ditanam Secara Tumpang Sari Terhadap Salinitas NaCl. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Wardiah, S.Pd., M.Bio dan Dr. Muhibbuddin, M.S.
Salinitas merupakan faktor abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) dan kacang hijau (Vigna radiata), namun ketahanan kedua tumbuhan dengan sistem tumpang sari terhadap cekaman salinitas belum diketahui. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan ketahanan tanaman jagung dan kacang hijau yang ditanam secara tumpang sari terhadap cekaman salinitas (NaCl). Metode penelitian yaitu eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktorial yaitu faktor konsentrasi NaCl (N) terdiri dari N0 sebagai kontrol, N1: 1000 ppm (1 gram NaCl dalam 1 L air aquades), N2: 2000 ppm (2 gram NaCl dalam 1 L air aquades) dan N3: 3000 ppm (3 gram NaCl dalam 1 L air aquades) dan faktor pola tanam (P) yang terdiri dari P1: 4 tanaman jagung, P2: 4 tanaman kacang hijau, P3: 2 tanaman jagung dan 2 tanaman kacang hijau, P4: 1 tanaman jagug dan 3 tanaman kacang hijau dan P5: 3 tanaman jagung dan 1 tanaman kacang hijau dengan perlakuan diulang dua kali. Parameter penelitian yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), dan berat basah dan kering tanaman (gram). Data dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut (Duncan dan BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh kombinasi NaCl dan pola tanam tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman jagung dan kacang hijau, tetapi kedua faktor berpengaruh terhadap semua parameter secara terpisah. Kesimpulan penelitian bahwa faktor NaCl berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, berat basah, berat kering tanaman jagung dan kacang hijau, dan jumlah daun 14 HST tanaman kacang hijau. Faktor Pola tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat basah, berat kering tanaman jagung dan kacang hijau, jumlah daun 14 HST tanaman jagung dan jumlah daun 35 HST tanaman kacang hijau. Perlakuan kombinasi NaCl dan pola tanam tidak berpengaruh nyata terhadap tanaman jagung dan kacang hijau.
Kata kunci: NaCl, salinitas, tumpang sari, jagung, kacang hijau.
ABSTRACT Fathiya Safira. (2026). Differences In The Resistance Of Corn (Zea Mays L.) And Mung Bean (Vigna radiata) Planted In Intercropping To Nacl Salinity. [Script. Universitas Syiah Kuala]. Under the direction of Wardiah, S.Pd., M.Bio and Dr. Muhibbuddin, M.S. Salinity is an abiotic factor that affects the growth of corn (Zea mays L.) and mung bean (Vigna radiata), but the resistance of these two plants to salinity stress in intercropping systems is unknown. The aim of this study was to determine the differences in resistance of corn and mung bean plants planted in intercropping to salinity (NaCl) stress. The research method is an experiment using a 2-factorial Randomized Block Design (RAK), namely the NaCl concentration factor (N) consisting of N0 as a control, N1: 1000 ppm (1 gram of NaCl in 1 L of distilled water), N2: 2000 ppm (2 grams of NaCl in 1 L of distilled water) and N3: 3000 ppm (3 grams of NaCl in 1 L of distilled water) and the planting pattern factor (P) consisting of P1: 4 corn plants, P2: 4 mung bean plants, P3: 2 corn plants and 2 mung bean plants, P4: 1 corn plant and 3 mung bean plants and P5: 3 corn plants and 1 mung bean plant with the treatment repeated twice. The research parameters are plant height (cm), number of leaves (strands), and wet and dry weight of plants (grams). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and continued with further tests (Duncan and LSD) at the 5% level. The results showed that the combination of NaCl and planting pattern had no significant effect on the growth of corn and mung bean plants, but both factors affected all parameters separately. The study concluded that NaCl significantly affected plant height, fresh weight, dry weight of corn and mung bean plants, and the number of leaves 14 days after planting (DAP). The planting pattern significantly affected plant height, fresh weight, dry weight of corn and mung bean plants, the number of leaves 14 days after planting (DAP), and the number of leaves 35 days after planting (DAP). The combination of NaCl and planting pattern had no significant effect on corn and mung bean plants. Keywords: NaCl, salinity, intercropping, corn, mung bean.
KAJIAN SIFAT FISIK DAN KIMIA MINUMAN FERMENTASI KOMBINASI SUSU KAMBING DAN KACANG HIJAU DENGAN PERBANDINGAN PERSENTASE YANG BERBEDA (Wardimansyah, 2024)
ANALISA KEASAMAN DAN TOTAL MIKROBA MINUMAN FERMENTASI SUSU KAMBING DAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA) DENGAN PERBANDINGAN PERSENTASE YANG BERBEDA (Muhammad Hanafiah, 2024)
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU DAN GULA TERHADAP KUALITAS NATA DE CORN (MISNALIA, 2018)
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU DAN GULA TERHADAP KUALITAS NATA DE CORN (RIDA SIRTA DEWI, 2018)
PENGARUH PERBEDAAN DOSIS AMPAS KOPI DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.) (Muhammad Yasril, 2022)