Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI ETNOBOTANI UPACARA ADAT SUKU ALAS DI KECAMATAN BABUSSALAM KABUPATEN ACEH TENGGARA PROVINSI ACEH
Pengarang
ARMAYA FITRI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Dewi Andayani - 198304212015042003 - Dosen Pembimbing I
Djufri - 196311111989031001 - Dosen Pembimbing II
Wardiah - 198011062006042003 - Penguji
Hafnati Rahmatan - 196808231993032004 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2106103010024
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
581.63
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Armaya Fitri. (2026). Studi Etnobotani Upacara Adat Suku Alas di Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dewi Andayani, S.Pd., M.Pd. dan Prof. Dr. Djufri, M.Si.
Etnobotani adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan yang digunakan, termasuk dalam upacara adat. Setiap daerah memiliki tradisi masing-masing, dan setiap daerah yang memiliki tradisi tersebut memiliki nilai-nilai dan ciri khas yang berbeda termasuk suku Alas di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan yang digunakan, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pengolahan, serta makna filosofis dari penggunaan tumbuhan dalam upacara adat suku Alas di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara (non eksperimen). Objek penelitian adalah masyarakat Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, dengan populasi sebanyak 270 orang yang digabungkan dari 27 desa. Sampel penelitian ini diambil dari 7 desa menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 70 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 35 spesies tumbuhan dari 21 famili yang digunakan dalam upacara adat kelahiran, khitanan, dan pernikahan suku Alas di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara. Bagian tumbuhan yang paling sering digunakan adalah daun. Cara pengolahan tumbuhan yang paling umum digunakan dalam upacara adat adalah ditumbuk. Makna filosofis dari penggunaan tumbuhan dalam upacara adat kelahiran, khitanan, dan pernikahan pada suku Alas adalah kesehatan, nilai budaya, perlindungan, harapan, serta ketenangan hidup.
Kata kunci: adat istiadat, etnobotani, filosofi, suku alas, tumbuhan
ABSTRACT Armaya Fitri. (2026). Ethnobotanical Study of Traditional Ceremonies of the Alas Tribe in Babussalam District, Southeast Aceh Regency, Aceh Province. [Script. Universitas Syiah Kuala]. Under the guidance of Dewi Andayani, S.Pd., M.Pd. and Prof. Dr. Djufri, M.Si. Ethnobotany is the study of the relationship between humans and plants used, including in traditional ceremonies. Each region has its own traditions, and each region that has these traditions has different values and characteristics, including the Alas tribe in Babussalam District, Southeast Aceh Regency. This study aims to determine the plant species used, the parts of the plants utilized, how to process them, and the philosophical meaning of the use of plants in traditional ceremonies of the Alas tribe in Babussalam District, Southeast Aceh Regency, Aceh Province. This study used observation and interview methods (non-experimental). The object of the study was the community of Babussalam District, Southeast Aceh Regency, with a population of 270 people combined from 27 villages. The sample of this study was taken from 7 villages using a purposive sampling technique with a total of 70 respondents. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used a descriptive approach. The results of the study showed that there were 35 plant species from 21 families used in traditional birth, circumcision, and wedding ceremonies of the Alas tribe in Babussalam District, Southeast Aceh Regency. The most commonly used part of the plant is the leaf. The most common method of processing plants in traditional ceremonies is pounding. The philosophical significance of using plants in traditional birth, circumcision, and wedding ceremonies among the Alas people is health, cultural values, protection, hope, and a peaceful life. Keywords: customs, ethnobotany, philosophy, alas people, plants
KAJIAN ETNOBOTANI PADA UPACARA ADAT DI PROVINSI ACEH (Rahimah, 2021)
STUDI ETNOBOTANI PADA UPACARA RITUAL PERNIKAHAN ADAT SUKU GAYO DI KECAMATAN PANTAN CUACA KABUPATEN GAYO LUES (Mahyudin, 2025)
STUDI ETNOBOTANI PADA UPACARA RITUAL ADAT PERNIKAHAN SUKU JAWA DI KECAMATAN JAGONG JEGET KABUPATEN ACEH TENGAH (Vinka Indriyana Putri, 2025)
KEWENANGAN MAJELIS ADAT ACEH KABUPATEN ACEH TENGGARA TERHADAP PELESTARIAN NILAI BUDAYA ADAT PEMAMANEN PADA PESTA PERKAWINAN MASYARAKAT SUKU ALAS (Hariana Alastawarni, 2025)
RITUAL ADAT ALAS PEMAMANEN DI DESA BAMBEL KUTACANE KABUPATEN ACEH TENGGARA (Enggi Raseha, 2019)