ANALISIS DATA POKOK PENDIDIKAN (DAPODIK) DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN ACEH JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS DATA POKOK PENDIDIKAN (DAPODIK) DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN ACEH JAYA


Pengarang

Munawar Fajri - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hizir - 196805311993031003 - Dosen Pembimbing I
Niswanto - 196203151987031003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2409200050027

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Data adalah dasar utama pembangunan pendidikan berkualitas. Kualitas kebijakan bergantung pada data akurat, valid, dan mutakhir. Tanpa itu, kebijakan berisiko tidak efektif. DAPODIK berperan sebagai basis data terintegrasi untuk mendukung kebijakan berbasis bukti. Namun, di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Jaya, pemanfaatannya masih sebatas administrasi, seperti pendataan guru, siswa, dan dana BOS. Padahal, sistem ini berpotensi menjadi dasar keputusan yang lebih akurat, efisien, dan transparan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan efektivitas pemanfaatan DAPODIK dalam mendukung pengambilan keputusan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Jaya, serta mengidentifikasi proses entri data, kendala, dan strategi optimalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 6 Subjek yang terdiri dari 1 Kepala Dinas, 1 Sekretaris Dinas, 2 Kepala Bidang serta 1 Kepala Sekolah SD Negeri 1 Calang dan 1 Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Calang. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil proses entri data telah mengikuti prosedur nasional, namun terkendala infrastruktur teknologi, keterlambatan pembaruan, dan kapasitas operator. DAPODIK belum optimal dimanfaatkan untuk perencanaan, distribusi guru, dan alokasi anggaran, karena lebih sering digunakan untuk pelaporan administratif. Tantangan dan kendala dalam pemanfaatannya adalah rendahnya literasi digital, lemahnya validasi data, dan kurangnya koordinasi. Meskipun demikian, beberapa langkah dan upaya strategis telah dilakukan melalui penguatan SDM, pengembangan infrastruktur digital, dan budaya kerja berbasis data sangat perlu dilakukan. Keberhasilan implementasi DAPODIK di Aceh Jaya tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kompetensi sumber daya manusia dan budaya kerja berbasis data. Dengan penguatan kapasitas operator, dukungan infrastruktur, serta komitmen kelembagaan, DAPODIK dapat berkembang dari sekadar alat administratif menjadi instrumen strategis pengambilan keputusan berbasis bukti untuk peningkatan mutu pendidikan daerah

Data serve as the fundamental basis for developing a high-quality education system. The effectiveness of educational policies depends on accurate, valid, and up-to-date data; without such data, policies risk becoming ineffective. The Basic Education Data (Data Pokok Pendidikan, DAPODIK) system functions as an integrated database designed to support evidence-based policymaking. However, at the Department of Education and Culture of Aceh Jaya Regency, its utilization remains primarily administrative, limited to recording teacher, student, and school operational assistance (BOS) data, despite its potential to support more accurate, efficient, and transparent decision-making. This study aims to analyze the role and effectiveness of DAPODIK in supporting decision-making at the Department of Education and Culture of Aceh Jaya Regency, and to identify data entry processes, existing challenges, and optimization strategies. This qualitative descriptive study employed a case study approach, collecting data through interviews, observations, and documentation involving six participants: One Head of the Department, One Department Secretary, two Division Heads, and the principals of State Elementary School 1 Calang and State Junior High School 1 Calang. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that although data entry is conducted in accordance with national procedures, its implementation is constrained by limited technological infrastructure, delays in data updates, and insufficient operator capacity. DAPODIK has not been optimally utilized for planning, teacher distribution, or budget allocation, and is predominantly used for administrative reporting. Key challenges include low digital literacy, weak data validation mechanisms, and limited coordination. Nevertheless, several strategic efforts have been initiated, including strengthening human resources, improving digital infrastructure, and promoting a data-driven work culture. The study concludes that the success

Citation



    SERVICES DESK