Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KORELASI GETARAN DAN TINGKAT KEBISINGAN PADA MESINRNPENGUPAS KOLANG-KALING (AREN)
Pengarang
AHMAD FATHA AL HAFIZ - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mustaqimah - 198103022005012001 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Yasar - 197910192005011001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2105106010006
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Mesin pengupas kolang-kaling merupakan alat mekanis yang banyak digunakan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan buah aren. Namun, dalam operasionalnya mesin ini menghasilkan getaran dan kebisingan yang cukup tinggi sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dan menurunkan kenyamanan operator. Getaran yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal seperti Hand-Arm Vibration Syndrome (HAVS), sementara kebisingan tinggi dapat mengakibatkan gangguan pendengaran dan peningkatan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat getaran dan kebisingan pada mesin pengupas kolang-kaling serta mengetahui hubungan antara kedua parameter tersebut sehingga dapat menjadi dasar perbaikan desain mesin dan penerapan standar keselamatan kerja yang lebih baik. Pengukuran dilakukan pada empat variasi kecepatan mesin, yaitu RPM 1000, 1500, 2000, dan 3000 dengan beban 3 kg. Getaran diukur menggunakan vibrationmeter pada titik penting yang sudah ditentukan. Nilai getaran tertinggi terdapat pada RPM 3000 dengan nilai 0,75 m/s2 . Sementara itu, kebisingan diukur menggunakan sound level meter pada jarak 0– 20 meter setara tinggi telinga operator. Nilai getaran tertinggin terdapat pada RPM 300 dengann nilai 96,00 dB . Data dianalisis melalui uji normalitas Shapiro Wilk dan uji korelasi Pearson atau Spearman untuk mengetahui hubungan antara getaran dan kebisingan pada masing- masing kondisi operasional mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat getaran dan kebisingan meningkat seiring bertambahnya putaran mesin. Kebisingan pada seluruh variasi RPM tercatat melebihi ambang batas aman 85 dB, dengan nilai tertinggi mencapai 96–98 dB pada RPM 3000, sehingga tergolong berbahaya bagi operator tanpa penggunaan alat pelindung diri. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara getaran dan kebisingan, dengan nilai koefisien determinasi (R²) lebih dari 0,97. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari 97% variasi tingkat kebisingan dapat dijelaskan oleh perubahan percepatan getaran, sehingga getaran mekanis merupakan sumber dominan kebisingan pada mesin pengupas kolang-kaling. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa getaran dan kebisingan pada mesin pengupas kolang-kaling memiliki hubungan yang erat dan keduanya berpotensi menimbulkan risiko ergonomis bagi operator. Oleh karena itu, disarankan penggunaan alat pelindung pendengaran, pemasangan vibration damper dan peredam suara, serta optimasi desain dan kecepatan operasional mesin untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan kerja
The kolang-kaling peeling machine is a mechanical device widely used to improve the efficiency of aren fruit processing. However, during operation, this machine generates relatively high levels of vibration and noise, which may pose health risks and reduce operator comfort. Excessive vibration can cause musculoskeletal disorders such as Hand-Arm Vibration Syndrome (HAVS), while high noise levels may lead to hearing impairment and increase the risk of workplace accidents. This study aims to analyze the vibration and noise levels of a kolang-kaling peeling machine and to determine the relationship between these two parameters as a basis for improving machine design and implementing better occupational safety standards. Measurements were conducted at four machine speed variations, namely 1000, 1500, 2000, and 3000 RPM, with a load of 3 kg. Vibration was measured using a vibration meter at predetermined critical points on the machine. The highest vibration value was recorded at 3000 RPM, reaching 0.75 m/s². Noise levels were measured using a sound level meter at distances of 0–20 meters, corresponding to the operator’s ear height. The highest noise level was recorded at 3000 RPM, with a value of 96.00 dB. The data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and Pearson or Spearman correlation tests to determine the relationship between vibration and noise under various machine operating conditions. The results show that both vibration and noise levels increase with increasing machine speed. Noise levels at all RPM variations exceeded the safe threshold of 85 dB, with the highest values reaching 96–98 dB at 3000 RPM, indicating a hazardous condition for operators without personal protective equipment. Correlation analysis revealed a very strong positive relationship between vibration and noise, with a coefficient of determination (R²) greater than 0.97. This indicates that more than 97% of the variation in noise levels can be explained by changes in vibration acceleration, suggesting that mechanical vibration is the dominant source of noise in the kolang-kaling peeling machine. Overall, this study confirms that vibration and noise in the kolang-kaling peeling machine are closely related and pose significant ergonomic risks to operators. Therefore, the use of hearing protection devices, the installation of vibration dampers and noise absorbers, as well as optimization of machine design and operational speed, are strongly recommended to improve workplace safety and operator comfort.
RANCANGAN BAGIAN PEMISAH PADA MESIN PENGUPAS KOLANG KALING (Rudi Nurian, 2020)
KAJIAN PEMBUATAN MANISAN KOLANG-KALING BASAH (ARENGA PINNATA L.) METODE PEMERAMAN (Muliadi, 2025)
STUDI KOMPARASI KINERJA PENGUPAS BIJI AREN MANUAL DENGAN MESIN PENGUPAS PORTABLE BERDASARKAN ASPEK ERGONOMIKA (USWATUN ATIKA, 2021)
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU MANISAN KOLANG-KALING BASAH (ARENGA PINNATA L.) (Wenny Ratino, 2025)
DESAIN MESIN PENGUPAS BUAH AREN (ARENGA PINNATA MERR) (Niza Nahdianda, 2015)